Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andhika Firli

seperti air mengalir, tapi bagaimana kita mengendalikan aliran tersebut.

Metode Belajar yang Kurang Menarik

OPINI | 01 June 2013 | 22:45 Dibaca: 188   Komentar: 0   0

Metode pembelajaran merupakan aspek penting dalam suatu kajian pendidikan. Karena dalam pembelajaran yang tanpa metode, belajar tidak akan berjalan dengan sempurna. Dan setiap individu pasti memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda yang pasti metode tersebut menarik dan mudah untuk digunakan. Individu tidak direpotkan oleh berbagai macam teori yang kurang dimengerti. Mereka hanya perlu memilih atau menafsirkan teori sendiri. Teori yang digunakan untuk sistem pembelajarannya yang mudah. Banyak dari individu menafsirkan teorinya sendiri, karena ini dianggap lebih mudah untuk dimengerti dan dihayati.

Adapun berbagai macam metode yang digunakan. Mulai dari metode yang digunakan secara individu sebagai sarana belajar siswa dan metode pembelajaran yang diberikan pendidik ketika berda di suatu instansi sekolah resmi. Bagi individu metode belajar tidak perlu susah dan bertele-tele. Belajar tidak perlu harus mengikuti metode yang penting menarik dan mudah dipahami materinya. Karena untuk memahami dan mnegerti setiap materi yang ada tidak mudah. Perlu pemahaman dan pendalam setiap kata. Pemahaman setiap kata biasanya menggunakan metode membaca berulang-ulang. Dengan metode tersebut individu dengan mudah dapat mengerti setiap makna yang terkandung dalam kalimat yang dibaca. Individu perlu membayangkan setiap kalimat yamng dibacanya dalam kehidupan dunia nyata. Biasanya metode tersebut sangat manjur untuk digunakan. Karena ada istilah guru terbaik adalah suatu pengalaman. Jadi, dalam membayangkan secara tidak langsung kita menjalaninya, walau hanya dalam bayangan. Apa yang kita pahami pernah kita lakukan, entah dalam kehidupan nyata atau dalam bayangan ketika kita membaca suatu buku. Ketika anda belum terbiasa membaca buku, mulailah untuk membaca suatu novel. Karena dalam novel pembaca diharuskan untuk membayangkan kejadian yang ada di novel tersebut. Secara tidak langsung kejadian tersebut tersirat dalam pikiran kita. Dan kita teringat ketika menjalani kejadian tersebut. Walaupun kejadian yang pernah kita alami tersebut, kejadian yang hanya pernah ada dalam imajinasi kita. Dalam belajar tidaklah susah, hanya perlu membayangkan kejadian yang ada dalam setiap paragraf.
Berbeda dengan metode yang diberikan pendidik dalam sekolah. Pendidik sudah mengerti dan memahami materi yang terkandung. Pendidik hanya perlu menyampaikannya kepada setiap siswa. Penyampaian tersebut tidaklah mudah, ada yang mudah dipahami dan susah untuk dipahami. Dalam proses mengajar pendidik haruslah mengerti setiap individu yang diajarnya. Dan sebaiknya menanyakan apakah siswanya sudah mengerti belum. Jika belum paham pendidik haruslah mengulanginya. Jadi, sebagai pendidik haruslah sabar tidak mudah marah. Karena yang dihadapi merupakan individu yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dan setiap individu tidaklah mudah untuk menerima apa yang telah disamapaikan oleh para pendidik. Oleh karena itu, setiap pendidik haruslah mempunyai jurus-jurus jitu untuk menarik para siswa agar dengan mudah memahami dan menyukai mata pelajaran yang diajarkan.
Dalam metode pembelajaran ada berbagai macam metode. Ada yang menarik dan tentu saja ada yang kurang menarik, ini karena setiap pendidik juga memiliki karakternya dalam menyampaikan materi. Maka dari itu sebagai seorang pendidik harus memiliki karakter yang kuat, dan mampu mengetahui setiap individu yang diajarnya. Juga harus memiliki metode-metode yang menarik bagi siswanya. Mulai dari menggunakan metode kuis hingga game dan pemenang atau sebagai penjawab yang benar dihadiahi. Metode tersebut dapat menarik minat dan kesukaan siswa terhadap pelajaran sekaligus kesukaan siswa terhadap gurunya. Dan sebagai pendidik juga harus menelurkan kreativitasnya sebagai seorang guru. Jika mungkin suasana belajar di dalam kelas kurang kondusif atau kurang menarik, guru dapat menyuruh para siswanya untuk melakukan kegiatan belajar mengajarnya di luar kelas atau dengan sistem outdoor. Mungkin dengan sistem tersebut para siswa juga para tidak cenderung bosan dan tidak merasa suntuk belajar di dalam kelas yang hanya bias melihat papan tulis saja. Ketika berada di luar kelas kita dapat melihat pemandangan yang menarik. Mungkin otak kita dapat berpikir lebih fresh daripada di dalam kelas yang sumpek. Dan para siswa dibebaskan untuk berekspresi menurut apa yang menurut dia menarik dan apa yang menurut dia bagus. Dengan cara membebaskan individu untuk melakukan kegiatannya, dengan mudah pendidik menyampaikan materinya, karena tidak ada unsur pengekangan dan tidak ada unsur pemaksaan.
Dari berbagai metode tersebut ada yang menarik bagi siswa dan ada yang kurang menarik. Metode yang dapat menarik tersebut tergantung dari para pengajar memberikan materi dan cara pengajarannya. Tidak tergantung pada buku yang pelajaran yang ada, para pendidik bisa menggunakan kisi-kisi hasil karyanya sendiri. Mungkin kisi-kisi hasil karyanya tersebut lebih menarik daripada yang sudah terjadwal pada buku yang diberikan oleh pihak sekolah. Mungkin juga pendidik merasa kurang cocok dengan kisi-kisi yang diberikan. Berbagai metode yang menarik kian hari kian berkembang, dan metode tersebut dapat di peroleh di buku-buku yang di jual bebas hingga kita bisa langsung saja buka di internet yang jelas mempunyai banyak informasi di seluruh dunia, walaupun kurang jelas unsur dan kebenarannya. Lebih baik kita coba, jika memang itu berhasil kan juga sangat berguna bagi kita pribadi dan kalau bisa jangan sampai pelit ilmu terhadap sesama. Karena ilmu tidak akan berkurang walaupun kita bagi-bagikan, tetapi bertambah banyak dan berkembang pesat. Tidak seperti makanan yang semakin habis jika dimakan. Bersedahkahlah jika kamu ingin memiliki banyak ilmu.
Metode yang menarik bagi siswa sekaligus pendidik yaitu dengan menggunakan metode tebak-tebakan, kuis, games dan lain-lain. Tidak lupa harus mengikut sertakan suatu hadiah biar lebih menarik bagi yang menjawabnya dengan benar. Jikalau jenuh dengan metode tersebut, bisa dengan keluar ruangan. Karena dengan keluar ruangan otak akan kembali segar. Tidak luput diselingi dengan guyonan dan lelucon yang khas. Mungkin dengan guyonan yang sedikit jorok dapat mengembalikan gairah para siswa. Guyonan dapat menyegarkan kembali otak para siswa yang tegang mengikuti materi yang menjenuhkan yang membuat mereka pusing. Karena menurut buku, belajar tidak boleh harus spaneng. Harus diselingi oleh kegiatan lain supaya otak tidak tegang yang menyebabkan stress. Dan mungkin siswa tersebut malah menolak jika diajar oleh pengajar tersebut atau siswa tersebut takut bertemu dengan pelajaran tersebut. Seperti yang terjadi di suatu wilayah, bahwa seorang anak Sekolah Dasar tidak mau berangakat ujian nasional matematika karena anak tersebut takut tidak dapat mengerjakannya yang mengakibatkan tidak lulus sekolah. Walaupun sudah dibujuk rayu oleh orang tua dan oleh gurunya sendiri. Ketakutan itulah yang menyebabakan para pendidik harus berpikir keras untuk mengembangkan pola belajar yang menarik sekaligus tidak menjenuhkan para siswa.
Pola belajar yang kurang menarik sangat dihindari oleh para pendidik sekaligus siswa. Karena setiap orang pasti ingin yang menarik dan kalau bisa lebih menarik lagi dari yang biasanya, tidak hanya seperti itu-itu saja. Pengajar harus mempunyai inspirasi baru untuk setiap pola ajarannya. Pola blejar yang kurang menarik tersebut seperti ketika belajar di rumah, siswa belajar semalaman untuk ujian besok dan tanpa diselingi candaan atau kegiatan lain di luar kegiatan belajar. Jika di rumah Ia bisa belajar sambil main sama adiknya jika mempunyai adik atau jika tidak mempunyai adik Ia bisa sambil nonton televise, jika jenuh menghadapi soal yang sulit atau jika jenuh membaca sekali-kali menonton acara televise tersebut.
Pola belajar yang menjenuhkan selalu terjadi di mana-mana. Di sekolahpun jika seorang guru mengajar tanpa ada senyum terbesit di bibirnya atau celotahan para teman-temannya yang sekali-kali menjadi bahan tertawaan satu kelas pasti akan terjadi hal yang kurang bersemangat pada setiap siswa yang hadir di kelas. Adapun jika seorang guru kurang kreatif untuk menciptakan suasana yang kondusif di kelas. Sang guru cenderugn pasif, tidak melahirkan ide-ide kreatifnya untuk dapat membuat suasana kelas makin tambah asik walaupun itu cuma sekali, mungkin itu akan membuat suasana yang asik. Biasanya guru yang jarang tersenyum atau jarang mengeluarkan guyonan, ketika Ia mengeluarkan candaan tersebut itu akan membuat kelas bingung akan sikap si guru yang tidak seperti biasanya. Para siswa pasti akan cenderung bertanya-tanya atau membuat pernyataan bahwa guru yang biasanya mengajar hanya pasif dan pola belajarnya kurang menarik dapat tersenyum lebar, mungkin dengan sedikit senyum saja dapat menggairahkan suasana belajar yang asik.
Dalam kenyataannya, bahwa tidak semua guru atau dosen dapat memberikan materi sebaik mungkin dan pula menarik. Begitu pula dengan para siswanya yang ingin pandai tanpa harus susah payah, mereka ingin yang instan. Pola berpikir tersebut juga merupakan penyebab mengapa metode belajar kurang menarik baginya. Dan kalau bisa pendidik berusaha membangkitkan semangat belajar dan terus belajar supaya menjadi insan yang berguna.
Banyak dari guru atau dosen yang kurang memahami sifat para siswa atau mahasiswanya. Dia kurang piawai membawa suasana kelas yang menarik, biasanya ini disebabkan guru atau dosen tersebut kurang pandai bercanda walaupun dengan seumurannya. Guru atau dosen harus memiliki banyak referensi, supaya tidak kaget atau kagol jika terdapat siswa yang melontarkan pertanyaan yang sulit atau menghadapi siswa yang nakal, karena pada hakekatnya manusia tidak semua sama yaitu baik. Ada yang baik pasti ada yang buruk, ada yang tinggi pasti ada yang rendah. Dan juga kalau bisa guru atau dosen tersebut harus pandai membuat alas an jikalau ditanya salah seorang siswa dan tidak mampu untuk menjawabnya. Tapi sebaiknya harus mengerti yang ditanyakan oleh siswa tersebut.
Tidak hanya referensi tentang materi tetapi juga referensi tentang tata cara mengajar yang baik dan menarik. Kalau bisa referensi melalui tindak langsung ke sekolah-sekolah yang sudah berhasil mempraktikan hal tersebut. Melihat bagaimanakah proses belajar mengajar yang baik dan menarik tersebut. Apakah harus begini ataukah harus begitu, dan kalau sudah mengetahui tata caranya dengan benar alangkah indahnya jika hal tersebut dikembangkan menurut situasi yang terjadi di kelas tersebut, karena tidak semua lingkungan memiliki aspek yang sama. Jadi, dengan sebaik mungkin guru atau dosen harus pandai-pandai mengembangkan pola mengajarnya walaupun sulit. Tetapi suatu yang tidak pernah dicoba itu seperti membeli kucing dalam karung. Ia tidak akan mengetahui hasilnya tanpa membukanya. Dan bermimpilah untuk mengembangkan pola-pola yang menarik tersebut. Setiap mimpi tersebut diwujudkan dalam dunia nyata. Jangan menjadi petani tanpa cangkul, yang tidak akan bisa bercocok tanam. Bermimpilah untuk menjadi besar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: