Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Agnes Budiastuti

adalah seorang guru yang ingin bisa digugu lan ditiru.

Tak Selamanya Pelajaran PKn Membosankan

REP | 25 July 2013 | 16:03 Dibaca: 68   Komentar: 0   0

Pagi ini beberapa siswa kelas 7 SMP Victory Plus terlihat antusias datang ke Sekolah. Ada beberapa dari mereka yang datang dengan membawa perlengkapan seperti jas hitam, peci, kacamata jadul, tongkat dan perlengkapan lain. Hari ini mereka akan melakukan penilaian untuk hasil belajar mereka tentang sejarah proklamasi.

Di bawah bimbingan Pak Agus Ibrahim, pelajaran PKn bukan lagi pelajaran menghafal dari buku teks. Siswa diminta untuk melakukan riset mengenai sejarah proklamasi dan merencanakan sebuah pertunjukan sebagai hasil pembelajaran mereka. Dengan sistem belajar yang terintegrasi dan menempatkan siswa sebagai subyek belajar, pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan. Dalam kegiatan ini siswa belajar untuk bekerja sama dalam sebuah kelompok besar yang terdiri dari 10 orang. Siswa juga ditantang untuk memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang telah mereka (dapat, dan)pelajari di mata pelajaran ITK sekaligus membuat naskah yang mereka dapatkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Luar biasa!

Memang sudah tidak jamannya pelajaran PKn diberikan dalam bentuk hafalan. Sudah saatnya Guru berpikir lebih kreatif dan kritis sehingga nilai-nilai yang ada dalam pelajaran PKn tidak hanya sekedar mampir di otak siswa saat mereka akan menghadapi ulangan atau tes. Nilai-nilai tidak butuh dihafalkan dan teori tidak perlu diujikan, tetapi guru perlu memberikan fasilitas agar siswa bisa menerapkan nilai-nilai moral sebagai sebuah esensi pelajaran.

Semoga akan bermunculan Pak Agus, Pak Agus lain, dengan kesungguhan hati dan kreatifitas mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan PKn bukan sebagai teori belaka namun dapat diamalkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga anak-anak Indonesia kedepannya dapat menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan mereka sehari-sehari. Amin.

6/3/13

13747427921595071834

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Para Tabib Muda di Karimunjawa …

Dhanang Dhave | | 23 May 2015 | 11:58

Bukchon Hanok Village, Desa Tradisional di …

Ita Dk | | 23 May 2015 | 14:04

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Begini Cara Mengetahui Foto Hoax dari …

Gunawan | | 23 May 2015 | 09:25

Kita Pernah Bersama …

Ando Ajo | | 23 May 2015 | 13:06


TRENDING ARTICLES

Favorit Bule, PSK Eksotis Indonesia dibayar …

Riana Dewie | 8 jam lalu

Dihantui Rasa Bersalah ,Tehnisi QZ8501 Bunuh …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Deadline FIFA Seminggu Lagi, PSSI justru …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Belajar dari Jokowi memilih 9 Wanita …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Jokowi Merekrut Orang Gila Agar Bisa Tetap …

Ahmad Maulana S | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: