Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suwarno Yoseph

guru lulusan van lith. pernah mengajar SD Maria Goretti Sungailiat, SMP St. Yoseph Belinyu, SMP selengkapnya

Mengapa Sekolah Pelaksanaan Kurikulum 2013 Hanya Sedikit?

OPINI | 11 June 2013 | 11:16 Dibaca: 158   Komentar: 2   2

Akhirnya, hanya sedikit sekolah yang ditetapkan/ditunjuk untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Sekolah yang ditetapkan untuk melaksanakan kurikulum 2013 adalah sekolah-sekolah yang sudah hebat yaitu eks RSBI dan beberapa sekolah terakreditasi A. Atau sekolah yang mau mencoba melaksanakan diwajibkan mendaftar sampai tanggal 14 Juni 2013 ini. Mengapa tidak dipilih yang dapat mewakili keberadaan sekolah di Indonesia, misalnya sekian persen sekolah eks RSBI, sekian persen sekolah terakrediatasi A, sekian persen sekolah terakreditasi B dan seterusnya? Apakah sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 sebagai sampel uji coba?

Mereka yang awam, apalagi hanya seorang guru di sekolah, lebih bersikap pasrah apa yang harus dilaksanakan sebagaimana yang dikehendaki penguasa. Kalau pemerintah menghendaki melaksanakan kurikulum ini ya mau tidak mau harus menjalankan. Hanya saja sekecil apapun peran guru selalu bertanya-tanya mengapa gaung kurikulum 2013 yang menggema hebat itu akhirnya hanya seperti kelinci percobaan pada akhirnya? Itupun hanya akan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang sudah hebat, supaya dapat dipastikan keberhasilannya? Kebijakan ini juga tidak mau disebut sebagai uji coba. Kalau uji coba pasti sampel sekolah yang melaksanakan beragam sebagai gambaran keberadaan sekolah-sekolah di Indonesia.

Kembali orang awam menduga-duga. Jangan-jangan ini kuncinya pada duit. Ini kelihatannya lebih kuat kebenarannya. Anggaran besar yang diusulkan tidak disetujui, sehingga hanya melaksanakan sesuai kemampuan anggaran? Atau ini sebuah proyek sebagai kontrak politik? Entahlah, orang kecil  hanya mengharapkan supaya keputusan mengenai pendidikan sungguh-sungguh untuk diabdikan bagi  generasi muda bangsa Indonesia yang nantinya akan memegang estafet yang menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Semoga!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: