Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asrulsani Abu

Lahir: Pare-pare 08 July Pendidikan: University of Western Sydney Hawkesbury Richmond Australia. Universitas Trisakti Jakarta Organisasi: Vice selengkapnya

Manajemen Puasa Sebagai Alat Terdahsyat?

OPINI | 08 July 2013 | 08:10 Dibaca: 308   Komentar: 0   1

Total Life Management by Sani Management

Puasa adalah salah satu ibadah dalam Islam yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh.‚

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (QS:2:183)

Puasa secara sederhana artinya menahan atau mengontrol diri dari rasa lapar dan haus. 

Dari sisi pandang Manajemen, Puasa adalah sebuah alat atau metode manajemen terbaik dari Allah SWT untuk mengontrol fikiran, hati, jiwa dan diri manusia secara total untuk mencapai tingkat takwa.

Mengapa manusia diharapkan untuk menjadi orang-orang yang bertakwa? ini disebabkan karena manusia yang bertakwa adalah manusia yang mulia dan manusia yang mulia adalah manusia yang diridhai Allah SWT untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Jadi tujuan takwa itu dari esensi puasa akan menghantarkan manusia menjadi manusia yang mulia.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu” (Al-Hujurat (49) :13)

Manajemen Puasa adalah sebuah alat atau metode sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengaksian, dan pengontrolan untuk mencapai tingkat Takwa secara efektif dan efisien.

Jadi, target utama orang yang berpuasa adalah mencapai tingkat takwa sehingga kita manusia dapat menggapai ridha Allah guna mencapat tujuan akhir kita bahagia dunia dan akhirat.

Manajemen puasa merupakan “Total Controlling Process” mulai dari jiwa, hati, fikiran dan diri dikontrol dan dikelola semata-mata untuk mencapai target utama kita yaitu target takwa.

Secara total manajemen puasa mengontrol 4 hal dalam diri manusia yaitu:

  1. Body Management: Puasa merupakan proses mengelola nafsu badaniah. Jadi yang dikontrol adalah nafsu makan dan minum serta nafsu yang berhubungan dengan fisik kita. Pada tahap pertama kita dituntut untuk dapat menahan rasa lapar dan haus mulai dari subuh hingga maghrib. Pada tahapan awal ini, umumnya kita semua bisa melaluinya dengan mudah bagi yang dewasa, namun tidak mudah bagi yang memiliki fisik yang masih lemah seperti anak-anak ataupun orang yang sudah senja. Dalam Manajemen diri (Body Management) kita sebagai manusia berusaha mengelola rasa lapar dan haus yang sering muncul didalam diri kita selama 11 bulan yang lalu. Dengan kemampuan mengontrol dan mengelola tubuh kita dari perasaan lapar dan haus maka tubuh ini secara total telah diberikan kesempatan dalam merefresh tubuh kita yang paa akhirnya akan memberikan kesehatan bagi tubuh yang secara terus menerus telah digunakan dengan tanpa kontrol.
  2. Mind Management: Puasa merupakan proses pengelolaan fikiran-fikiran negatif menjadi fikiran yang positif. Fikiran-fikiran yang negatif berasal dari perasaan yang tidak memiliki rasa syukur akan begitu banyaknnya kebahagiaan dan berkah yang diberikan Allah kepada kita sang manusia. Fikiran-fikiran yang positif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi manusia dalam kemampuan mengelola masalah yang setiap hari menghadang. Seringkali masalah yang datang bisa menjadi sangat fatal jika disikapi dengan fikiranbyang negatif. Namun sering kali setiap masalah yang besar jika disikapi dengan fikiran yang positif maka masalah tersebut malah menjadi sebuah anugrah bagi orang-orang yang berfikiran positif.
  3. Heart Management: Puasa melatih kita dalam mengelola hati kita yang masih sering sakit hati dan terlukai oleh orang-orang di sekitar kita. Banyak orang yang merana karena perasaan sakit dan dendam yang telah dipendamnya bertahun-tahun bahkan sampai meninggal perasaan sakit hati itu masih sangat terpendam. Orang-orang yang memiliki perasaaan sakit hati, iri hati, dengki, kikir dan dendam adalah orang-orang yang tidak mampu mengelola hatinya (Heart Management). Dalam mengelola hati inilah puasa membantu kita dengan adanya momentum silaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Momentum perasaan saling memaafkan dan melupakan kesalahan serta kekhilafan yang telah lalu akan membawa hati kita lepas dari segala beban yang memberatkan kita selama ini. Kita tidak akan bisa secara total maju menuju target kehidupan kita jika kita masih memiliki hati yang terluka denganbanyaknya beban hati yang belum bisa memberikan perasaan maaf kepada orang lain. Memberikan maaf kepad orang yang menyakiti kita sebenarnya bukanlah untuk orang itu, namun pemberian maaf itu adalah sebenarnya untuk kebaikan perasaan hati kita sendiri. Memaafkan tidak akan pernah merubah masa lalu, namun memaafkan akan memberikan jalan yang melegakan di masa depan.
  4. Soul Management: Puasa di bulan ramadhan memberikan training terbaik dari Allah untuk mengelola jiwa menjadi jiwa-jiwa yang baik dan ikhlas. Kebaikan itu memberikan kebahagiaan bagi kita. Betapa banyak orang yang tidak ingin dimanfaatkan oleh orang lain. Padahal orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, dan alam semesta. Puasa melatih pengelolaan jiwa-jiwa yang ikhlas belajar, bekerja, dan beraktifitas sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Karena merupakan ibadah maka setiap kegiatan adalah semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT. Orang-orang yang tidak berharap pada perasaan ingin dipuji, ingin dihargaioleh jabatannya adalah orang-orang yang lepas dari jebakan jiwa yang tidak ikhlas. Jiwa yang tidak ikhlas telah memenjarakan manusia dari keburukan jiwa itu sendiri. Sebaliknya jiwa yang ikhlas akan memberikan perasaan yang lega, lepas, merdeka tanpa beban karena hidupnya semata-mata untuk kebaikan. Orang-orang yang ikhlas tidak akan mudah terjebak oleh jebakan harta, wanita dan tahta. Karena orang-orang yang ikhlas selalu hanya berharap keridhaan Allah, maka apakah yang lebih tinggi pencapaiannya selain Ridha Allah?….

Secara nyata dan menyeluruh, inti puasa adalah sebuah alat manajemen total terdahsyat dari Allah SWT dalam rangka mengelola kehidupan manusia dan alam semesta.

Manajemen puasa dengan terstruktur dan sistematis mengelola tubuh kita, fikiran kita, hati kita, dan jiwa kita untuk tetap bertakwa kepada Allah SWT yang pada akhirnya akan memberikan kebahagiaan dunia-akhirat.

Selamat menjalankan manajemen “control” dari Allah SWT, mohon maaf jika ada khilaf dan kesalahan dalam penulisan selama ini….


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Optimistis Melihat Produk Lokal dari Pasar …

Asri Alfa | | 22 October 2014 | 19:36

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 13 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 13 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 13 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 14 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Bidan Desa Tak Peduli, Nyawa Bayi …

Yohana Damayanti Ma... | 8 jam lalu

Judge …

Ayu Syahbana Surbak... | 9 jam lalu

Memilih Makanan Halal di Eropa …

Aries Setya | 9 jam lalu

Amplas …

Katedrarajawen | 9 jam lalu

Obama Dream atau Obama Nightmare ? …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: