Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sutanto Windura

pendiri dan direktur The BrainicĀ® Insitute dan BrainicĀ® Smart Learning. http://www.brainicsmart.com/

IQ Tinggi = Cerdas dan IQ Rendah = Bodoh ?

OPINI | 22 July 2013 | 11:32 Dibaca: 938   Komentar: 4   0

Pembaca jenius dengan multi kecerdasan,

13744672012113972078

Anda tentu pernah mendengar istilah IQ atau Intelligent Quotient, bukan? Anda mungkin sudah tidak asing lagi, tapi Anda mungkin belum tahu apa arti sebenarnya. Pada umumnya, orang akan bangga jika pernah mengikuti tes IQ dan tinggi hasilnya. Demikian pula, betapa bangganya orang tua yang anaknya ber-IQ tinggi. Itu tentu tidak salah. Namun justru ada 3 hal yang berbahaya, yaitu:

  • IQ bukanlah SATU-SATUNYA ukuran kecerdasan manusia
  • IQ adalah bukanlah ukuran MUTLAK kecerdasan manusia
  • Dan yang lebih berbahaya lagi, orang atau anak yang IQ-nya tidak tinggi, menganggap dirinya tidak cerdas atau tidak punya masa depan

Jadi, apa sebenarnya IQ ini?

Pada brain tips sebelumnya, saya telah menerapkan konsep yang bertajuk Kecerdasan Berganda atau Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intelligences. Begitu juga dengan segala aspek mengenai Kecerdasan Bahasa atau Kecerdasan Logika. Multiple Intelligences adalah istilah yang dipopulerkan penemunya. Prof. Howard Gardner dari Harvard University, mengenai 8 macam area kecerdasan manusia. Kita semua memilikinya, namun pasti hanya ada 1 atau 2 jenis kecerdasan saja yang menonjol.

IQ tidak lain adalah gabungan antara Kecerdasan Bahasa dan Kecerdasan Logika. Dengan kata lain, seorang yang IQ-nya tinggi berarti dia cukup cerdas di kedua jenis Kecerdasan itu, yaitu Kecerdasan Bahasa dan Kecerdasan Logika. Konsekuensinya, seseorang yang IQ-nya tidak tinggi berarti punya kecerdasan yang menonjol di 6 kecerdasan yang lain. Bisa jadi itu Kecerdasan Fisik, Gambar-Ruang, Musik, Pribadi, Sosial, atau Alam. Jadi akan sangat salah besar jika Anda menganggap bahwa:

  • Kalau IQ tinggi pasti sukses dan pandai
  • Kalau tidak ber-IQ tinggi pasti gagal dan tidak punya masa depan

Sudah banyak bukti bahwa orang yang mempunyai kecerdasan menonjol di luar Kecerdasan Bahasa & Logika yang menjadi unsur IQ dapat sukses juga, misalnya:

  • Orang dengan Kecerdasan Sosial yang menonjol sehingga relasi bisnisnya sangat banyak dan berpengaruh di lingkungannya
  • Para atlet-atlet dengan Kecerdasan Fisik yang menonjol yang sukses dan kaya, seperti Tiger Woods, Michael Jordan, David Beckham, dll
  • Para penyanyi kelas dunia dengan Kecerdasan Musik yang menonjol, seperti: Celine Dion, Whitney Houston, Beyonce, Michael Jackson, dan lain sebagainya

Jadi pembaca dan khusunya orang tua yang cerdas dan bijaksana, Anda sekarang sudah mengerti konsep IQ, dan perlakukanlah IQ sebagaimana mestinya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghitung Peluang Jokowi …

Goenawan | | 16 April 2014 | 04:38

Hamil Ikut UN, Boleh? …

Khoeri Abdul Muid | | 15 April 2014 | 21:42

Mengapa Pembunuhan Kennedy Tak Pernah …

Mas Isharyanto | | 16 April 2014 | 06:25

Menilik Macan Putih, Pahlawan Superhero …

Rokhmah Nurhayati S... | | 15 April 2014 | 21:51

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Yess, Jokowi Berani Menantang 10 Partai …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Inikah Pemimpin yang Kalian Inginkan? …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

The Jakarta Post, The Washington Post dan …

Ira Oemar | 18 jam lalu

Nama Jokowi Muncul di Soal UN, Pencitraan? …

Pical Gadi | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: