Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pustaka Lebah

Pustaka Lebah adalah penerbit media/sarana bermain sambil belajar untuk anak-anak (edutainment), berupa buku-buku cerita dengan selengkapnya

Fabel (Dongeng Hewan) Menanamkan Nilai-nilai Pada Anak

OPINI | 11 June 2013 | 15:03 Dibaca: 1698   Komentar: 0   0

Tentu kita masih ingat hingga saat ini, bagaimana ulah si kancil mencuri di ladang Pak Tani dan akhirnya ketahuan. Atau ulah si keledai yang menyamar jadi singa namun akhinya mendatangkan masalah sendiri baginya dan banyak lagi kisah hewan lain yang mengandung banyak pesan moral di dalamnya. Kisah-kisah atau dongeng mengenai binatang tersebut kadang kala begitu terpatri dalam ingatan kita. Sehingga sadar maupun tidak banyak nilai-nilai yang dapat kita ambil dari kisah tersebut.

Namun saat ini banyak dari orangtua yang tak menyadari bagaimana sebuah kisah mampu mempengaruhi perilaku seseorang khususnya anak. Dalam bukunya “Mengajarkan Emotional Intelligence pada Anak“, Lawrence E Shapiro, mengatakan Dongeng binatang, cerita rakyat atau kisah keluarga dapat mencetak seseorang menjadi dirinya sendiri yang berbeda dengan orang lain. Cerita dapat menunjukkan bagaimana seseorang secara realistis memecahkan masalahnya.

Menurut Tadkiroatun Musfiroh dalam buku, “Memilih, Menyusun dan Menyajikan Cerita Untuk Anak Usia Dini”, pengaruh cerita maupun membaca cerita dan bercerita demikian besar, untuk itu sebuah cerita yang baik perlu diciptakan, dikembangkan dan disebarluaskan.

Manfaat Dongeng

Dongeng menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah cerita yang benar-benar tidak terjadi, sedangkan mendongeng adalah kegiatan membacakan dongeng kepada seserang atau sekelompok orang tentang kisah yang tidak nyata. Namun secara luas mendongeng dapat pula diartikan membacakan cerita atau menularkan cerita pada anak, entah kisah nyata , tidak nyata , atau pengalaman orang tua. Kegiatan mendongeng merupakan metode mengajar yang paling tua dan yang paling kuat pengaruhnya kepada anak. Oleh karena itu kita perlu mengetahui 3 hal tentang mendongeng yaitu apa saja manfaat mondongeng, dongeng apa yang cocok untuk anak usia tertentu, dan kiat-kiat menyampaikan dongeng yang baik.

Mendongeng dapat menumbuhkan imajinasi anak sekaligus membangun hari nurani. Anak-anak belum tahu mana yang baik dan buruk, lewat mendongeng orang tua bisa mengajarkan hal itu. Dalam cerita rakyat selalu digambarkan, si jahat akan mendapatkan hukuman sementara yang benar akan menang. Dengan demikian dongeng merupakan cara yang tepat untuk mengajarkan moral pada anak.

Mendongeng merupakan cara yang tepat untuk anak belajar empati dari apa yang dialami tokoh cerita idolanya. Biasanya, ia pun akan berimajinasi menjadi tokoh itu. Lewat dongeng pula, hubungan anak dan orangtua bisa terjalin lebih erat karena terjadi interaksi yang begitu intens.

Banyak pakar yang menyatakan betapa pentingnya mendongeng bagi anak, di antaranya:

· Chatt and Shaw (1988) : “Ada hubungan antara kegiatan mendongeng dengan kesuksesan anak mengembangkan kemampuan bahasa dan keterampilan berfikir logis anak.”

· Coles (1989) : “Cerita/dongeng meningkatkan daya ingat, kemampuan mengingat kembali, aplikasi konsep pada situasi baru, pemahaman, semangat belajar pada topik pelajaran.”

· Eagle (1995) : “Anak-anak dapat belajar memahami dongeng sebelum mereka mampu berpikir logis, sebelum dapat menulis dan membaca. Mendongeng merupakan kegiatan penting sebagai jembatan sampai anak dapat memahami cerita dan berpikir logis.”

· Hanson (2004) : “Mendongeng merupakan kegiatan yang paling efektif bagi pengembangan kemampuan berbahasa.”

· Taylor (2001) : “Mendongeng merupakan sumber belajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.”

Banyak di antara orangtua yang untuk sekedar bercerita kepada sang anak saja sudah enggan. Mereka berpikir bahwa bercerita atau mendongeng bagi anak adalah perbuatan yang sia-sia, hanya membuat lelah saja. Terlebih lagi bagi orangtua yang kesehariannya sibuk dengan urusan pekerjaan kantor, banyak di antara mereka yang akhirnya tidak memiliki waktu untuk anak meskipun untuk sekedar mendongeng sebagai pengantar tidur sang anak.

Mendongeng bagi anak, seharusnya menjadi salah satu pekerjaan yang menyenangkan bagi setiap orangtua. Karena dalam mendongeng inilah terjadi sentuhan yang sangat dekat antara orangtua dan anak. Anak akan merasa dimanjakan dan disayangi sehingga timbul timbal balik berupa rasa kasih dan sayang yang dalam kepada kedua orangtuanya. Di sini, orangtua juga dapat memperhatikan perkembangan dan kekurangan si anak. Lepas dari semua itu, mendongeng bagi anak juga ternyata memiliki manfaat yang sangat bagus bagi anak. Itulah mengapa hendaknya orangtua dapat menghapus rasa enggan mereka untuk mendongengkan cerita kepada anak mereka.


Berikut beberapa contoh manfaat yang dapat dipetik dari aktivitas mendongeng bagi anak:

  • Dapat Memberikan Teladan

Salah satu manfaat yang dapat diambil melalui aktivitas mendongeng bagi anak adalah, orangtua dapat memberikan teladan yang baik bagi anak mereka. Orangtua dapat memberikan contoh sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan terpuji yang harus dikembangkan dan sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan buruk yang tidak boleh dilakukan oleh si anak.

  • Memotivasi Anak

Biasanya, seorang anak ketika mendengarkan sebuah cerita atau dongeng ia kemudian akan berimajinasi sebagai tokoh protagonis yang berhasil memecahkan masalah dalam cerita tersebut. Seorang anak senantiasa membayangkan dirinya sebagai jagoan atau Hero dalam sebuah cerita. Di sinilah kesempatan orangtua untuk dapat menyemangati dan memotivasi anak mereka melalui sebuah dongeng.

  • Mengajarkan Berkomunikasi

Selain keuntungan-keuntungan di atas, membacakan dongeng atau cerita bagi anak yang belum dapat berbicara juga dapat menjadi media pembelajaran bagi si anak untuk berbicara. Dengan menceritakan dongeng maka akan merangsang kemampuan berkomunikasi verbal anak.


Itulah beberapa manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh dari membacakan dongeng atau cerita bagi anak. Jadi, dongeng bukanlah seringan yang banyak dipikirkan kebanyakan orang, hanya sebatas cerita yang tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Dan ternyata, keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan di atas adalah keuntungan yang sangat berharga sekali bagi orangtua dan bagi sang anak tentunya. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mulai membacakan dongeng atau cerita bagi anak.

Di zaman yang sudah serba canggih ini, tentunya tidak akan sulit untuk memperoleh bahan cerita untuk anak. Kita bisa memperolehnya dari buku, majalah, koran, internet, televisi, atau bahkan dari pengalaman pribadi yang dikemas dengan cita rasa anak-anak. Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk memperoleh bahan cerita bagi anak. Dan banyak cara untuk bercerita bagi anak. Di mana ada niat dan usaha, maka di situlah jalan akan terbuka.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 6 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 12 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Definisi Administrasi dan Supervisi …

Sukasmo Kasmo | 8 jam lalu

Kabinet: Ujian Pertama Jokowi …

Hans Jait | 8 jam lalu

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 8 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: