Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sholehan

Membangun bangsa ini melalui pendidikan bermutu. Tetap Merdeka!!

Prosedur Verifikasi NUPTK dan Pengajuan NUPTK Baru

REP | 13 June 2013 | 07:24 Dibaca: 1046   Komentar: 3   2

Mulai tanggal 3 Juni 2013, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuka layanan transaksional Padamu Negeri yang salah satu fungsinya adalah untuk memverifikasi dan memvalidasi NUPTK untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Indonesia. Layanan ini dibuka hingga 30 September 2013.

Berdasarkan keterangan yang terdapat di situs tersebut, PTK yang sebelumnya telah memiliki NUPTK diimbau untuk segera memverivikasi untuk memperbaharui data. Sementara itu untuk PTK yang belum memiliki NUPTK, proses pengajuan NUPTK baru akan dibuka mulai Senin, 24 Juni 2013.

Jika hingga tanggal 30 September yang bersangkutan tidak melakukan verifikasi atau pengajuan NUPTK baru, dikhawatirkan NUPTK yang dimiliki menjadi tidak valid dan yang belum memiliki NUPTK harus menunggu lebih lama lagi. Sebaiknya kita melakukan verifikasi secepatnya sebab sebantar lagi akan libur panjang dan mengantisipasi server Kemdikbud yang sering down jika terlalu banyak pengunjung.

Berikut ini prosedur verifikasi bagi pemilik NUPTK di situs padamu.kemdikbud.go.id

Untuk keterangan lebih lanjut silakan kunjungi situs tersebut.

Prosedur untuk PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan)

Flowchart 1

1371082956594924823

Flowchart 213710829991790983056

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 18 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 19 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: