Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ramdhan Hamdani

Nama Lengkap : Ramdhan Hamdani, S.Pd Pekerjaan : Guru SDIT Alamy Subang, Staff Pusat Sumber Belajar selengkapnya

Makna Evaluasi Pendidikan

OPINI | 14 July 2013 | 20:18 Dibaca: 531   Komentar: 0   1

Makna Evaluasi Pendidikan

Salah satu bentuk evaluasi hasil belajar siswa untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA, yaitu Ujian Nasional baru saja dilaksanakan. Seperti kita ketahui, pemerintah menetapkan nilai ujian nasional sebagai salah satu faktor yang menentukan kelulusan peserta didik disamping nilai dari sekolah. Artinya, siswa yang nilai UN nya jeblok sudah bisa dipastikan tidak dapat dinyatakan lulus meskipun nilai raport ataupun nilai ujian sekolahnya tinggi. Tak heran jika banyak pihak mengangap UN layaknya taruhan, mengingat peluang yang dimiliki oleh siswa jika UN dilaksanakan dengan jujur adalah fifty-fifty.

Akibatnya, Ujian Nasional tak ubahnya sebuah arena pertandingan yang mempertontonkan pertarungan antara pemerintah melawan pihak sekolah. Dengan “jurus” soal UN yang disusun sebanyak 20 paket pemerintah terkesan ingin “menjegal” para peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Disisi lain, nampaknya pihak sekolah pun tidak mau sampai kehilangan muka jika ada peserta didiknya yang sampai tidak lulus UN. Berbekal “pengalaman” dan “penguasaan” medan, nampaknya sekolah selalu mempunyai celah untuk melakukan “penyelamatan”.

Sejatinya evaluasi pendidikan bertujuan untuk menilai apakah program pembelajaran yang tengah dilakukan sudah berjalan dengan baik atau tidak, bukannya untuk menjegal maupun menyelamatkan peserta didik. Dengan begitu, evaluasi yang dilakukan akan benar-benar memiliki makna. Bagi peserta didik, hasil evaluasi yang objektif akan memberikan informasi tentang sejauh mana mereka sudah menguasai materi pelajaran, bab-bab atau pelajaran – pelajaran manakah yang masih harus mereka perdalam. Bagi tenaga pendidik, evaluasi yang dilakukan akan memberikan gambaran tentang kompetensi yang dimiliki siswa sekaligus memberikan feed back bagi guru yang bersangkutan dalam memperbaiki metode maupun strategi pmbelajaran yang selama ini digunakan.

Adapun bagi dinas terkait dalam hal ini Kemdikbud, hasil evaluasi yang objektif hendaknya menjadi informasi yang berharga tentang sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam bidang pendidikan melalui program-programnya sekaligus masukan untuk memperbaiki program-program yang selama ini dianggap masih memiliki kekurangan. Berdasarkan penjelasan diatas, sudah seharusnya kita memandang evaluasi sebagai suatu upaya dalam rangka melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dan bukan sebaliknya malah menjadi momok yang menakutkan, khususnya bagi peserta didik.

Disamping itu, diperlukan kelapangan dada dari semua pihak, khususnya pihak sekolah dan pemerintah dalam menerima berbagai masukan dari masyarakat, khususnya para tenaga pendidik yang memang tahu persis kondisi di lapangan. Dengan begitu kita berharap tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan dalam undang-undang dapat tercapai dengan baik, yaitu membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Topeng Politik Langsung Terbuka di Hari …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 10 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 13 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Cinta yang Terlarang #14 ; Cuma …

Y.airy | 8 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 8 jam lalu

“Menjadi Indonesia” dengan Batik …

Hendra Wardhana | 9 jam lalu

Dzikir Seorang Perokok …

Ahmad Taufiq | 9 jam lalu

Superbike R-25, Solusi untuk Gerak Cepat …

Zulfikar Akbar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: