Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Terapi_calistung

Pencipta Terapi Calistung Buat Anak Berkebutuhan Khusus Seperti Autis, Autisme, Hiperaktif, Disleksia, Asperger, Disgrafia, Dispraksia, selengkapnya

Bayi Belajar Berhitung: 5 Langkah Awal

OPINI | 16 August 2013 | 13:10 Dibaca: 188   Komentar: 3   0

Apakah mungkin Bayi Belajar Berhitung? Mungkin saja. Tidak ada yang salah dengan hal itu, asal tahu caranya. Sekarang saya akan uraikan bagaimana 5 langkah awal Bayi Belajar Berhitung agar tidak terjadi mental hectic. Dengan langkah awal yang benar Bayi Belajar Berhitung, maka bayi bisa nyaman dan senang belajar berhitung atau matematika.

1376634032660019951

Tips mudah bayi belajar calistung

Bayi Belajar Berhitung, langkah pertama: Pengenalan Jumlah.

Langkah pertama adalah dengan memberikan konsep jumlah. Caranya tentu saja dengan mengajarkan anak mengenal bilangan. Ingatlah selalu, angka adalah lambang bilangan yang mewakili jumlah atau nilai sebenarnya.

Mulailah mengajarkan bayi anda sejak dini untuk berhitung. Dimulai dari sejak lahir, bila mungkin. Gunakanlah kartu bola-bola merah mulai dari 1 sampai dengan 5. Setelah itu berlanjut dari 6 sampai dengan 10.

Bayi Belajar Berhitung, langkah kedua: Situasi yang menyenangkan.

Seringkali kita memperhatikan bayi saat mereka rewel dan gelisah. Saat mereka sedang senang dan gembira, kadangkala kita kurang memperhatikan. Lihatlah rutinitas bayi anda dan perhatikan kapan waktu bayi anda sedang segar, senang dan gembira.

Pilihlah juga waktu tersebut, menjadi waktu yang menyenangkan bagi anda sebagai orangtua-nya. Siapkan diri anda pada waktu tersebut. Misalnya saja, sehabis mandi sore. Pilih waktu yang menyenangkan bagi bayi anda dan jadikan itu waktu yang khusus yang menyenangkan juga buat anda. Hentikan semua kegiatan anda dan khususkan itu menjadi waktu yang menyenangkan buat anda dan bayi anda. Bentuk waktu khusus bayi belajar berhitung.

Bayi Belajar Berhitung, langkah ketiga: Bagian rumah yang menyenangkan.

Apa maksudnya? Yaitu pilihlah bagian rumah anda yang menyenangkan buat bermain berhitung. Cari tempat yang bebas dari gangguan. Bermacam-macam gangguan, misalnya saja gangguan untuk pendengaran bayi anda. Seperti suara pompa air yang sedang menyala, suara televisi yang menyala, suara radio, suara kendaraan lewat kalau rumah anda di depan jalan raya dan sebagainya. Juga cari tempat yang terhindar dari gangguan penglihatan bayi anda. Misalnya, pilihlah ruangan yang tidak banyak banyak perabotan, lukisan, benda-benda lain yang dapat menarik perhatian. Pilihlah pojok ruangan yang nyaman.

Bayi Belajar Berhitung, langkah keempat: Mulailah bermain berhitung.

Mulai angkat satu persatu kartu anda. Mulai dari kartu satu dan angkat kartu tersebut. Buat jarak antara posisi anda dan bayi anda yang cukup, agar kartu tidak terjangkau bayi anda. Katakan dengan bersemangat dan dengan suara keras. “Ini jumlahnya satu”. Tunjukkan kartu tersebut dengan cepat, secepat ucapan anda. Sepertinya anda menunjukkannya dengan sekilas saja. Lakukan selama 1 detik atau kurang. Kemudian letakkan kartu tersebut terbalik di pangkuan anda. Ini cara terbaik Bayi Belajar Berhitung.

Bayi Belajar Berhitung, langkah kelima: Jangan menjelaskan apapun.

Bagian yang penting adalah, jangan menjelaskan apapun pada bayi anda. Penjelasan itu tidak ada gunanya, karena bayi sedang belajar dengan mata dan pendengaran mereka. Konsep jumlah ini tidak ada bedanya diserap oleh bayi, baik melalui mata maupun pendengaran. semuanya akan masuk ke otak melalui sistem kimiawi syaraf otak bayi anda. Otak bayi anda bagaikan spons yang sangat cepat menyerap informasi. Mereka hanya tertarik dengan melihat benda yang besar dan suara yang cukup keras untuk didengar melalui pendengaran mereka.

1376633236390366784

Terapi Calistung Buat Bayi Dengan 5 Langkah Mudah

Kelima tahap langkah awal Bayi Belajar Berhitung ini, sangat penting untuk diperhatikan. Lakukan  dengan benar kelima tahapan tersebut. Maka ini akan menjadi awal berhitung yang benar buat bayi dan menghindarkannya dari mental hectic dikemudian hari.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 11 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto …

Hakeem Elfaisal | 8 jam lalu

Guru (di) Indonesia …

Inne Ria Abidin | 8 jam lalu

“Remember Me” …

Ruby Astari | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Inne Ria Abidin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: