Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Marcel Manek

Pengembara yang selalu memburu informasi tetang ketimpangan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di daerah perbatasan selengkapnya

Guru Non Sarjana di TTU Ikut Program Kuliah PPKHB

REP | 05 June 2013 | 07:50 Dibaca: 331   Komentar: 2   0

Guru Non Sarjana di TTU Ikut Program Kuliah PPKHB

Kefamenanu, WGN- Sebanyak 368 guru di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur yang belum berkualifikasi sarajan akan segera mengikuti program kuliah Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) Guna memenuhi standar kualifikasi guru sesuai Permen PAN No.53 diaman semua guru Pegawai Negeri Sipil harus berkualifikasi Sarjana (Strata I).
Program kuliah PPKHB merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang guna mengantisipasi kebijakan pemerintah pusat bahwa pada tahun 2015, guru yang belum berkualifkas sarjana akan dipensiunkan dini.
Sebanayak 517 guru yang memasukkan portofolionya, terdapat 368 guru yang lolos seleksi portofolio yang sudah dilakyukan dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten TTU dengan pihak UNDANA Kupang. Ke-368 guru yang akan mengikuti program kuliah PPKHB tersebar di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten TTU, baik pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan ada yang guru calon peserta yang mengabdi pada Sekolah Menengah Umum (SMA). Rata-rata guru peserta kuliah program PPKHB berijazah SPG(Setara SMA), Diploma 2, dan Diploma 3.
Sementara, 149 guru yang tidak lolos seleksi alasannya karena portolio tidak memenuhi syarat, dan jurusan tertentu yang tidak tersedia di UNDANA seperti jurusan Pendidikan Agam, Pendidikan Seni Budaya, Muatan Lokal dan jurusan Psokologi.
Ditengarahi, salah satu aspek yang cukup berpengaruh terhadap mutu pendidikan di NTT khususnya di TTU menjadi rendah karena kualifkasi guru masih rendah, sehingga tidak mampu mendongkarak kemampuan siswa dalam belajar. Alhasil, rata-rata sekolah di TTU biasa menerapakan Krteria Kelulusan Minimum (KKM) yang rendah sehingga siswa tidak terbiasa mengerjakan soal yang menjangkau ranah koognitif tinggi. Dengan demikian ketika UN diselenggrakan dengan kemasan soal yang menjangkau ranah koognitif tingga maka siswa tidak mampu untuk menyelesaikan soal UN.
Pengawas pada dinas PPO Kabupaten TTU ketika ditemui di sela-sela sosialisasi dan penetapan jadwal kuliah di Kefamenanu (5/6/13) mengharapkan kiranya melalui program PPKHB, guru dapat meningkatkan kualitas mengajar di sekolah. “Kita harap, setelah mengikuti program kuliah para guru dapat memiliki kemampuan yang lebih memadai dalam hal mengajar di sekolah”
Untuk diketahui, program kuliah PPKHB dikategorikan menajdi dua golongan yakni beasiswa penuh bagi guru yang sudah mengabdi selama 20 tahun, dimana peserta PPKHB tidak dikenakan biaya kuliah. Sedangkan bagi guru yang tidak diakomodir sebagai penerima beasiswa, bisa menempuh jalur kuliah independen yakni tetap mengikut kuliah pada program PPKHB namun biaya kuliah ditanggung sendiri oleh guru yang bersangutan.
Untuk biaya kuliah bagi setiap peserta per semester dikenakan biaya sebesar Rp. 3.000.000, diaman peserta kuliah bisa mencicil biaya yang dibebankan. Adapun rincian biaya kuliah seperti untuk biaya tenaga dosen termasuk di dalamnya akomodasi dan transportasi karena menurut kesepakatan kuliah akan dilaksanakan di Kefamenanu, ***(Marcel Manek/Komunitas Jurnalis pada Tabloid Pendidikan NTT).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 14 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 18 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 20 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 21 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: