Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ismail Sunni Muhammad

Dream to be a Backpacker. To study overseas. Like Green and Red. Paris - Turkey, selengkapnya

Bagaimana Menyampaikan Berita dengan Profesional?

OPINI | 04 June 2013 | 18:50 Dibaca: 2062   Komentar: 0   1

~ Tips Improvisasi Soft-Skill Public: Membaca dan berbicara layaknya pembawa berita TV [1]

Pernah gak kamu memperhatikan reporter berita TV berbicara dengan fasih dan penuh percaya diri? Mereka mampu menyampaikan begitu banyak informasi pada banyak orang dengan waktu yang singkat dan secara menarik. Bagaimana mereka melakukan hal tsb? Di bawah ini adalah beberapa langkah yang dapat kamu gunakan untuk berlatih dan kamu pelajari sebagai tahapan berbicara sehingga nantinya kamu dapat berbicara selihai dan sefasih mereka [reporter TV].

# Langkah2nya:

~ Langkah pertama: Bersuara layaknya seorang reporter.

1. Perhatikan tayangan berita. Tonton dan simak berita yang disampaikan dengan bersungguh2 dan memahami maksudnya. Pusatkan perhatian lebih dekat pada setiap apa reporter katakan dan lakukan. Lalu, amati bukan hanya apa yang ia katakan, tapi apa yang mereka sampaikan padamu dengan nada suara mereka, infleksi [perubahan nada suara], dan gerak tubuh mereka [body language]. Cobalah jawab sendiri beberapa pertanyaan di bawah ini, dengan mempertanyakannya pada dirimu sendiri, sebelum pada orang lain sambil menganalisanya secara kritis.

Apa yang sedang ia katakan? Bagaimana ia mengatakannya? Seperti apa sih suara reporter itu? Pada apa dan siapa matanya mengarah? Dimana posisi tangannya? Bagaimana ia mengatur gerak kepala dan memposisikan bahunya?

Tutup matamu dan dengarkan. Perlahan dengan hati2, coba kamu amati! Suara seorang reporter tidak akan terasa datar; ada infleksi di dalamnya. Suara seorang reporter terdengar begitu bergairah, seakan ada sesuatu yang penting, yang ingin ia utarakan padamu. Ia memberitahukanmu kabar apapun, baik itu penting, sedih, penuh gairah, dan berita yang selalu kamu nanti kehadirannya. Semua dengan suara mereka. Ini tidak terfokus pada seberapa banyak apa yang telah mereka ucapkan, tapi lebih pada bagaimana cara mengatakannya.

2. Membaca. Berbicara layaknya pembawa berita dimulai dengan memiliki kualitas membaca bahasa Inggris yang memadai. Tipe buku yang kamu baca sangatlah berpengaruh. Bacalah informasi yang sama dan selaras dengan gaya yang dipakai pembawa acara ketika mereka menyampaikan berita. Contohnya; Buku Biografi/Sejarah, Koran, Majalah Berita.

Karena yang selalu menjadi poin baik dari membaca adalah mengimprovisasi cara bicara dan memperkaya lautan kosa katamu. Melihat dan menemukan kata2 aneh yang tidak pernah kamu ketahui. Bila kamu lakukan metode ini, ini akan sangat membantu kamu memahami isi dari apa yang sedang kamu baca dan memfasihkan skill pelafalan kata-mu. Dengan cara tsb pula, ketika kamu sedang membaca sebagai seorang reporter, dan tiba2 muncul kata2 yang kamu tidak tahu, kamu akan mampu menanganinya dengan tenang, dan terlihat keren dan smart. Bacalah dengan lantang ketika kamu sendirian. Dengarkan suara kamu, analisa bagaimana pengaturan tekanan suara kamu; apakah sudah terdengar menggelitik menarik?

3. Bercermin. Ambil sebuah buku atau koran, bawa ke kamar mandi, baca dengan keras sambil menghadap cermin yang ada di situ. Dan, tak harus di kamar mandi sebenarnya, selama ada cermin menggantung dan tidak mengganggu, tidaklah bermasalah. Ini adalah saatnya untuk benar2 melihat dan mendengar performa kamu. Kamu kudu berlatih secara teratur agar mampu menguasai dengan baik, kemampuan untuk menatap sekilas [glance] pada materi yang tertulis. Tangkaplah dengan cepat, baca kembali dengan baik, sambil menatap lurus ke depan.

Lihat. bagaimana wajahmu terlihat saat kamu berkata, dengan sesekali membaca. Para reporter memiliki percaya diri yang kuat ketika mereka menatap tajam sebuah kamera. Mereka mantap pada apa yang sedang mereka lakukan, dan mereka ingin berbagi kabar yang heboh pada pemirsa. Wajahmu merefleksikan apa yang kamu percayai dan suara kamu menegaskannya.

4. Dengarkan pidato kamu. Berlatihlah membaca dengan cepat, dengan tanpa “tersandung” ketika melakukannya. Penting bgt, mengatur artikulasi tiap kata agar selalu terdengar fresh dan jelas ketika kamu akan mengkomunikasikan suatu keterangan. Tiap kata dan huruf, sebaiknya “berdiri” kukuh dan tidak mengalir, atau tercampur dengan kata lainnya.

Ketahui kapan kamu harus memelankan suara. Seorang reporter akan berkata, “Coming up next” [kabar berita selanjutnya] dengan cepat, namun mulai melambatkan temponya ketika ia berkata, “and you don’t want to miss it” [dan jangan sampai anda melewatkannya].

5. Belajarlah membaca dengan ukuran jarak tertentu.Kamu tentu sering melihat seorang reporter dengan beberapa kertas di tangannya. Itu hal yang musti kamu lakukan juga! Ketik dan print sebuah kabar berita yang ingin kamu gunakan untuk latihan membaca. Kita anjurkan, kamu memberi spasi antar kata 1.5 – 2, gunakan font San-Serif, seperti Arial atau Helvetica. Karena memang ukuran pencetakan seperti sangat akurat mencerminkan tipe-gaya teleprompter [juru bisik dari kejauhan].

Berlatihlah membaca dengan jarak tertentu, dengan menempatkan kertas2 di atas meja ketika kamu duduk atau selesai menyampaikan berita. Pelajari bagaimana membaca dengan santai dan leluasa, dengan hanya sekilas menatap kertas2 kamu. Tidak membacanya secara kata demi kata.

6. Rekam diri kamu sendiri. Atur kamera video atau HP kamu dan buat rekaman suara atau video dari penampilan kamu sendiri. Putar berulang2 dan dengarkan dengan seksama. Perhatikan isi berita dan bandingkan suara kamu dengan pembawa acara pada umumnya. Rekam dan putar kembali. Ini masih belum waktunya buat kamu, untuk menghina diri, [akibatnya kamu kurang peDe] atau mengkritisi dirimu sendiri. Namun, ini adalah momen dimana kamu melihat, apa yang sekiranya bisa kamu improvisasi dan renungkan bagaimana bisa menyampaikan berita dengan lebih baik lagi.

7. Tantang diri kamu. Baca beberapa berita yang berkaitan dengan topik penting yang kamu sukai, namun tidak pernah kamu baca sebelumnya. Lihatlah, apakah dan bagaimanakah kamu melakukannya. ^^

# Langkah kedua: Mengetahui apa yang sebaiknya kamu hindari

1. Jauhi berbicara dengan bahasa yang kamu gunakan sehari2, dan bahasa pergaulan kamu. Cara yang kamu gunakan ketika kamu berbicara dengan teman kamu adalah sama sekali berbeda dan begitu bertentangan dengan cara kamu akan melaporkan berita atau kabar pada audiens secara umum.

2. Cobalah untuk tidak menggunakan, “um”, “ah”, “apa itu namanya”, “well” dan kata2 seru umum lainnya. Pertama-tama, itu memang akan terasa cukup sulit, yang musti kamu lakukan adalah memperlambat tempo bicaramu untuk menghindari poin ini. Secara bertahap, kamu akan dapat menanganinya dengan baik dan terbiasa.

#Tips Ekstra:

Bahkan seorang juru bisikpun terkadang pernah gagal juga kan? Nah, para reporter memiliki catatan khusus yang mudah untuk dibaca, untuk mengantisipasi hal tersebut bila terjadi. Di lapangan, para reporter memiliki buku catatan kecil dengan tulisan tangan [tidak diketik], sedangkan reporter yang menyampaikan berita dengan duduk bersandar pada meja, memiliki beberapa halaman memo yang mereka tulis sendiri. Gunakan dua tipe catatan ini. Ukuran font bisa sekitar 12pt dan tulisan sebaiknya berada dalam satu garis rapi. Kamu bisa gunakan kertas yang umumnya digunakan secara resmi dalam perkuliahan atau steno-pad.

Jangan ragu. Kamu musti berbicara dengan suara keras agar terdengar jelas. Atau mereka mungkin tidak mendengarkanmu atau bahkan mengabaikanmu. Kecuali bila ada mic di sisimu.

Pakai saja kaca mata bila kamu merasa kurang nyaman membaca berita dalam beberapa kertas yang diletakkan di sisi pinggang kamu. Kamu bisa juga memakai lensa kontak atau kaca mata dengan model Polaris. Sebisa mungkin kamu tidak memakai baju yang terlalu mencolok, jika kamu berencana menjadikan reporter sebagai profesi kamu. Tentu tidak lain, untuk membuat kamu terlihat lebih baik di kamera.

Baca sebuah koran dengan keras dan mendalam, untuk mempelajari bahasa yang digunakan secara khusus dalam bidang jurnalis. Perhatikan pula pola penyusunan kalimat dan berita.

Kunjungi sekolah Broadcasting [penyiaran], jika kamu benar2 serius mengincar reporter sebagai profesi masa depan kamu.

#Catatan: ~ Kamu mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat pertama kali melakukan latihan ini. Dan ini akan menghabiskan banyak waktu, tenaga dan semangat kamu. Bahkan Tom Brokaw [reporter TV terkenal] juga membuat kesalahan kadang2. Pelajari saja untuk tidak terlihat kecewa atau bersalah di kamera saat kamu membuat satu kesalahan. Lebih baik lagi, mulai kalimat baru dengan mengucapkan “Excuse me..” [maaf]. Pemirsa TV dapat lebih memaklumi hal tsb dan tidak terlalu meributkannya.

#Beberapa peralatan yang kamu butuhkan:~ Televisi, komputer atau laptop.~ Printer~ Buku, majalah atau koran.~ beberapa kertas, atau buku catatan.

Semoga bermanfaat buat teman-teman pembaca.
Rabu, 19 Rajab 1434. 07.20 A.M. Menunggu Futur. Ghurfah Hashim Ash’ari.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 7 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 7 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 8 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: