Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pipi Fitriani

I'm a simple girl , i have big dream in my life

Tips agar Hidup Selalu Tenang

OPINI | 24 July 2013 | 22:13 Dibaca: 966   Komentar: 3   1

Agar hari-hari kita damai , cobalah tanamkan mindset ini dan praktikkanlah, Sesungguhnya obat dari keputusasaan dan kekecewaan adalah ” Syukur “. Hadirkanlah sang Tuhan didalam sehari-harimu maka kamu akan terhindar dari kekecewaan. Berikut ada kalimat-kalimat motivasi agar kita senantiasa berada di pribadi yang indah.

” Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran / tindakan positif , Oleh sebab itu tenangkanlah dirimu”

Kalimat ini menunjukkan bahwa saat seseorang sedang dirudung amarah maka mulut akan bertindak lebih cepat dari pada otak kita , maka orang yang emosi cenderung mengucapkan kata-kata kasar. So mulai dari sekarang ketika sedang dalam kondisi emosi yang sedang kurang baik , mari tenangkan diri sejenak jangan berbicara apapun , dikhawatirkan akan melukai orang lain maupun diri sendiri.

” Kamu tidak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki , maka bersyukurlah “

Kalimat ini memberi tahu kita bahwa keputusasaan, kekecewaan terkadang melanda setiap manusia . Namun salah satu pereda nya adalah mensyukuri apa yang telah kita capai sekarang, dan mulai lah mengevaluasi apa yang menjadi penyebab kegagalan kemudian gunakan cara baru agar bisa mencapainya.

” Jangan mengeluhkan masalah, karena Tuhan mempunyai tujuan untuk perjuanganmu saat ini. Pelajarilah apa yang hendak Tuhan ajarkan padamu ” .

Tuhan tak pernah memberi kita cobaan tanpa maksud dan tujuan , Ia menciptakan segala sesuatu tak ada yang sia-sia. Bayangkan jika hidup kita tanpa masalah ?? akankah kita memiliki peluang untuk berfikir ke yang lebih detail ??? Mungkin hidup akan terasa bosan bila kita hanya jalan di tempat . Marilah berdoa ” Tuhan jangan Engkau kecilkan masalahku namun jangan tinggalkan aku , bantu aku melewati semuanya. Karena aku tahu ini adalah batu loncatan yang akan mengantarkanku pada kehidupan yang lebih baik ” Aaamiin .

” Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah untuk menerima nya dan memahami bahwa ia telah jadikan kita pribadi yang kuat “

” Masa lalu tak bisa terulang, namun bisa diperbaiki , so jangan sesali apapun yang terjadi di masa lalu . Selagi kita masih ada umur , semua bisa diperbaiki . Tuhan itu Maha Penyayang .

” Jangan pernah remehkan mereka yang sedang berjuang dari nol/ sedang terpuruk . Karena kita tak pernah tahu seperti apa mereka di masa depan kelak “

Dari kalimat-kalimat diatas , kita akan tahu perbedaan masa lalu , sekarang dan masa depan. Masa lalu ibarat goresan-goresan di sebuah buku yang kita tulis , dapat kita baca dan review kembali , sulit untuk dihapus namun dapat kira perbaiki di tulisan hari ini. Masa depan adalh kumpulan goresan-goresan yang kita perbaiki setiap hari .

Jadi jika kita ingin melihat masa depan yang tenang dan cerah , mari baca ulang masa lalu , perbaiki , dan ukirlah pribadi yang baru yang pastinya lebih baik dari yang lalu . ^_^

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Tunjangan Profesi Membunuh Hati Nurani …

Luluk Ismawati | | 01 August 2014 | 14:01

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 15 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 16 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: