Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdul Kahar

abdul kahar adalah sosok yang optimistis dan sabar

Fenomenal

OPINI | 13 July 2013 | 21:13 Dibaca: 76   Komentar: 0   0

fenomenal
Indonesia marupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, namun pada kenyataannya kekayaan akan sumber tersebut hanya dikelola oleh para investor asing yang sedang hinggap di indonesia.
Sumber daya alam yang terdapat di indonesia kini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi para investor asing yang ada di indonesia. Pertanyaanya kemudian, “kemana para alumni-alumni sarjana yang ada di indonesia ??”.
Sumber daya alam yang dikelola oleh para investor asing mengakibatkan terjadinya krisis moneter yang ada di indonesia. Krisis tersebut dikarenakan keuntungan akan pengelolaan sumber daya tersebut hanya dinikmati oleh beberapa gelintir kaum saja.
Ratusan anak indonesia yang sampai hari ini meninggal karena kelaparan dn kekurangan gizi, ribuan ibu yang tidur karena kelaparannya. Entah, sampai hari ini akankah kita meratap nasib hingga ajal menjemput.
Siapakah yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi, ketika para wakil-wakil rakyat hanya sibuk berebut jabatan, dan para akademisi hanya sibuk memperbaiki nilai, dan para aktivis-aktivis hanya sibuk dengan kepentingan pribadinya.
Sumber daya alam dan pengelolaanya yang dihisap oleh para pemilik modal menjadikan indonesia sebagai negara yang tak berpenghasilan. indonesia yang kaya akan sumber dayanya hanya mengharapkan fungli sebagai sumber penghasilan utamanya. “sungguh miris rasanya, ktika aku mengharap ketentraman dinegeriku”
Penghasilan dari upeti tersebut adalah salah satu pengharapan rakyat untuk sampai ketangan mereka namun pada kenyataannya, semua itu hanya diambil oleh para diktator-diktator yang tak bertanggung jawab, tak hnya itu, berbagai macam proyek negera pun berhasil digagalkan oleh para elite politik.

Entah, sampai kapan aku harus menikmati dunia kelamku?
Akankah dunia oligarkis membudaya dinegeri kita?
Ataukah dunia partisipatif yang akan membudaya dikalangan sekita kita?

Nb: Apakah argumentasi tersebut adalah wacana propaganda belaka?, apa maksud penulis untuk mengangkat wacana yang bagi segelintir orang adalah permasalahan yang krusional?, mari kita duduk bersama untuk menyelesaikan setiap goresan pena yang akan kita ukir bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 7 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 12 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: