Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Selayang Pandang Dari Pelatihan untuk Guru Sasaran Kurikulum 2013 (Hari Ke - Dua)

REP | 15 July 2013 | 14:27 Dibaca: 142   Komentar: 0   0

Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh sekolah saya untuk mengikuti diklat pelatihan guru sasaran bidang studi matematika  pada sosialisasi Kurikulum 2013 . Sehingga saya berharap tidak hanya tau sedikit untuk ikut menganalisis layak atau tidak layak ( ups harus layak nih sepertinya ) , member ikritikan, masukan dan saran yang tentunya membangun bagi kurikulum yang baru tumbuh di tahun 2013 ini . Artinya tidak hanya sekedar menolak atau omdo saja menjelek jelekkan tanpa data yang valid. Maklum kita orang matematika itu harus terbiasa bicara dengan fakta dan data ( he he padahal ga hanya matematika saja kali ….! ) . Setelah hari pertama mentor , guru pendamping dan irjen LPMP secara kompak mengatakan sejujurnya bahwa mereka dikejar deadline, baik pelatihan guru nasional, dan guru inti serta persiapan untuk guru sasaran seperti aku dan teman temanku saat ini. Dan mereka mengatakan bahwa tgl 4 Juli mereka baru start.

Jam 8 hari kedua ini aku dan teman sekamar ( kami berempat, 3 dari SMKku termasuk aku, satu dari SMK Tambelang ) . Membawa semangat baru akan mendapat lagi hal yang terbaik dari hari kemarin. Karena semalam hingga pukul 10 malam kami sibuk mengerjakan tugas mandiri kelompok tentang analisis SKL, KI dan KD yang silabusnya belum ditangan, bahkan hingga ditangan guru nasional sekalipun. Ada hal yang menarik dari mentor kami yang guru inti , mereka betul betul secara jujur dan semangat ingin berbagi materi yang mereka dapat maupun penderitaan yang sama kini kami dapat. Apa itu ? Kebingungan yang sama dikepala kami dan jawaban yang tidak pernah memuaskan ! wkwkwk lucu sekali bapak mentor kami ini saat sharing, bukan curhat loh !.
Ternyata hari kedua kami mendapatkan hal yang sama , mentor guru inti dan guru nasional yang masih gagap dan membaca materi ( yang sebenarnya kami bisa membaca sendiri juga loh , maksudnya teks book gitu ) mana lagi puasa…bikin kami ngantuk dan borrrrrring  habis. Mau kami, mereka justru mengajarkan bagaimana bukan menelaah sendiri dengan ditingkahi kebingungan dan semangat mereka ke kami untuk “ sudah jangan sibuk protes , jalani sajalah…nanti juga kan oktober akan dievaluasi , namanya juga kurikulum tumbuh , pasti banyak tunas tunas baru yang bisa jadi suplemen tambahan buat intinya . Begitu kata bapaknya. Memang betul ada tugas kelompok yang akan dinilai dan wajib dikumpulkan, tapi lebih kearah pengertian kami sendiri dari membaca dan searching. Seperti konsep pendekatan scientific , penilaian autentik yang seperti apa untuk matematika di SMK dengan 12 bab yang harus diberikan selama setahun. Baru setelah kami dalami ternyata , KD – KD dalam buku tersebut ( maksudnya buku teks wajib pegangan guru atau siswa ) hanya sedikit. Artinya hanya sekedar kenal tanpa harus dalam. Dan nantinya dikelas XI pun ada 12 bab lagi tapi tingkatannya lebih tinggi lagi atau KDnya berbeda.
Semuanya bermain di KD. Atau kata kuncinya di KD saja. Kemudian siang hingga sore kami diberi tugas untuk mengulas Analisi buku Siswa dan guru, serta menganalisa simulasi pembelajaran yang menggunakan video sebagai contoh . Untungnya aku berangkat bersama 2 guru yang masih muda , jadi mereka begitu cepat tanggap dan langsung mengerjakan dengan cepat sambil berdiskusi dengan mereka. Yah walau mengutip kata katanya Omjay , aku ini termasuk golongan PDIP ( Penurunan Daya Ingat Permanen wakakak …) jadi seharusnya cepat menulis dibuku , di netbook atau di blog biar tidak cepat lupa . Tapi masa harus dobel dobel sih yang mengerjakan…mubazir kale. Toh nanti kalau sudah jadi aku juga bakalan punya softcopynya kok ( eits ngeles aja ya, bilang aja males ya..).
Memang , sudah puasa , kami juga harus melawan hawa dingin AC alami yang bedanya tidak ada remote controlnya untuk kami kendalikan . Walhasil yang nganggur akhirnya mengantuk . Mau foto foto aku bukan artis narsis jadi agak ada rasa malu masa ABG tua sibuknya foto foto saja.
Ada hal yang sering kami perbincangkan , yaitu guru inti dan pendamping ( guru yang katanya nasional karena dilatih langung oleh orang kementrian ) mereka sejak awal hingga akhir itu selalu berada dikelas kami , dan duduk. Paling sekali sekali berdiri. Kita aja bosen loh beliau lagi beliau lagi , apa mereka juga ga bosan yach ? ( sambil membayangkan reaksi anak muridku kalau disekolah seperti apa ? mungkin ga beda seperti kami kali yaa ) . Kebayang ga sich…5 hari gitu loh belajar dengan orang yang sama dengan type dan model pembelajaran yang sama dan ( ga kreatif , baca maning, baca maning  anak kelas 1 juga bisa yaa..he he . Peace pak ! ). Yang ada kulihat banyak yang sibuk internetan sambil searching cari pelengkap tugas tapi juga sambil up date status…FB dan yang lainnya ( termasuk penulis kali ) . Dan kelas ini rasanya garing sekali ga ada celetukan celetukan nakal yang mengundang tawa..semua serius dan sibuk dengan aktivitas internetnya masing masing. Dihari pertama dan kedua pertengahan masih semangat bertanya,  tapi malu juga , aku lagi aku lagi…takut jadi artis , atau mual yang ditanya 4L kali katanya ( lo lagi lo lagi ). Dan teman teman sekamar saat malam mengeluh, hadooh boyokku panas red ( pinggang/ pantatnya panas karena aktivitasnya hanya duduk dan duduk saja sepanjang 2 hari ini.
Tapi kami bisa apa ? alasan mereka sih para mentor adalah agar mereka bisa mengenal kami dan menghafal agar penilaian tidak subyektif. Okelah bisa bisa bisa..diterima alasannya. Karena ya itu yang kukatakan , dihari pertama kami sudah diberikan pandangan bahwa pelatihan ini tidak akan berakhir sia sia dan akan ada penilaian . Diawal awal sih pada semangat ( xixixi mungkin mereka berharap jadi yang terbaik kali ya…tapi tidak termasuk aku loh , walau kalau nanti pemerintah minta kami untuk membantu sosialisasi lagi seperti guru inti dengan transport yang memadai…bolehlah dipertimbangkan…Wani piro ?? he he matre banget siiiiiiih aku , huss puasa jangan piktor ! ).
Hal yang paling membahagiakan kami adalah menunggu waktu istirahat atau dibolehkan kekamar untuk meluruskan badan ha ha ha , dan , buka puasa yang menunya super memanjakan lidah. Karena lauknya itu bisa berapa macam , belum takjilnya saja berapa macam . ( bisa dilihat dari lampiran foto nih , tapi nggak berani foto makanannya, kan puasaaa nanti aku dikomplain bikin orang ngiler… ) .
Walaupun ada TV dikamar , kmi ini tidak ada yang sempat menonton loh. Karena yang ada gimana caranya kami bisa menyelesaikan tugas tugas mandiri yang harus kami laporkan. Terutama RPP , konsepnya itu sebenarnya tidak terlalu beda dengan KTSP , tapi kami harus memikirkan dan merancang bagaimana pembelajaran yang menyertakan  3 ranah yaitu sikap, pengetahuan dan ketrampilan , baik evaluasi maupun penilaian.  Padahal baru besok hari ke tiga , tapi kami diminta mulai hari kedua memikirkan hal tersebut. Pusiiiiing… Padahal simulasi contoh video yang beliau beliau putarkan ( dan kita juga diberi kesempatan untuk mengcopy bahan materi pelatihan seluas luasnya kok ) , tapi tidak secara detil juga seperti tuntutan yang ada tercantum di permendiknas  no  65 th 2013 ( yang sssst baru diluncurkan itu tanggal 4 Juni loh , allahumma paksain yaa doanya pak mentri ).  Sehingga tugas individu membuat RPP matematika yang  diambil dari 12 bab tersebut dibuku teks contoh yang memenuhi unsur tuntutan kurikulum baru itu  masih cukup membingungkan untuk kami kami , terlebih banyak juga angkatan ABG th lulusan 90-95 an yang… harus dipraktekkan berkali kali baru paham. Wong yang lulusan baru / anak anak muda juga masih bingung kok. Lebihnya mereka trampil juga mencantumkan IT sebagai media pembelajaran yang akan memenuhi konten RPP tersebut.
Oh ya hampir terlupa , kami juga diputarkan video pembelajaran jepang ( tanpa translate saudara saudara ! ) sehingga alhasil kami hanya melihat praktek pembelajarannya, tanpa kami mengerti apa yang mereka bicara dalam lesson study tersebut. Intinya sih kami tau bahwa pembelajaran yang diinginkan pemerintah adalah pembelajaran yang berkarakter dan kreatif sehingga tidak membosankan siswa peserta didik kita. Apalagi Matematika kan mata pelajaran yang di UN kan loooh, biar kedongkrak dikit gitu hasilnya,dan ga perlu dibantu begitu he he. Kalau nilai baguskan juga mengharumkan nama Indonesia , jadi yang didengar bukan tawuran lagi atau korupsinya yang cukup terkenal , waks !                  ( bersambung )

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

Gratifikasi Natal dan Tahun Baru …

Mas Ukik | | 21 December 2014 | 10:01

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 10 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 12 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: