Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Tertawa dalam Pespektif Islam

OPINI | 15 July 2013 | 20:20 Dibaca: 326   Komentar: 0   0

Tertawa,tersenyum,bercanda sampai humorris sekalipun itu  sudah merupakan hal biasa dalam kehidupan manusia.,namun demikian hal  tersebut  dilakukan  harus  dalam    batas-batas   kewajaran  yang   tidak akan menyinggung  perasaan orang lainnya.Dalam Islam juga dikenal ,bahkan diatur sedemikian rupa bagaimana tertawa,tersenyumbercanda dan humor itu sehingga dilakukan dengan baik sesuai ajaran Islam itu sendiri.

Rasulullah SAW  dan para sahabatnya sering melakukan hal itu,tetapi tentu saja sesuai dengan ajaran Islam karena senantiasa mereka di bawah bimbingan Wahyu dan Sunnah Rasul-Nya.Ketika  para sahabat bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai tertawa,apakah itu haram ? Beliau menjawab”"bagaimana bisa  haram,karena Allah -lah yang membuat tertawa dan yang menangis”,ujar Ibnu Abbas kepada  sahabat lainnya.

Selanjutnya Sofyan As Tsaury menjawab pertanyaan sahabat lainnya  pada suatu ketika saat ditanya “Apakah bercanda itu aib?”.Sofyan As Tsaury menjawab mirip dengan jawaban yang di kemukakan oleh Ibnu Abbas,”bagaimana mungkin beranda itu aib,sedangkan ia merupakan sunnah dari Nabi”.Belum puas dengan  jawaban tersebut,maka para sahabat bertanya kepada  Rasulullah Muhammad SAW.

Wahai Rasulullah,tanya  para sahabat,sesungguhnya engkau mencandai kami”.Kemudian  Nabi Muhammad SAW menjawab dengan sabdanya:”Sesungguhnya aku bercanda dan tidak akan mengatakan,kecuali yang benar(HR.Tirmizi).Terkait masalah itu maka bisa disimpulkan tertawa,bercanda termasuk  pekerjaan yang diperbolehkan oleh Syar”i,dan tidak bertentangan dengan  kandungan Al Qur’an dan sunnah Rasul-Nya.

Rasulullah SAW sendiri suka tersenyum,tertawa sampai kelihatan gigi gerahamnya.dan juga bercanda dengan para sahabatnya,keluarganya dan orang-orang  mukmin lainnya.Namun tertawa,tersenyum, bercanda dan humor itu tidak keluar dari batas-batas kewajaran .Rasulullah SAW melakukannya sesuai dengan tuntunan ilahi,sehingga tertawanya,tersenyumnya dan juga  candanya  tidaka menyakiti  orang lain ,tetapi sebaliknya justeru bisa membahagiakan umat.

Dalam buku”Al Adab Al-Mufrad”karya Al- Bukhary dan Ibu Majah dari Abu Hurairah  menulis sebagai berikut:”Janganlah kalian memperbanyak tertawa,karena tertawa itu bisa mematikan hati”.Begitu pula jika seseorang tanpa tertawa,bercanda dan tersenyum bisa juga ia akan stres ,depresi yang pada akhirnya akan mematikan rasa.Karenanya tertawalah,tersenyumlah,bercandalah sekadar tidak melampau  batas-batas syar’i yang sudah ditetapkan.

Senyum itu sedekah,sabda rasulullah SAW.Mengapa demikian ? karena  memang tersenyum  itu jika dilakukan tepat guna  bisa menyenangi dirinya dan juga orang lain.Tertawa,tersenyum dan juga bercanda dan humor itu jika dilakukan sesuai  ajaran islam  akan bisa meringankan beban jiwa raga dirinya dan juga  orang lain.Bukankah tersenum ,bermuka manis kepada  orang merupakan modal dalam pergaulan manusia?

Dalam konteks ini tentunya jika dilakukan tidak berlebih-lebihan,karena setiap yang berlebih-lebihan itu kurang baik sebagaimana juga jika tidak melakukannya,sebab semua perbuatan itu yang paling baik  adalah yang sederhana saja.Dan  manusia yang paling baik adalah yang  bermamfaat bagi sesama.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: