Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Profesor Thamrin Amal Tamagola: Antara Intelektualitas dan Sarkastik

OPINI | 28 June 2013 | 14:12 Dibaca: 2858   Komentar: 68   6

Thamrin Amal Tomagola, ini lah pria yang pada acara disebuah teve swasta mendapatkan siraman ‘ruhani’ berupa segelas teh manis anget dari seorang anak muda pemarah, Munarman jubir dari ormas yang pemarah pula. Siraman ‘ruhani’ yang penulis maksudkan adalah dimana Thamrin Amal Tomagola menjadi tahu bahwa berkomunikasi dengan orang lain secara live dan face to face mempunyai etika tersendiri. Dia sedang tidak bicara di depan mahasiswa-mahasiswanya. Apalagi dengan embel-embel gelar profesor di bidang sosiologi seharusnya membuat Thamrin Amal Tomagola mengerti betul postur dan gestur dan etika berbicara yang tidak menimbulkan antipati teman bicara.

Masih diingat kasus Thamrin Amal Tomagola di sidang secara adat Dayak pasca membuat pernyataan yang memerahkan kuping warga suku Dayak berkait dengan kehadirannya sebagai saksi ahli dari kasus Ariel Peterpan pada kasus video mesum yang beredar waktu itu.

“Dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli, Thamrim menyatakan kasus yang dialami Ariel merupakan hal yang biasa saja, sama seperti masyarakat Dayak yang biasa bersanggama tanpa ikatan perkimpoian. Itu telah melukai hati seluruh masyarakat Dayak,” kata Rumsyah Bagan, Ketua Pimpinan Pusat Presidium Laskas Adat Dayak Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Mulutmu harimaumu, demikian sebuah pepatah yang klasik terkait dengan kehati-hatian berbicara malahan luput dari materi perkuliahan di fakultas yang biasa pria ini berikan. Mulutnya benar-benar menjadi harimaunya.

Munarman memberikan siraman ‘ruhani’ yang kelak dapat menyadarkan Thamrin bahwa terkadang gelar berjibun tidak serta merta menjadikan seseorang mempunyai level wisdom yang tinggi. Pemilihan kalimat sangat mempengaruhi opini dan persepsi seseorang terhadap orang yang menyampaikannya.

Salam Siraman ‘Ruhani’

Tautan Rujukan

1. http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/thamrin-amal-tomagola-professor-sekelas-orang-liberal-ngawur.htm#.Uc0P5Ttmy6w

2. http://islampos.com/habib-rizieq-sering-lecehkan-umat-islam-thamrin-layak-disiram-65114/

3. http://www.politikindonesia.com/index.php?k=politik&i=16661

4. http://www.tempo.co/read/news/2011/01/22/179308179/Majelis-Adat-Dayak-Vonis-Thamrin-Amal-Tomagola-Bersalah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cermin Hitam di Taman Nasional Sebangau …

Pratiwi Cristin Har... | | 23 October 2014 | 12:06

Pintarnya Mahasiswa Beralasan …

Giri Lumakto | | 23 October 2014 | 13:57

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Lee Chong Wei Positif Doping, Pelajaran …

Arnold Adoe | | 23 October 2014 | 18:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 9 jam lalu

Seekor Babi Mati Bunuh Diri, Karena Setia …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Si Teteh Akhirnya Menjadi Kompasianer …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Selusur Goa, Mengingat Kembali Stalaktit dan …

Mentari_elart | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 9 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua Kakak …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Jalasveva Jayamahe, Mengembalikan Kejayaan …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Buah Strawberry untuk Kesehatan Jantung …

Puri Areta | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: