Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fauziah Fitri

Mahasiswi Universitas Muhamadiyah Sorong Jurusan Matematika simple girl 'n be strong girl

Manfaat Model Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Pembelajaran Matematika

OPINI | 03 July 2013 | 10:53 Dibaca: 733   Komentar: 0   0

Sebelumnya, saya minta maaf atas tulisan artikel ini. Bila ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini. Saya sekedar membagi ilmu yang saya dapat selama kuliah dan yang saya ketahui dalam pembelajaran matematika. Mohon ijin kepada para Guru-guru yang telah berpengalaman maupun pakar-pakar model pembelajaran yang merasa tulisan ini kurang berkenan. Matematika, salah satu mata pelajaran yang paling saya sukai sejak mengenal pelajaran ini. Apapun namanya, bila pelajaran hitungan paling saya senang. Tapi, saya mellihat betapa banyak siswa-siswi sekarang yang bahkan tidak menyukai pelajaran ini. Kenapa?. Alasanya beragam, dari yang susah, gurunya membosankan, tidak mengerti penjelasan guru, dan lainnya. Padahal, Matematika sebagai salah satu ilmu dasar adalah merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan di semua level pendidikan. Tapi, setelah saya telusuri secara umun dan rata-rata karena kondisi kelas yang statis. Dimana guru aktif berbicara tapi siswa sendiri tidak aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Guru menerangkan, murid mendengarkan, mengerjakan soal dan akhirnya memberi tugas. Kondisi begini membuat para siswa tidak semangat dalam belajar. Oleh sebab itu, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai pengaplikasiaan Model Pembelajaran Tutor Sebaya yang saya pernah pelajari dan saya baca dalam buku. Sebelumnya saya ingin menjelaskan mengenai Model Pembelajaran Tutor Sebaya. Tutor adalah mereka orang pilihan yang dijadikan sebagai pembimbing dalam suatu kelompok. Karena yang menjadi tutornya adalah teman seumur atau sebaya, maka model pembelajaran ini disebut tutor sebaya. Secara usia yang sama, tentu memungkinkan interaksi antar siswa lebih intensif. Karena dengan melihat temannya bisa menjadi tutor maka menimbulkan rasa persaingan sehat dalam kegiatan belajar mengajar. Karena model ini lebih berpusat pada siswa. Dengan umur sebaya antara tutor dengan yang lain maka penerimaan pembelajaran akan lebih dimengerti. Karena tutor sebaya akan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan mudah dipahami antar siswa. Sehingga, siswa yang lain dapat menerima penjelasannya. Bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami, dan teman yang tidak tahu lebih berani untuk bertanya maupun memberi tanggapan. krena mereka teman sebaya. bagaimana memilih siswa yang bisa menjadi tutor? Pillihlah siswa yang nilai rata-ratanya paling tinggi dari siswa yang lain. Tentukan banyaknya tutor sebaya sesuai dengan banyaknya kelompok yang akan dibentuk. dari penjelasan singkat diatas, dapt ditarik kesimpulan bahwa, Model Pembelajaran Tutor Sebaya adalah model pembelajaran yang memaksimalkan siswa pandai sebagai tutor dalam satu kelompok.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Tutor Sebaya

1. Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi.

2. Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen sebanyak 5-7 orang. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya.

3. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.

4. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik didalam kelas maupun luar kelas.

5. Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan tugasnya secara berurutan sesuai dengan materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.

Keberhasilan seorang Tutor dilihat dari hasil kelompok yang telah dijelaskan oleh wakil masing-masing dari kelompok.

Namun, setiap model pembelajaran pasti mempunyai sisi negatif maupun positifnya

a).Kelebihan tutor sebaya saya jelaskan sebagai berikut;

1.sanngat berhasil lebih baik bagi beberapa anak yang mempunyai perasaan takut dan enggan kepada gurunya, baik bertanya maupun menjawab.

2. Sebagai siswa tutor, pekerjaan tutoring, akan memperkuat konsep dan pengetahuannya secara lebih baik dari apa yang telah dibahas.

3. Bagi tutor menjadi tempat kesempatan untuk melatih diri, melatih rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai tutor, dan melatih kesabaran.

4. Mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial dan rasa solidaritas antar siswa.

5. Para siswa lebih mandiri dan bersikap dewasa dan punya rasa setia kawan.

b). Kekurangan Tutor Sebayai

1. Siswa yang dibantu terkadang belajar kurang serius karena beranggapan bahwa tutornya adalah teman sendiri, sehingga hasilnya terkadang kurang memuaskan.

2. Ada beberapa siswa yang menjadi malu ketika bertanya atau menjawab karena takut jawabanya akan salah dan ketidaktahuannya akan diketahui oleh temannya.

3. Pada saat tertentu pekerjaan tutoring ini sangat sulit dilaksanakan karena perbedaan kelamin, genre dan sosial budaya antara tutor dengan dengan siswa yang diberi program perbaikan.

4. Bagi guru juga menemukan kesulitan untuk menemukan tutor yang tepat bagi kelompok atau beberapa orang siswa yang harus dibimbing.

Dari semuanya penjelasan diatas, kita bisa membandingkan bagaimana impelemntasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Matemtika. Namun, berhasil dan tidaknya pengaplikasian ini bergantung pada guru bidang study yang mengaplikasikannya dalam kelas. Pilihlah siswa pintar yang bisa mennjadi tutor bagi temannya sendiri. siswa yang dapat menjadi panutan dan mampu membantu yang lain dan tidak pelit ilmu. Tentukan siswa yang dapat dengan lancar menjelakskan pada temannya dandapat menjawab setiap pertanyaan dari temannya. Demikian artikel ini saya tulis, mudah-mudahan berguna bagi tema-teman sekalian dan dapt dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih bagi pembaca tulisan ini. bila ada kekurangan disana-sini saya minta maaf. Terima Kasih.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 7 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 11 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 11 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Tulus Jokosarwono | 11 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: