Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Endah Enny

Sang pemenang bukannya tak pernah kalah tapi tak mau menyerah, itulah rahasia sang pemenang.

Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013

REP | 28 July 2013 | 21:25    Dibaca: 2475   Komentar: 4   1

Manusia pada dasarnya mau berubah tapi sulit untuk dirubah, karena manusia sulit menerima perubahan. Disinilah peran guru harus bisa merubah Mind Set/ Pola Pikir, karena tuntutan adanya perubahan kurikulum 2013. Mari kita cermati mengapa Kurikulum itu berubah.

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengembangan kurikulum 2013 harus dilakukan karena adanya tantangan yang harus dihadapi, baik tantangan internal maupun eksternal. Untuk menghadapi  tuntutan perkembangan zaman dirasa perlu adanya penyempurnaan pola pikir dan penguatan tata kelola kurikulum serta pendalaman dan perluasan materi.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi, “outcomes-based curriculum” oleh karena itu pengembangannya dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan. Dalam konstruk dan isinya Kurikulum 2013 mementingkan terselenggaranya proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Proses belajar yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan penilaian hasil belajar berbasis proses dan produk. Struktur Kurikulum terdiri dari :

Kompetensi Inti

Rumusan kompetensi inti menggunakan 4 notasi

1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;

2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;

3. Kompetensi Inti-3(KI-3) untuk kompetensi pengetahuan; dan

4. Kompetensi Inti-4(KI-4) untuk kompetensi ketrampilan.

Adapun Implementasi Kurikulum Tahun 2013 menekankan pada penilaian berbasis proses dan hasil. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.

Ada jenis-jenis penilaian autentik adalah :

1. Penilaian Kinerja

2.Penilaian Proyek

3. Penilaian Portofolio

4. Penilaian Tertulis

Itulah inti dari Diklat dan Bintek yang saya dapatkan selama ini, marilah kita ber”taaruf” dengan kurikulum 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jumpa Singkat Pasar Malam di Sampit …

S Aji | | 26 May 2015 | 00:25

Lulus S-1 Tanpa Skripsi, Solusi atau Awal …

Faris Saputra Dewa | | 26 May 2015 | 02:17

[Nangkring] Bedah Copa Am√©rica 2015 Bersama …

Kompasiana | | 25 May 2015 | 18:23

Menjaring Ide ala Cita Citata, Deep Purple …

Rumahkayu | | 25 May 2015 | 18:59

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Meluruskan Opini Publik yang Keliru: Wakil …

Himam Miladi | 7 jam lalu

Wibawa Bupati Subang Ojang Sohandi, Jeblok! …

Jadiah Upati | 9 jam lalu

Saat Timnas Menanti Deadline FIFA, Thailand …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Terobsesi Menulis Hingga Lupa Anak Istri …

Tjiptadinata Effend... | 19 jam lalu

Wacana Menristek Opsionalkan Skripsi, Kabar …

Liafit Nadia Yuniar | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: