Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Agnes Budiastuti

adalah seorang guru yang ingin bisa digugu lan ditiru.

Tak Selamanya Pelajaran PKn Membosankan

REP | 25 July 2013 | 16:03 Dibaca: 67   Komentar: 0   0

Pagi ini beberapa siswa kelas 7 SMP Victory Plus terlihat antusias datang ke Sekolah. Ada beberapa dari mereka yang datang dengan membawa perlengkapan seperti jas hitam, peci, kacamata jadul, tongkat dan perlengkapan lain. Hari ini mereka akan melakukan penilaian untuk hasil belajar mereka tentang sejarah proklamasi.

Di bawah bimbingan Pak Agus Ibrahim, pelajaran PKn bukan lagi pelajaran menghafal dari buku teks. Siswa diminta untuk melakukan riset mengenai sejarah proklamasi dan merencanakan sebuah pertunjukan sebagai hasil pembelajaran mereka. Dengan sistem belajar yang terintegrasi dan menempatkan siswa sebagai subyek belajar, pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan. Dalam kegiatan ini siswa belajar untuk bekerja sama dalam sebuah kelompok besar yang terdiri dari 10 orang. Siswa juga ditantang untuk memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang telah mereka (dapat, dan)pelajari di mata pelajaran ITK sekaligus membuat naskah yang mereka dapatkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Luar biasa!

Memang sudah tidak jamannya pelajaran PKn diberikan dalam bentuk hafalan. Sudah saatnya Guru berpikir lebih kreatif dan kritis sehingga nilai-nilai yang ada dalam pelajaran PKn tidak hanya sekedar mampir di otak siswa saat mereka akan menghadapi ulangan atau tes. Nilai-nilai tidak butuh dihafalkan dan teori tidak perlu diujikan, tetapi guru perlu memberikan fasilitas agar siswa bisa menerapkan nilai-nilai moral sebagai sebuah esensi pelajaran.

Semoga akan bermunculan Pak Agus, Pak Agus lain, dengan kesungguhan hati dan kreatifitas mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan PKn bukan sebagai teori belaka namun dapat diamalkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga anak-anak Indonesia kedepannya dapat menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan mereka sehari-sehari. Amin.

6/3/13

13747427921595071834

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dari Kompasianival: Strategi Ahok, Emil, dan …

Ninoy N Karundeng | | 23 November 2014 | 08:22

Urusan Utang dan Negara: Masih Gus Dur yang …

Abdul Muis Syam | | 23 November 2014 | 05:39

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 4 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: