Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

ASYIKNYA MENJADI SEORANG GURU YANG DISENANGI SISWA

REP | 20 June 2013 | 17:03 Dibaca: 1219   Komentar: 14   16

ASYIKNYA MENJADI SEORANG GURU YANG DISENANGI SISWA

137172247372325062

Guru merupakan peranan penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki keahlian. Tidak hanya keahlian semata tetapi harus kreatif dalam menyalurkan ilmunya kepada siswa. Jika anak ada kejenuhan dalam belajar, guru harus tanggap dan harus dengan segera merubah gaya mengajar. Mungkin saja siswa bosan, atau mungkin ada masalah di keluarganya atau siswa habis dimarahi oleh orangtuanya pada pagi hari sebelum kesekolah. Seorang guru harus tanggap. Karena bila guru mengajar dan tidak memperhatikan kondisi siswa maka pelajaran yang diberikan seorang guru akan sulit diterima seorang siswa atau bahkan tidak bisa dimengerti. Sebagai seorang guru juga harus dapat melibatkan berbagai aktifitas yang dapat meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritis mereka dalam kegiatan belajar tersebut.

Oleh karena itu peran guru dalam proses pembelajaran mempunyai peranan sangat penting. Beberapa peran guru antara, guru sebagai sumber belajar yang berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran, guru sebagai fasilitator yakni memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, guru sebagai pengelola yang menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa, guru sebagai demonstrator yang berperan untuk mempertunjukkan siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan, guru sebagai pembimbing yaitu membimbing siswa dalam setiap perbedaan siswa untuk menemukan berbagai potensi dan bakat siswa yang berbeda-beda. Itulah beberapa peran seorang guru dalam proses pembelajaran. Namun apakah dari sekian banyaknya peran guru yang ada, apakah mampu membuat siswa merasa tenang, senang, dan nyaman ketika mendapat pembelajaran?

Nah, beberapa hal berikut dapat menjadi cerminan bagaimana asyiknya menjadi seorang guru ketika siswa dapat menerima kita. Pertama yaitu sabar, tidak semua guru mempunyai siswa yang pendiam dan penurut. Pada kenyataannya setiap siswa memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Tentu jika seorang guru menemui siswa yang sulit diatur jangan langsung berpendapat bahwa siswa tersebut akan sulit untuk menerima pelajaran atau bahkan sering memberikan hukuman. Sebaliknya, yang harus dilakukan adalah mendekatinya dan berkomunikasi dari hati ke hati untuk perlahan-lahan mengubah sikapnya tersebut. Pada saat inilah sikap bijak gurulah yang dibutuhkan yaitu kesabaran. Kedua yaitu menjadi sahabat, seorang guru yang baik adlah ketika ia dapat menjadi sahabat bagi siswanya. Ketika siswa mendapat masalah yang mereka butuhkan adalah ketenangan. Seorang yang membuatnya tenang adalah guru. Disinilah peran guru untuk menjadi sahabat yaitu orang yang bersedia menemani dan mendengarkan keluh kesahnya. Guru yang menempatkan dirinya sebagai sahabat akan membuat anak didiknya merasa nyaman dalam menjalani proses belajar mengajar dan juga bagi kehidupannya. Ketiga yaitu sebagi inspirator, ada pepatah yang mengatakan guru yang biasa akan bercerita, guru yang baik akan menjelaskan, dan guru yang besar adalah guru yang memberikan inspirasi. Keempat yaitu sebagai penengah, seorang guru yang bisa menjadi penengah dalam masalah siswanya adalah seorang guru yang sejati. Kelima yaitu rendah hati, seorang guru yang berhasil menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan anak didiknya akan memberikan contoh teladan yang akan memberikan perilaku yang sama bagi anak didiknya. Jadi tidak heran jika cerminan guru yang seperti ini akan membuat siswanya berbangga dan menjadikannya guru yang disenangi.

Inilah beberapa jawaban dari beberapa murid saat ditanya, “Apa yang kamu ketahui tentang guru?” Jawabannya :

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”

Muhammad Saiful Mukminin, murid dari SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong

“Guru adalah kunci yang dapat membuat hati dan pikiranku menjadi terbuka”

Ulma Silmi Kaffah, murid dari SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong

“Guru adalah penghargaan yang sangat berharga”

Faradila Rumbouw, murid dari SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong

“Guru adalah mentari yang menyinari jalan dan masa depanku”

Muhammad Ardhi Firdaus Gunawan, murid dari SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong

“Guru adalah inspirasi dan favoritku”

Ibnu Khomarul Huda, murid dari SD Muhammadiyah 2 Kota Sorong

Kepolosan hati anak didik mengenai ungkapan seorang guru baginya adalah kejujuran. Jika seorang guru dapat mempraktikkan sikap sabar, tenang, bersahabat, menjadi pendengar, menjadi penengah, dan senantiasa selalu memberikan cinta dan kasih sayang terhadap anak didiknya, maka proses pembelajaran akan berjalan begitu menyenangkan dan menggembirakan. Guru yang disenangi siswanya tentu kehadirannya akan selalu ditunggu, pembicaraannya akan selalu didengar, dan sikapnya akan selalu jadi panutan. Semoga semua guru di dunia ini dapat menjadi guru yang desenangi semua anak didiknya.

Abdul Hakim

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: