Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ismail Sunni Muhammad

Dream to be a Backpacker. To study overseas. Like Green and Red. Paris - Turkey, selengkapnya

Konsep Membuat Proposal?

REP | 04 June 2013 | 16:09 Dibaca: 900   Komentar: 0   0

[Cara Mudah Menulis Proposal]

Sebenarnya membuat proposal sangatlah mudah. Layaknya membuat makalah, reportase, cerpen, artikel dan sejenisnya. Semakin mudah bila kamu sudah terbiasa menulis dan sering membaca. Karena menulis dan membaca menjadi satu keterkaitan yang saling menguatkan. Banyak membaca membantu perkayaan kosa kata ilmiah dan sastra, memilih diksi, mengatur alur. Manfaat lainnya, kita mampu menyerap banyak perbedaan dari macam – macam gaya kepenulisan.

Menulis, terlahir sebagai fungsi aplikatif dari ide atau pola pikir di otak, atau gumpalan emosi dalam hati. Terealisasikan sepenuhnya dalam tarian kata di atas pematang kertas. Singkat kata, bila mampu menyeimbangkan kemampuan menulis dan antusiasme membaca, bisa dikatakan seseorang telah menguasai dengan baik bagaimana berkata dengan baik, tepat dan akurat, secara lisan dan tulis.

Proposal, pada dasarnya tak lepas dari aturan dasar kepenulisan. 5 W dan 1 H. Siapa, mengapa, kapan, dimana, mengapa, apa dan bagaimana. Semuanya harus terjabarkan dengan detil dan penuh pertimbangan. Dikatakan proposal, berasal dari propose, bahasa Inggris yang artinya mengajukan. Tentunya, pengajuan di sini lebih bertendensi pada permohonan perhatian dan bantuan. Metode penulisan persuasif, merajuk dan meyakinkan optimisme pembaca adalah metode yang kerap diterapkan dalam penulisan proposal.

Langsung saja, berikut ini adalah aturan sederhana sebuah Proposal. Judul proposal, pendahuluan, dasar pemikiran, dasar hukum, tujuan, konsep detil, target, sasaran, waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, anggaran dana, susunan panitia/pengurus acara, penutup dan lampiran.

Pada pendahuluan, kamu menuliskan secara umum latar belakang, sebab, alasan mengapa acara/kegiatan itu layak diadakan dan diberikan bantuan. Hal tersebut meliputi faktor yang mempengaruhi kepentingan kegiatan tsb, akibat yang diterima dari tidak dijalankannya kegiatan tsb, sedikit komparasi dengan fakta dan penyatuan opini penulis/penggagas proposal.

Dasar pemikiran dan dasar hukum berjalan selaras dalam menunjukkan dan menjelaskan landasan atau pondasi dimana kegiatan itu sah dan legal untuk dilaksanakan. Perbedaannya, dasar pemikiran berdiri atas landasan hukum dalam organisasi atau undang – undang tempat penggagas proposal tsb berkecimpung. Sedangkan dasar hukum lebih mengarah pada dukungan aturan agama yang dianut penggagas kegiatan tsb.

Tujuan, bisa mencakup dua ruang gerak. Umum dan khusus. Ruang gerak umum bisa dikatakan visi. Adalah tujuan inti dan bersifat orientasi tahap panjang. Sedangkan khusus, dapat dinamakan misi. Merupakan detil usaha kinerja yang akan dilakukan dalam rangka mengkristalkan visi dengan masa dekat dan menengah.

Detil konsep, tidak lain menggambarkan secara akurat gagasan yang dibawa oleh proposal tersebut. Pengaruh faktor “HOW” banyak mendominasi bagian proposal ini. Curahan pengalaman, pendapat, komparasi, pertimbangan hingga menjadi upaya rekonstruksi yang telah disepakati bersama oleh tim penyelenggara kegiatan.

Target ada, sebagai motivasi bagi para pembaca untuk tak segan mengulurkan bantuannya. Adanya target, memperkuat asumsi pembaca bahwa proposal ini diajukan dengan kontemplasi hasil yang didapat di akhir dengan sangat – sangat fokus. Sehingga menjauhkan proposal dari kesan “FAKE” dan hanya sekedar ingin mendapatkan “bantuan”.

Berikutnya adalah sasaran. Sangat jelas, bahwa mereka adalah objek kegiatan tersebut. Peserta atau anggota yang diperkenankan mengikuti jalannya kegiatan tersebut. Dilengkapi dengan waktu, berikut tempatnya. Adapun mengenai jadwal kegiatan, estimasi dana, susunan pengurus/penanggungjawab kegiatan dapat dijadikan lampiran di akhir proposal.

Layaknya sebuah pidato, proposal dipungkasi dengan penutup. Meyakinkan kembali, restorasi orientasi kegiatan, klarifikasi bentuk bantuan, salam serta terima kasih. Semuanya seyogyanya diramu dengan baik dalam paragraph yang sangat menentukan ini.

Mudah bukan? Untuk lebih jelasnya kami akan segera mem-post-kan contoh sederhana proposal yang telah kami buat mengenai pengadaan klub bahasa Inggris dalam asosiasi mahasiswa Indonesia di universitas kami di Yaman.

Well, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

My Blog: http://isyniesansansunni.blogspot.com/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Generasi ‘Selfie’: Bisakah Diandalkan? …

Fandi Sido | | 17 April 2014 | 11:02

Final BWF World Junior Championship 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 17 April 2014 | 22:38

Di Saat Tidak Ada Lagi yang Peduli dengan …

Thomson Cyrus | | 17 April 2014 | 17:39

Jalur Linggarjati Gunung Ciremai Nan Aduhai …

Agung Sw | | 18 April 2014 | 01:24

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 7 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 16 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 16 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 17 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 17 April 2014 06:59

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: