Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mengapa Anda Harus Memilih Akuntansi (Menjadi Akuntan)?

OPINI | 19 June 2013 | 00:22 Dibaca: 5047   Komentar: 0   0

Harus diakui saat ini masih banyak yang “galau” dengan pilihan ingin melanjutkan studi dimana, tepatnya jurusan apa yang harus dipilih baik untuk tingkat SMU atau Sederajat maupun D1, D2, D3, D4 atau S1 sekalipun.

Sebelum anda terlena atau merasa tertipu dengan tujuan tulisan ini, perlu saya informasikan bahwa tulisan ini akan memprovokasi anda (terutama yang masih galau) agar memilih jurusan akuntansi. Mengapa demikian? karena bagi penulis, pada dasarnya semua jurusan sama, memiliki kelebihan ataupun kekurangan masing-masing, namun ketika berbicara kelebihan, sebenarnya jurusan akuntansi memiliki beberapa kelebihan yang unik dan mungkin tidak dimiliki oleh Jurusan lain.

Adapun beberapa kelebihan di Jurusan Akuntansi yang mungkin kurang dipahami ataupun disadari oleh pihak lainĀ  (perspektif pribadi penulis), diantaranya adalah:

1. Jurusan Akuntansi itu tempat ngumpulnya orang-orang “gaul, tapi beretika”.

Jika diartikan secara bebas, kata “gaul” dapat dimaknai dengan memiliki banyak teman, low profile, dapat diterima dimana saja atau mudah bergaul dengan siapa saja. Ketika anda masuk di Jurusan akuntansi maka anda akan diajarkan bagaimana bertindak secara netral, mampu memenuhi kebutuhan informasi seluruh stakeholders (pihak-pihak yang berkepentingan), seperti manajemen, karyawan, investor, kreditor, pemasok, pemerintah dan masyarakat umum. Dengan begitu, agar anda dapat diterima dimana saja dan dapat bergaul dengan siapa saja yang menjadi stakeholders maka akan diajak untuk berprilaku sebagai orang yang bijak dan tidak memihak kepada salah satu pihak, dengan cara menyusun laporan keuangan sebagaimana mestinya, tanpa ada rekayasa. Dalam mencari lapangan pekerjaan pun anda tidak usah “galau” jika memilih jurusan akuntansi, karena selain gaul, boleh dikatakan bahwa selama di suatu organisasi/kelompok ada uang didalamnya, maka di tempat itulah anda berpeluang untuk bekerja. Malahan, tanpa bekerja dengan orang lain pun, anda bisa membuka lapangan pekerjaan tersendiri, contohnya menjadi konsultan pajak, konsultan keuangan ataupun yang paling bonafit adalah menjadi akuntan publik (membuka Kantor Akuntan Publik/KAP). Tapi ingat, apapun pilihan pekerjaan anda, akan selalu diikat dengan aturan etika profesi akuntan.

2. Jurusan Akuntansi itu tempat ngumpulnya orang-orang “setia”

Semua orang pasti mendambakan pasangan yang setia dan tentunya ingin menjadi orang yang setia, karena kesetiaan itu bukti dari cinta sejati. Nah, ketika anda masuk di Jurusan akuntansi maka anda akan menemukan bahwa betapa kesetiaan itu sangat berarti dalam hidup ini dan anda pun akan dituntut atau diarahkan untuk menjadi orang yang setia. Untuk menyelenggarakan akuntansi secara tepat, salah satu prinsip yang harus dipegang adalah konsistensi, yaitu berpegang pada satu metode tertentu atau tidak berganti-ganti metode baik dalam pengukuran maupun penyajian. Anda dapat saja mengganti metode penentuan nilai persediaan akhir misalnya, tetapi itupun dapat dilakukan jika pada saat kondisi tertentu. Tetapi ingat, ketika anda sudah berganti metode dari metode FIFO menjadi metode rata-rata tertimbang, anda tidak bisa lagi kembali pada metode FIFO di tahun berikutnya. Intinya harus konsisten atau setia dengan yang menjadi pilihan anda sendiri.

3. Jurusan Akuntansi itu tempat ngumpulnya orang-orang “perhatian”

“Aku memilihnya karena dia yang paling perhatian terhadap diriku dibandingkan yang lainnya”… Itulah alasan yang banyak diutarakan oleh seseorang ketika ditanyakan mengapa dirinya memilih orang tertentu untuk dijadikan sahabat atau kekasih. Saya dapat pastikan anda mengharapkan bisa menjadi orang “pilihan” tersebut kan?… Ketika anda masuk di Jurusan Akuntansi, anda akan menemukan bahwa ketika ingin berhasil dalam melakukan pekerjaan akuntansi, baik menyusun maupun audit laporan keuangan maka anda harus skeptis. Bahasa keren dari skeptis adalah “GU” atau “Gila Urusan”. Tetapi, GU disini bukanlah sifat yang cemburuan atau selalu berprasangka buruk terhadap orang lain, tetapi lebih kepada rasa keingintahuan yang besar, sehingga mengarah kepada penggalian informasi sedalam-sedalamnya untuk menghasilkan suatu keputusan yang tepat. Hal inilah yang membuat seseorang akan menjadi perhatian. Misalnya saja ketika anda ingin mencatat suatu transaksi pengeluaran uang, sebelum melakukan pencatatan, anda semestinya harus mendapatkan bukti yang cukup dan sah, biasanya berupa nota/kwitansi/faktur atas pengeluaran tersebut, yang mana informasi atas transaksi tersebut harus anda dapatkan secara jelas dan mendetail. untuk itu anda akan bertanya dan menggali informasi tentang kapan dan dimana transaksi dilakukan, berapa nilai nominalnya, siapa yang bertanggungjawab, apakah telah di cap dan/atau di tanda tangani, dan sebagainya. Ketika anda telah terbiasa melakukan ini maka ketika bertemu dengan seseorang maka anda akan lebih mudah berkomunikasi dengannya dan mampu menjadi pendengar yang setia, terutama ketika orang tersebut lagi curhat, sehingga jadilah anda menjadi orang yang perhatian.

4. Jurusan Akuntansi itu tempat ngumpulnya orang-orang “tertib dan teratur”

Mungkin kebiasaan anda selama ini kadang-kadang tidak tertib dan tidak mampu mengatur waktu. Tahukah anda bahwa keberhasilan itu dimulai dari keteraturan?… dan orang yang tertib itu, khususnya dalam berlalu lintas, akan selamat sampai di tujuan?… Dalam menjalankan perintah agama pun demikian, semua agama telah memiliki kitab suci yang tujuannya agar kita dapat hidup secara tertib dan penuh keteraturan. Ketika anda masuk Jurusan Akuntansi. keteraturan dan ketertiban akan menjadi penonggak keberhasilan anda dalam menjalankan fungsi-fungsi akuntansi, sehingga anda akan diarahkan agar dapat menyajikan laporan keuangan sesuai dengan priodenya (prinsip matching) dan anda pun akan selalu diingatkan agar dapat menyimpan (mendokumentasikan) bukti-bukti seluruh transaksi secara lengkap, rapi dan berurutan. Dari situlah kemudian anda akan menjadi orang-orang yang tertib dan teratur dalam menjalankan aktivitas keseharian anda.

5. Jurusan Akuntansi itu tempat ngumpulnya orang-orang “tau diri”

Kunci utama kesuksesan adalah ketika kita tau siapa sebenarnya diri kita, apa kemampuan kita dan apa keterbatasan-keterbatasan kita. Dengan mengetahui siapa kita sebenarnya maka akan didapatkan suatu strategi yang tepat dalam meningkatkan prestasi kita di masa yang akan datang. Dalam dunia bisnis pun demikian, untuk mendapatkan strategi yang tepat, terkadang perusahaan melakukannya dengan analisis SWOT atau alat analisis lainnya agar dapat diketahui seberapa besar kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dan seberapa banyak peluang dan tantangan yang harus dihadapi, khususnya untuk memenangkan persaingan global saat ini. Ketika anda masuk jurusan akuntansi, anda akan dipandu untuk melakukan analisis terhadap informasi-informasi keuangan yang tersedia, mulai dari analisis vertikal dan horisontal atau mulai dari analisis perbandingan sampai kepada analisis rasio. Dengan melakukan analisis-analisis tersebut, maka anda akan mengetahui seberapa hebat organisasi anda dibandingkan organisasi lainnya, dan seberapa besar peluang anda untuk berhasil di kemudian hari. Hal inilah yang akan membawa anda pada zona “tau diri”. Selain itu, yang tak kalah pentingnya bahwa orang-orang di jurusan akuntansi (profesi akuntan), sangat mengerti dan memahami bahwa “kebenaran mutlak” itu hanya milik Sang Pencipta, kita manusia hanya bisa menilai suatu “kewajaran” saja. Itulah kenapa sampai dalam ilmu akuntansi, pendapat (opini) auditor terhadap penyajian laporan keuangan salah satunya diistilahkan dengan “wajar tanpa pengecualian” atau “wajar dengan pengecualian” dan bukan istilah “PENYAJIAN YANG BENAR/SALAH”. Dari sinilah anda akan tau diri bahwa anda hanya makhluk dari ciptaan Tuhan yang tak luput dari kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Walaupun kelebihan-kelebihan diatas masih bersifat subjektif (penulis), tetapi sebenarnya masih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang dapat anda temukan jika anda menjatuhkan pilihan anda kepada Jurusan Akuntansi.

Walaupun tulisan ini bersifat provokatif dan sedikit menyentil kehidupan pribadi (percintaan), namun tidak ada maksud untuk memaksa anda memilih Jurusan Akuntansi. Karena pada dasarnya hidup itu pilihan kawan, andalah yang berhak memilih sesuatu demi kebaikan dan kebahagiaan anda sendiri…

Tetapi, sebelum anda menentukan pilihan yang tepat buat anda, mungkin bisa dibayangkan jika anda merupakan seorang yang gaul tapi beretika, kemudian setia, perhatian, teratur, tertib dan tau diri?… Apa yang akan terjadi????

Pastinya banyak orang tua ataupun calon mertua yang mendambakan anak/menantu yang demikian… He…he…

Salam persahabatan…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: