Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eko Probo

http://ekoprobo.wordpress.com/ http://about.me/ekoprobo Twitter: @ekoprobo ; Instagram: Ekoprobo ; Everytrail: ekoprobo

Perlukah Sekolah Pramugari?

OPINI | 09 June 2013 | 12:17 Dibaca: 1443   Komentar: 25   1

Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan awak kabin.

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata pramugari walau maksudnya bisa pria atau wanita.

13708696391910060550

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah mendaftar di setiap kesempatan lowongan untuk menjadi pramugari.

Saya hanya mencoba berpikir logis, saya hanya berusaha mengungkap fakta yang ada… mari kita bedah fakta tersebut satu persatu.

Untuk bisa menjadi pramugari diperlukan persyaratan tertentu, salah satunya adalah lulus SMA, saya belum pernah melihat syarat pramugari harus lulusan bidang studi khusus, misalnya D3 elektro, D3 Perhotelan, Sarjana Ekonomi, Sarjana Teknik dan lain sebagainya. Tidak diperlukan gelar akademik sebagai persyaratan mendaftar pramugari walaupun beberapa perbangan mengutamakan lulusan D3 ke atas tanpa mensyarakan jurusan tertentu.

Selain persyaratan pendidikan tentunya ada persyaratan lain seperti kesehatan, persyaratan fisik serta kemampuan berbahasa asing.

Para calon pramugari tersebut akan melalui beberapa tahapan tes, apabila lulus akan maju ke tahap selanjutnya sampai mereka dipastikan lolos dan diterima. Apakah sudah dipastikan mereka jadi pramugari? owwww tentunya belum lah …

Ada hal lain yang membuat saya semakin heran. Persyaratan untuk bisa mengikuti tes penerimaan pramugari sangat jelas bahkan bisa dilihat oleh siapapun. Anehnya beberapa siswa sekolah pramugari yang pernah saya temui jauh dari persyaratan dasar untuk mendaftar lowongan pramugari … bisa dipastikan dia akan gagal di test pertama. Heran karena bisa diterima di sekolah pramugari. Seperti apa sih syarat untuk menjadi pramugari dan bisa ikut seleksi? silakan lihat di bawah ini:

PosterFA29Jun13

Tahap berikutnya adalah masa-masa pendidikan dasar yang sering disebut Initial Course. Di kelas initial inilah para calon pramugari ditempa oleh instruktur yang ditunjuk oleh perusahaan penerbangan tersebut, selain itu materi pelatihan tentunya disesuaikan dengan jenis pesawat yang mereka miliki.

Initial course ini bayar atau gratis? Maksudnya gratis ialah mereka dianggap sudah jadi karyawan dan disekolahkan oleh perusahaannya sesuai dengan standar perusahaan. Lupakan dulu masalah bayar atau gratis.

Singkat kata mereka lulus Initial Course dan jadilah pramugari yang siap bertugas, jadilah mereka awak kabin yang biasa dikenal dengan sebutan Flight Attendant. Terbang tinggi mengarungi angkasa dengan senyum dan tanggung jawab besar karena faktor keselamatan adalah hal utama dalam penerbangan.

Nahhh  mari kita kembali ke masalah sekolah pramugari … Pada saat mereka lulus ternyata masih harus menjalani serangkaian tes dan sekolah lagi, kenapa? ya itu tadi standar pelayanan setiap perusahaan berbeda, termasuk jenis pesawat yang dimiliki belum tentu akan sama.

Anggaplah semua perusahaan memiliki jenis pesawat yang sama, lantas mereka-mereka yang sudah sempat sekolah pramugari tadi akankan diberi fasilitas untuk tidak mengikuti Initial Course?

Sejauh yang saya tahu sih tidak, mereka tetap harus menjalani Initial Course juga bersama calon pramugari yang lain. Lalu hasil sekolah mereka tadi bagaimana? Apakah diabaikan? Apakah tidak berguna? Ya tidak juga lah … ilmu yang mereka dapat pasti akan berguna namun tidak menjamin mereka akan diterima sebagai pramugari. Kenapa? ya itu tadi karena mereka harus mengikuti selekasi penerimaan juga.

Lulus sekolah tentunya mendapatkan tanda bukti lulus berupa ijazah atau sertifikat, namun sejauh yang saya paham sampai hari ini, sertifikat mereka masih lokalan saja dalam artian tidak setara dengan license yang dimiliki pramugari yang sudah lulus Initial Course dan mendapatkan lisensi terbang serta tipe rating, sehingga sertifikat mereka bukanlah sertifikat untuk jadi pramugari namun hanya sertifikat sekolah peminatan pramugari saja.

Kalau saya jadi mereka dalam artian saya berminat untuk menjadi Flight Attendant maka saya akan lebih memilih sekolah atau kursus bahasa asing karena bahasa asing adalah salah satu persyaratan lulus tes.

Mengenai ilmu di dunia kepramugarian tentunya akan mereka dapatkan di Initial Course, syukur-syukur gratis… Kalaupun bayar tentunya akan lebih jelas karena mereka jelas-jelas sudah lulus tes masuk, tinggal menyelesaikan kewajiban Initial Course.

Berdasarkan pengalaman dan fakta di lapangan, banyak pramugari yang latar belakangnya hanya SMA saja tanpa pernah mengenyam sekolah pramugari, banyak juga pramugari yang berlatar belakang pendidikan akademis dengan gelar diploma bahkan sarjana tanpa pengetahuan tentang ilmu Flight Attendant. Di bawah ini adalah salah satu contoh persayaratan untuk dapat mengikuti seleksi penerimaan pramugari

FA MZ

Jadi ternyata yang menjamin anda masuk pramugari bukanlah latar belakang sekolah pramugari. Apapun latar belakang pendidikan anda asalkan lulus SLTA dan memenuhi persyaratan untuk tes maka anda diijinkan untuk mengikuti serangkaian seleksi.

Saran saya … kalau mempunyai cita-cita jadi pramugari dan ingin sekolah pramugari dengan harapan bisa diterima menjadi pramugari, carilah sekolah yang mempunyai sertifikat yang diakui oleh institusi yang berwenang mengeluarkan lisensi pramugari, sehingga anda tidak perlu lagi membuang-buang waktu untuk mengikuti serangkaian tes dan Initial Course ….

Apakah sertifikat, ijazah, atau apapun namanya dapat membuat anda menjadi pramugari? Bisa jadi betul kalau sertifikat lembaga pendidikan tersebut diakui oleh institusi yang berwenang, yaitu  dibawah Direktorat Jendral Perhubungan Udara (untuk negara Indonesia). Kalau tidak, maka sertifikat sekolah anda hanya jadi sertifikat biasa bukanlah sertifikat atau lisensi yang membuat anda sah sebagai pramugari.

Semoga keinginan anda menjadi Flight Attendant tercapai …

“Your Attitude, Not Aptitude, Determines Your Altitude”

Salam,

http://ekoprobo.wordpress.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: