Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Endang Susilawati

saya lahir di Sorong pada tanggal 17 Oktober 1992

Artikel Menariknya Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan

OPINI | 30 June 2013 | 19:09 Dibaca: 1217   Komentar: 1   0

“ MENARIKNYA BELAJAR MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN”

Assalamualaiakum warahmatullah wabarokatuh, Alhamdulillah wasyukurilah penulis dapat meyelesaikan artikel pertama penulis dengan judul “Menariknya Belajar Matematika Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan”

Sebelum memaparkan isi artikel, perkenalkan penulis memperkenalkan diri. Nama Lengkap penulis yaitu Endang Susilawati, lahir di Sorong, pada Tanggal 17 Oktober 1992. Berkebangsaan Indonesia dan Beraga Islam.

Model pembelajaran kooperatif khususnya mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan logis, analitis, sistematis, deritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada peserta didik, apabila guru masih menggunakan model pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dariguru ke peserta didik, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cendeerung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik merasa jenuh dan tersiksa, oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada peserta didik, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tetapi menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani (2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran, pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam artikel ini penulis lebih mengkhususkan model pembelajaran tipe kartu arisan. Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Menurut Kamus Bashasa Indonesia arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi diantara mereka untuk menentukkan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan disebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. Model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan adalah suatu strategi pembelajaran yang tumbuh drai penelitian pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dan waktu bergiliran secara bergantian.

Model pembelajaran kooperative tipe kartu arisan ini menggunakan media kartu, pola media kartu yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut :

a. Buat kartu (10×10 cm) sebanyak jumlah siswa untuk menulis jawaban.

b. Buat kartu (5×5 cm) sebanyak jumlah siswa untuk menulis soal.

c. Wadah atau tempat untuk meletakkan kartu-kartu.

Langkah-langkah model pembelajaran tipe kartu arisan ini adalah sebagai berikut :

a. Bentuk kelompok secara heterogen

b. Kertasa jawaban bagikan kepada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan kedalam gelas.

c. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban.

d. Apabila benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya.

Dalam setiap model pembelajaran ada kekurangan maupun kelebihan. Kelebihan dari model pembelajaran kooperativ tipe kartu arisan ini adalah pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata, siswa akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk mendapat giliran. Kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan ini adalah tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain.

Dari segala kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan penulis berharap belajar matematika sudah tidak dianggap pelajaran yang menjenuhkan. Model pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang silih asah (saling mencerdaskan), silih asih (saling menyayangi), dan silih asuh (saling tenggang rasa) antar sesama siswa sebagai latihan hidup dari dalam masyarakat nyata.

Aimas, 17 Juni 2013

Penulis

ENDANG SUSILAWATI

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: