Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdul Kahar

abdul kahar adalah sosok yang optimistis dan sabar

Ironi dunia kampus.

REP | 14 August 2013 | 19:47 Dibaca: 22   Komentar: 0   0

Ironi dunia kampus.

Kampus merupakan tempat yang mencetak dan menetaskan para embrio – embrio intelektual generasi bangsa, dikampus pula proses penempaan ideologi itu mulai tertanam, proses penanaman ideologi yang terjadi dikampus merupakan sebuah ideologi yang progresif dan militan. Masa transisi yang terjadi di awal menjajakan kaki didunia kampus memang merupakan suatu tantangan tersendiri yang tidak mudah bagi para mahasiswa baru, namun proses penempaan dan pengawalan oleh para senior mereka yang memberikan berbagai macam kesan yang progresif sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang harus mereka jalani nantinya.

Mahasiswa memiliki peranan penting atas pelbagai macam kebijakan yang terjadi di internal kampus bahkan sampai pada eksternal kampus, tanggung jawab yang telah di emban di pundak mereka selaku seorang intelektual terpelajar merupakan suatu tanggung jawab moral yang muncul secara alamiah sehingga tidak bisa dipungkiri apabila seorang mahasiswa dalam lingkup kampus menjadi barisan terdepan dalam menyampaikan aspirasi rakyat yang terdapat dilingkungan sekitarnya.

Analitik, merupakan ciri khas yang paling umum dijumpai dikalangan mahasiswa yang ada dikampus, jiwa inilah yang terkadang menjadi hal yang paling urgent dalam menyadari berbagai macam hal yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Mahasiswa juga kerap kali dikenal sebagai seorang agent perubah (agent of change) pengontrol sosial (social control) karena kekuatannya dalam mengawal suatu kebijakan yang tidak pro rakyat.

Kekuatan moral pula terkadang menjadi persoalan dikarenakan jiwa idealisme yang masih tertanam dalam diri mereka. Jiwa itulah yang terkadang menjadikan mereka pemberani sehingga mereka mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak – hak rakyat.

Perjuangan yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa kali ini sudah menjadi bagian dari tinta emas sejarah indonesia, mulai dari runtuhnya rezim orde lama, hancurnya rezim orde baru bahkan menjadi bagian dari reformasi yang terjadi diindonesia.

Semua peranan penting yang ada diindonesia tidak pernah terlepas dari campur tangan mahasiswa. Mulai dari mencerdaskan anak bangsa hingga pada pembangunan infrastruktur daerah. Namun itu dulu, semua yang terjadi dimasa lalu hanyalah sebuah cerita yang pernah tertoreh pada catatan sejarah yang ada. Hari ini hal yang sangat ironis ketika kita kerap kali menjumpai mahasiswa yang apatis bahkan sampai pada taraf opportunis.

Mahasiswa or Anak kuliah

Mahasiswa ???,, Anak kuliah ???,, what is difference ???, mahasiswa dan anak kuliah memang memiliki penafsiran yang sama apabila dirunut dari segi etimologi, namun secara fisolofis kedua kata ini mengandung makna aksiologi yang sangat berbeda. Mahasiswa adalah seorang yang terdaftar diperguruan tinggi dan mengikuti semester berjalan begitupun anak kuliah, namun secara aksiologi pandangan kedua kata ini menyiratkan suatu perbedaan yang sangat signifikan dalam setiap pemaknaan yang terjadi dalam lingkup sehari – hari kita.

Anak kuliah merupakan orang yang terdaftar diperguruan tinggi yang kesehariannya melaksanakan segala kewajiban yang diinstruksikan dengan dosen mulai dari menjalankan tugas – tugas yang diberikan hingga pada masuk kuliah sesuai yang diinstruksikan, tanpa sadar akan tanggung jawab moral/beban moral yang diemban dilingkungan sosial, jadinya semua serba individual.

Mahasiswa merupakan kaum terpelajar yang intelektual, namun apabila dipenggal menjadi “MAHA” “SISWA”, akan membentuk dua kata yang memiliki arti yang sangat berbeda, maha menyiratkan tentang sesuatu yang paling agung sedangkan siswa merupakan orang yang terpelajar sehingga kesimpulan yang bisa ditarik dari kedua tesis tersebut adalah orang yang agung dan terpelajar.

Secara historis mahasiswa memang memegang peranan penting atas apa yang terjadi dilingkungannya, sehingga kesan dari pada kata mahasiswa memiliki beban yang cukup berat dibandingkan anak kuliah, mahasiswa pula memiliki beban moral atas apa yang terjadi dengan anak kuliah yang taunya hanya masuk kuliah tanpa memperdulikan realitas sosial yang terjadi dilingkungan sekitarnya.

Kawan – kawan se-Almamter, Berdasarkan kedua persepsi diatas termasuk pada kategori apakah kawan – kawan, anak kuliah or mahasiswa ??? renungkan itu kawan, dan ingat berusahalah untuk berkontribusi pada kehidupan sosial yang terjadi, rasakan seni dunia kemahasiswaan pada setiap teriakan kebenaran yang anda suarakan dan ingat,,..! ! ! jadilah bagian dari sejarah.

Cultur intelectuality

Budaya kaum intelektual merupakan suatu rutinitas keseharian yang akan menghias dunia para aktor perubahan, lingkup yang terjadi merupakan sebuah ilusi dari setiap relasi yang terjadi, budaya diskusi dan budaya baca merupakan budaya yang paling umum dijumpai dikalangan kampus, berbagai macam peranan dan tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa hanya mampu dilaksanakan dan diwujudkan melalui pelestarian budaya ini, namun hal yang sangat ironi adalah krisis minat baca yang dimiliki oleh para penghuni kampus, hingga berbagai macam tanggung jawab dan peranan sudah mulai terabaikan. Ketika budaya ini sudah mulai terkikis maka bersiaplah memelihara jiwa – jiwa oportunis, apatis bahkan sampai pada pragmatis. Jangan bermimpi menjadi bagian daripada sejarah, ketika yang terjadi adalah ketidakpedulian terhadap sesama (personal in society)

Degradasi moral dan intelektual

Degradasi (penurunan) moral dan intelektual anak bangsa saat ini sungguh sangat memilukan, salah satu penyebab ini terjadi dikarenan pola hidup yang mulai konsumtif dan serba praktis, dunia kini milik teknologi, hingga kini banyak orang yang dijuluki manusia digital native apabila ia tidak mampu menguasai dan beradaptasi pada lingkungan yang ada.

Media memegang peranan penting atas perkembangan dunia teknologi dan informasi yang ada dilingkup kemasyarakatan, namun dengan mudahnya akses informasi banyak orang yang terkadang salah kaprah dalam menggunakan berbagai macam fasilitas yang terjadi dilingkungan sehari – hari.

Akses internet berupa jejaring social merupakan salah satu permainan yang terkadang membuat kita sering lupa waktu hingga mengurangi waktu belajar kita, situs pirnografi yang juga terkadang menjadi konsumsi tontonan pada pemuda adalah salah satu pemicu yang akan mempengaruhi mainstream seseorang dalam berfikir, dikarenakan pengaruh daya ingat yang terangsang hingga hal – hal yang menjadi tanggung jawab ia lupakan begitu saja.

Dunia kampus adalah dunia yang paling dekat dengan akses informasi, namun berusahalah menyaring atas apa yang bermanfaat bagi kita kawan, ingat jangan sampai pergerakan kita juga mulai terjangkit dengan virus degradasi yang mulai tersebar ibarat sebuah hantaran panas yang akan merambat. Ingat perananmu, ingat tanggung jawabmu engkaulah harapan sang ibu pertiwi untuk meneruskan para pendahulu yang telah gugur

Hidup rakyat !!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 14 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 15 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 16 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 8 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 8 jam lalu

Wawasan Pemuda Berbudaya Bahari …

Alan Singkali | 8 jam lalu

Menjadi Guru Luar Biasa Lewat Menulis …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Aktif Menulis: Ikhtiar Guru Meninggalkan …

Rohani Elita Simanj... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: