Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Baktidw

Lulusan UNP 2013 | Lahir di Kampar - Riau || @BaktiDW

Kegalauan kepada BPP-DN

OPINI | 09 July 2013 | 16:40    Dibaca: 1428   Komentar: 10   0

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankan, dan selamat menyambut bulan suci ramadhan.

Saya adalah satu dari sekian ribu calon mahasiswa yang mendaftarkan diri mengikuti Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun 2013.  Saya mendaftar pada salah satu Instansi pendidikan yang populer diwilayah Jawa Timur. Pada minggu pertama Juli 2013, pengumuman seleksi telah keluar dan saya dinyatakan diterima. Namun, hanya sebatas diterima di institusi dan akan diusulkan untuk mendapatkan BPPDN. Menurut pedoman yang dikeluarkan dari Dikti, bahwa Dikti menyampaikan hasil penetapan penerima BPPDN kepada PPs penyelenggara. Pada minggu ke tiga Juli 2013 PPs penyelenggara akan mengumumkan kepada penerima BPPDN. File pedoman BPPDN dapat anda download di sini

137336180812632519

Pada jadwal kegiatan yang dikeluarkan oleh Dikti sangat jelas, artinya sekarang minggu kedua, dan akan berakhir pada tanggal 14 Juli 2013. Itu berati Dikti menyampaikan hasil penetapan Penerima BPP-DN kepada PPs Penyelenggara. Tinggal nunggu minggu ke tiga Juli 2013 untuk mengetahui hasilnya.

Skema penerimaan adalah seperti gambar dibawah ini

137336209136285198

Menurut skema gambar diatas, Calon penerima diusulkan oleh PPs penyelenggara, kemudian bahan diverifikasi oleh Dikti, dan apabila diterima maka Mahasiswa akan kuliah dengan biaya BPP-DN.

Kegalauan saya terletak disini. Ada Instansi yang memerintahkan untuk mendaftar ulang dengan mengeluarkan biaya dari kantong sendiri terlebih dahulu, apabila pengumuman dari Dikti sudah keluar dan dinyatakan mendapat beasiswa, maka uang tersebut akan diganti. Nah, loh… iya kalo diterima Dikti, kalo engga gimana?? jadinya kuliah pake biaya sendiri dong.

Untuk Pendidikan Pascasarjana itu biayanya tidak sedikit, apalagi saya yang hanya ekonomi pas-pasan. Apalagi seleksi tahun ini dari Dikti pakai Tes IBT, Oh.. My God… Apa itu IBT, aku gak tau.. aku gak ngerti. Itu lebih sulit dari TOEFL PBT.

Sambung lagi nanti ya, lagi kacau fikiran saya soalnya

Salam,

Mahmud Idris

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita dari Selatan Sumatera (2/2) – Way …

Pradhany Widityan | | 28 May 2015 | 08:47

Manisnya Yogyakarta: Ketika Coklat, Es Krim, …

Hendra Wardhana | | 28 May 2015 | 09:20

Sudah Siap Menikah? Jawab 10 Pertanyaan Ini …

Cahyadi Takariawan | | 28 May 2015 | 07:29

Masker Bioselulosa di Luar Negeri Sedang …

Rahmad Agus Koto | | 28 May 2015 | 03:17

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Petral Diaudit, Posisi Politik Jokowi, dan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Berbahayanya Provokasi Prabowo dalam Kasus …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Anak Kapolda Palu Punya Banyak Prestasi? …

Wiwi Gustiwi | 7 jam lalu

Ijazah Palsu, Wakil Rakyat Palsu …

Muthiah Alhasany | 10 jam lalu

Anomali, Kesejahteraan Sosial Jokowi …

Imam Kodri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: