Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Alviana Oktavia

Universitas Muhamadiyah Sorong ( UMS )

Artikel Matematika

OPINI | 03 July 2013 | 06:29 Dibaca: 189   Komentar: 0   0

Matematika yang menarik dalam konsep matriks.

Matematika yang di pahami oleh sebagian besar orang adalah sebagai ilmu hitung semata yang dalam pembelajarannya matematika hanya berkaitan di seputar angka dan rumus. Matematika oleh sebagian besar siswa-siswi SMP atau SMA dianggap sebagai momok yang cukup membuat siswa bahkan orang tua anak menjadi stress, terlebih ketika mereka menghadapi ujian nasional sehingga matematika dianalogkan sebagai musuh atau hantu yang harus di perangi habis-habisan. Pemahan tentang matematika yang pembelajaranya hanya berkaitan di seputar angka dan rumus tentunya adalah sebuah pemikiran yang picik dan matematika tidak perlu dianalogkan sebagai musuh atau hantu yang harus diperangi habis-habisan, sebab ada sejuta misteri sebenarnya yang tersembunyi dibalik tabir matematika yang menggunakan logika dalam berpikir ketika belajar. Dalam pembelajaran matematika tidak hanya menggunakan otak kiri dalam menghitung angka maupun mnurunkan rumus-rumus yang ada, dalam hal ini otak kanapun bergerak aktif dalam menciptakan kreatifitas dalam mengolah matematika menjadi suatu hal yang menyenangkan. Gerakan “Sadar Matematika” juga perlu dicanangkan sebab matematika bukan pelajaran yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Berjalan,makan,tidur, bahkan bernafaspun secara tidak sadar menggunakan matematika. Matematika juga melekat pada pelajaran biologi, fisika dan kimia sehingga matematika dapat di katakan berada di mana-mana.

Pembelajaran matematika di kelas cukup mempengaruhi tingkat pemahaman dan penguasaan siswa tengtang matematika. Hal inilah yang mengharuskan pembelajaran matematika harus di kemas semenarik mungkin, salah satunya dengan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Matriks dan sistem eliminasi adalah salah satu contoh dari sekian banyak materi matematika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat di kemas ke dalam sebuah soa cerita sepeti yang terlihat di bawah ini:

“Pada toko yang sama Ani dan Bety membeli buku tulis dengan merk yang sama. Ani membeli 2 buku tulis dan satu spidol dengan membayar Rp 14.500.00. Bety membeli 3 buku tulis dan 2 spidol dengan membayar RP 20.500.00. jika Dinda membeli 1 buku tulis dan 1 spidol maka ia harus membayar ?……”.

pertanyaan dari soal cerita tersebut secara matriks dapat di slesaikan dengan menggunakan sisten determinan ( hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal utama di kurangi dengan hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal samping ). Adapun langkah-langkah yang harus di ambil adalah sebagai berikut:

Di ketahui sistem persamaanya : 2x + y = 14.500
3x + y = 23.500

A. sistem persamaan tersebut dimasukan ke dalam bentuk matriks:

Matriks = 2 1 x = 14.500

3 2 y 23.000

A. Matriks koefisien = 2 1

3 2

B. Determinan = ad – bc

=2.2 – 3.1

= 4-3

= 1

A. 2 1 x

3 2 = 14.500

23.000

X

Y = 2 1 14.500

3 2 23.000

A. Matriks koefisien = 2 1

3 2

B. Determinan = ad – bc

=2.2 – 3.1

= 4-3

= 1

C. 2 1 x

3 2 = 14.500

23.000

X

Y = 2 1 14.500

3 2 23.000

X = 1 = 2 1 14.500

ad - bc

y 3 2 23.000

x = 1 = 2 1 14.500

4 -3

y 3 2 23.500

x = 1 -2 -1 14.500

y -3 -2 2.000

x = 1 29.000 -23.000

y -43.500 46.000

x = 6.000

y 2.500

Dari penyelesaian tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa harga buku tukis perbuahnya adalah Rp. 6.000 dan spidol perbuahnya adalah Rp. 2.500. sehingga untuk membeli 1 buku tulis dan 1 buah spidol dinda harus membayar uang sebesar Rp. 8.500.

B. Sistem Eliminasi

Diketahui sistem persamaannya untuk mencari nilai y :

2x + y = 14.500×3

3x + y = 23.000×2 -

6x + 3y = 43.500

6x + 4y = 46.000

-y = -2.500

y = 2.500

Untuk mencari nilai x:

2x + y = 14.500×2

3x + 2y = 23.000×1

4x + 2y = 29.000

3x + 2y = 23.000 -

X = 6.000

Dengan menggunakan sistem eliminasi pun didapatkan hasil yang sama yakni harga buku yang dilambangkan dengan nilai x Rp. 6.000/buah sedangkan harga spidol yang dilambangkan dengan y Rp. 2.500/buah.

Demikian artikel ini di tulis, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 4 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 6 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 9 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Cinta Sejati …

Adhikara Poesoro | 8 jam lalu

Mengenal Air Asam Tambang …

Denny | 8 jam lalu

Afta dan Uji Kompetensi Apoteker …

Fauziah Amin | 8 jam lalu

Demo BBM vs Berpikir Kreatif …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa (Paradigma Baru …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: