Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Menjadi Guru Prakarya di Kurikulum 2013

REP | 20 August 2013 | 08:47 Dibaca: 1199   Komentar: 6   1

Pada tahun ajaran ini, sekolah kami ditunjuk sebagai sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Sebagai guru yang berada di sekolah tersebut, kami dilatih untuk dapat menerapkan kurikulum 2013 secara benar. Guru yang akan mengajar diberi dua buah buku. Satu buku untuk pegangan guru, dan satu buku untuk pegangan siswa. Kami dapatkan kedua buku itu dalam pelatihan kurikulum 2013 di Lembang Bandung.

13769632391358854058

Buku Prakarya Pegangan Guru

Mungkin bagi guru yang mengajar dalam mata pelajaran yang sama tidak begitu mengalami kesulitan. Bagi kami yang mengajar mata pelajaran baru, tentu ada sedikit kesulitan ditemui. Tahun ajaran ini, saya diberi amanah oleh pimpinan sekolah untuk mengajar mata pelajaran prakarya. Sebuah mata pelajaran baru di SMP yang ada dalam struktur kurikulum 2013.

Menurut menteri pendidikan dan kebudayaan, Mohammad Nuh, Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut. Hal itulah yang saya baca dalam kata pengantar di buku prakarya SMP pegangan guru.

Awalnya agak bingung juga. Dari guru Teknologi Informasi dan Komunikasi kemudian diminta menjadi guru prakarya. Namun saya terima tantangan ini, meskipun saya sendiri belum menguasai 100 % materi yang akan diberikan. Bagi saya, ini kesempatan untuk belajar sesuatu hal yang baru.

Saya membaca kembali buku pegangan guru. Ternyata, prakarya bukanlah mata pelajaran keterampilan sebagaimana dinamakan selama ini dan juga bukan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik. Prakarya adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan kemampuan untuk menghasilkan suatu karya pendahuluan atau purwarupa (prototype). Supaya dihasilkan purwarupa yang baik, maka harus diajarkan pengembangan ide serta pengetahuan tentang bahan, proses, atau peralatan tertentu. Pada akhirnya, pengerjaan sebuah prakarya haruslah dibarengi dengan sikap yang sesuai sehingga hasil yang diperoleh adalah optimal.

Saya merenung sejenak membaca buku pegangan guru. Inilah perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya. Di kurikulum 2013, ada buku pegangan guru, dan dikurikulum sebelumnya belum ada. Hal yang positif dari diterapkannya kurikulum 2013 adalah pelatihan guru dalam menerapkan kurikulum 2013. Hal ini belum pernah terjadi dalam kurikulum sebelumnya. Sayangnya, pelatihan implementasi kurikulum 2013 masih belum optimal pelaksanaannya dan masih harus dievaluasi.

Menjadi guru prakarya ternyata penuh dengan tantangan. Meskipun masih ada pro dan kontra tentang kurikulum 2013, saya sebagai seorang guru berpikir positif saja. Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kurikulum 2013 ini adalah kurikulum yang baru diujicoba di beberapa sekolah saja. Jadi sebaiknya, sekolah yang belum ditunjuk untuk menerapkannya “wait and see” saja dulu. Sebagai guru yang melaksanakan kurikulum 2013 ini, saya berusaha untuk bercumbu mesra dengannya. Walaupun hati kecil saya berkata, kurikulum ini memang harus disempurnakan.

Daripada terus mengkritik pemerintah, lebih baik kita perbaiki saja sama-sama kurikulum ini. Sebagai guru prakarya, saya mencoba melakukan inovasi dari buku yang ada. Prakarya sebagai suatu mata pelajaran harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan tentang apa yang harus direncanakan dan dipesersiapkan dalam pembuatan suatu prakarya (ranah pengetahuan), bagaimana membuatnya (ranah keterampilan), dan kompetensi sikap yang perlu dimiliki peserta didik untuk dapat menghasilkan prakarya yang baik. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah prakarya, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan karya budidaya berasal dari tema-tema karya populer yang sesuai dengan peserta didik kelas VII SMP.

Menjadi guru prakarya di kurikulum 2013 membuat saya berusaha keras untuk menguasai materi pelajarannya dengan baik. Saya tak ingin disebut seperti pelatih berenang, tetapi tak bisa berenang. Saya terus melumat habis buku pegangan guru maupun siswa. Saya pun membeli beberapa buku untuk materi pengayaannya. Sekarang kami sedang praktik membuat alat penjernih air. Dari materi ini diharapkan peserta didik bisa memahami pentingnya air bersih bagi kehidupan dan cara menjaga dan melestarikan untuk kebutuhan generasi selanjutnya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 12 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 13 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 15 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: