Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Firmansyah Kasim

Graduate student at University of Oxford, former intern at CERN, and former student at Institut selengkapnya

Pengalaman Magang di CERN

REP | 14 August 2013 | 17:45 Dibaca: 1499   Komentar: 1   1

CERN (Organisation Européenne pour la Recherche Nucléaire) adalah salah satu organisasi riset fisika yang terbesar di dunia. CERN terletak di perbatasan dua negara, Swiss dan Perancis, tapi kantor utamanya terletak di Jenewa, Swiss. CERN awalnya dibentuk oleh beberapa negara-negara Eropa untuk melakukan riset dalam bidang fisika partikel. Belakangan ini, nama CERN sempat cukup terdengar berkat penemuan partikel Higgs Boson tahun 2012 lalu.

Setiap tahunnya CERN memang membuka program magang dan pelatihan untuk mahasiswa dari seluruh penjuru dunia dari bulan Juni hingga Agustus. Target programnya adalah mahasiswa undergraduate (S1), tapi mahasiswa yang lulus bulan Juni - Agustus di tahun yang sama boleh mendaftar. Nama program tersebut adalah CERN Summer Student Programme (CSSP).

Tahun 2013 merupakan tahun pertama bagi Indonesia mengirimkan wakilnya dalam program CSSP ini. Ada 3 mahasiswa yang mewakili Indonesia dalam program ini yaitu saya sendiri, Imre Nagi (Teknik Elektro ITB), dan Nathaniel Chandra Harjanto (Teknik Fisika ITB). Oleh karena Indonesia bukan negara anggota CERN, jadi tidak semua dibiayai oleh CERN. Tahun ini hanya Nathan yang dibiayai penuh oleh CERN, sedangkan dua yang lainnya harus mencari dana sendiri. Meskipun demikian, program magang di CERN ini “cukup baik” dibandingkan program magang di organisasi lain di Jenewa (seperti UN, WHO) yang tidak memberi biaya sama sekali.

Bekerja di CERN sebagai mahasiswa S1 tentunya merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Selain mendapatkan pengalaman kerja internasional, kita juga bisa mendapatkan rekomendasi dari orang yang sudah bekerja di CERN. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan khusus dalam lamaran kita ke perusahaan internasional maupun universitas-universitas top dunia. Tidak sedikit “alumni” dari CERN ini yang diterima di universitas top dunia, seperti University of Oxford.

Berikut adalah cerita pengalaman saya magang di CERN. Agar sedikit lebih informatif, saya mulai dari tahap pendaftaran.

Tahap pendaftaran

Pendaftaran program CSSP dibuka setiap tahun. Website pendaftaran dapat dilihat di sini. Biasanya pendaftaran dibuka sekitar akhir tahun hingga awal tahun baru. Pada saat saya mendaftar, pendaftarannya dibuka hingga tanggal 31 Januari 2013. Jadi bagi yang ingin bersiap-siap, silakan pasang alarm bulan Desember-Januari!

Dalam tahap pendaftaran ini, hal yang harus dilengkapi adalah formulir pendaftaran, Curriculum Vitae (CV), dan surat rekomendasi. Dalam formulir pendaftaran, terdapat beberapa pertanyaan seperti biodata, kemampuan bahasa, kemampuan komputer (software/hardware), dan pertanyaan-pertanyaan motivasi (mengapa ingin bekerja di CERN, pekerjaan seperti apa yang ingin dilakukan, dan lain-lain). Untuk CV, tidak ada format khusus yang diberikan, jadi formatnya bebas, tapi sebaiknya dibuat singkat (2-3 halaman) agar penilai tidak malas membaca CV Anda. Yang terakhir diperlukan adalah surat rekomendasi sebanyak 2 buah. Sebaiknya surat rekomendasi ini ditulis oleh dosen atau akademisi yang kenal baik dengan Anda.

Setelah menyelesaikan pendaftaran, saatnya menunggu pengumuman. Pengumuman biasanya dilakukan pada awal atau pertengahan April.

CERN Summer Student Programme (CSSP) 2013

Program CSSP terdiri dari beberapa program. Program yang utama menurut saya adalah kuliah dan proyek. Kuliah dilaksanakan setiap pagi dari pukul 9-12. Materi yang dibawakan cukup bervariasi, mulai dari fisika, engineering, komputasi, hingga medis. Setelah kuliah selesai, biasanya para peserta akan mengerjakan proyek yang diberikan.

Salah satu hal yang menarik adalah saat kuliah terakhir dibawakan, beberapa peserta kuliah mengenakan toga seperti yang bisa dilihat di bawah ini. Jadi jangan bilang kalau scientists dan engineers itu serius semua, banyak yang gila juga ternyata :)

1376070770676766844

Setiap mahasiswa dalam program CSSP ini akan mendapatkan sebuah proyek nyata yang berhubungan dengan yang sedang dilakukan oleh CERN. Meskipun tidak dijamin, biasanya proyek ini disesuaikan dengan minat dan keahlian masing-masing. Mahasiswa jurusan fisika biasanya akan mendapatkan proyek analisis data. Yang di jurusan teknik elektro mendapatkan di bagian pengembangan software/hardware. Untuk tahun 2013-2014, CERN sedang melakukan long shutdown 1 (LS1) untuk memperbaiki dan meng-upgrade alat-alat eksperimennya. Jadi sangat banyak pekerjaan yang berkaitan dengan engineering.

Suasana Bekerja

Suasana bekerja di CERN ini sangatlah tidak kaku. Saya sangat jarang melihat orang berjas dan berdasi di CERN. Yang menggunakan kaos dan polo shirt cukup banyak. Bahkan salah satu dosen pengisi kuliah pernah cuma mengenakan kaos, celana pendek, dan sandal. Menurut saya, bukan penampilan yang diperhatikan di sini, tapi bagaimana kinerja Anda.

Selain masalah pakaian, tempat bekerja juga cukup fleksibel, sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Sebagai contoh, saya mendapatkan pekerjaan untuk mengembangkan software, jadi saya dapat bekerja di mana saja, tidak harus hadir di kantor setiap saat. Setiap orang boleh memilih lokasi kerja yang nyaman baginya. Biasanya saya bekerja di perpustakaan CERN karena bisa lebih fokus dalam bekerja.

Jam kerja di CERN seperti tempat kerja pada umumnya, yaitu mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore dengan 1 jam istirahat. Biarpun selesainya pukul 5 sore, banyak juga yang biasanya kerja overtime. Bahkan, pada hari Sabtu dan Minggu pun masih cukup banyak yang bekerja. Ini saya lihat dari jumlah orang di perpustakaan yang nyaris tidak berkurang saat weekend dibandingkan saat weekdays.

Kegiatan-kegiatan Lain

Selain kuliah dan mengerjakan proyek, sangat banyak kegiatan lain pada program ini. Kita mulai dari webfest. Webfest merupakan festival komputer di mana para peserta akan membentuk suatu tim untuk mengerjakan suatu proyek bersama dalam 48 jam! Proyek-proyek pada webfest kebanyakan membuat aplikasi untuk menyebarluaskan sains atau memudahkan saintis dalam bekerja. Dalam webfest ini, saya bekerja sama dengan teman saya, Imre, untuk membuat game mengenai akselerator partikel. Game tersebut bisa dimainkan di sini.

Setelah webfest, ada juga pameran poster dan presentasi. Poster tersebut berisi tentang proyek yang kami atau grup kami kerjakan. Sedangkan dalam presentasi, kami mempresentasikan apa yang kami atau grup kami kerjakan di auditorium utama CERN. Jadi ini kesempatan bagus untuk melatih kepercayaan diri kami.

Apa yang Saya Dapatkan

Ekspektasi saya sebelum mengikuti program ini sangat besar. Saya berharap mendapat teman-teman dari berbagai penjuru negara, melakukan pekerjaan yang menantang, dan tentunya berharap mendapat tujuan utama saya: network untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah hampir menyelesaikan program ini, yang saya dapatkan ternyata melebihi ekspektasi saya!

Saya mendapat teman dari benua Amerika hingga benua Asia. Kalau ada yang berulang tahun, kami masak pancake dan makan bareng-bareng. Kami juga biasanya saling coba masakan dari negara masing-masing. Tidak hanya itu, saya juga bertemu orang-orang Indonesia yang hebat-hebat di Jenewa. Ada yang kerja, magang di PBB, WTO, WHO, dan organisasi-organisasi internasional lain.

Mengenai pekerjaan, banyak hal baru yang saya pelajari di sini. Skill terpenting yang saya pelajari di sini adalah skill desain grafis, padahal sebelumnya saya tidak tahu mendesain. Skill tersebut terpaksa saya pelajari karena tuntutan membuat game dalam webfest.

Terakhir, yang paling melebihi ekspektasi saya adalah mengenai sekolah pasca sarjana. Awalnya saya hanya berniat mencari network untuk lanjut master tahun depan (2014), tapi akhirnya saya diterima di program doktor untuk tahun ini (2013)! Informasi mengenai program master atau program doktor sangat banyak di CERN. Selain itu, pengalaman magang di CERN juga menjadi nilai yang tinggi saat mendaftar ke universitas.

Jadi, ayo siapkan diri Anda untuk magang di CERN tahun depan!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 5 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 6 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 7 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 7 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: