Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sutanto Windura

pendiri dan direktur The BrainicĀ® Insitute dan BrainicĀ® Smart Learning. http://www.brainicsmart.com/

Kecerdasan Pribadi atau Intrapersonal Intelligence

OPINI | 02 September 2013 | 11:19 Dibaca: 855   Komentar: 3   0

Pembaca jenius dengan multi kecerdasan,

Pada brain tips sebelumnya saya telah menerangkan apa itu Kecerdasan Fisik atau Physical Intelligence. Pada kesempatan ini saya akan memaparkan mengenai Kecerdasan Pribadi atau Intrapersonal Intelligent.

Kecerdasan pribadi adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan untuk:

  • Mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri
  • Kemampuan untuk menetapkan Tujuan Hidup (setting goal)
  • Dan tentu saja kemampuan untuk melakukan perubahan untuk mencapai tujuan hidupnya tersebut
  • Bekerja secara mandiri
  • Memahami eksistensi kehidupan kita di dunia ini dalam hubungannya dengan Tuhan
  • Memahami aspek pribadi yang paling dalam, seperti perasaan, emosi, proses berpikir, instropeksi diri, intuisi, dan kebutuhan spiritual kita

Sedangkan ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan pribadi menonjol antara lain:

  • Orang ini sangat mandiri (jarang meminta pertolongan orang)
  • Lebih suka menyendiri atau tidak terlalu membutuhkan sosialisasi atau kehadiran orang lain (namun belum tentu dia tidak bisa bergaul dengan akrab & hangat dengan orang lain lho!)
  • Orang ini juga suka berbicara mengenai impian, tujuan hidup atau cita-citanya
  • Suka menulis buku harian atau diary
  • Suka membaca buku-buku otobiografi orang-orang terkenal
  • Suka makan di tempat yang sama (restoran)
  • Suka berlibur di tempat yang terpencil atau jauh dari keramaian

Orang-orang yang suka menggunakan kata-kata bernuansa seperti “saya butuh waktu untuk memikirkannya dulu”, atau … “saya perlu berpikir dulu untuk mempertimbangkannya secara masak-masak”, dan lain sebagainya juga merupakan indikasi utama dominan kecerdasan ini.

Karir atau pekerjaan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini adalah sebagai psikolog, penasihat perkawinan atau marriage counselor, guru bimbingan dan konseling, dan lain sebagainya. Tokoh-tokohnya antara lain: Sigmund Freud, Plato, Aristoteles, Eleanor Roosevelt, dan sebagainya.

Nah, bagaimana cara mudah meningkatkan kecerdasan pribadi ini? Berikut adalah beberapa tips:

  1. Mulailah dengan menentukan tujuan hidup Anda! Betul, tentukan tujuan hidup Anda lima atau sepuluh tahun ke depan, mau jadi seperti apa, karir, keluarga, kesehatan, keuangan, atau hubungan sosial Anda. Dan tuliskan itu!
  2. Anda bisa mencoba selalu menulis buku harian/diary. Coba tuangkan apa pemikiran dan perasaan Anda pada hari tersebut, dan tidak hanya sekedar menuliskan jadwal kegiatan Anda.
  3. Carilah sahabat sejati, karena tipe orang seperti ini biasanya tidak mudah mencari teman, namun hanya memiliki beberapa orang sahabat saja. Kepadanya Anda dapat bertukar pikiran untuk mengetahui lebih banyak kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri.
  4. Carilah tempat yang menenangkan untuk memuaskan “kesendirian” Anda, misalkan kursi/tempat duduk favorit di kafe langganan Anda, tempat yang menyajikan pemandangan yang indah dan menentramkan hati.
  5. Berlatihlah meditasi dan relaksasi.
  6. Ingatlah mimpi-mimpi Anda dan mencoba mencari pesan pikiran bawah sadar yang terkandung di dalamnya. Taruhlah buku catatan kecil dan pensil di samping tempat tidur Anda, agar begitu terbangun Anda bisa langsung menuliskan mimpi Anda. Sebab 10 menit setelah Anda terbangun, Anda sudah akan lupa 90% dari mimpi Anda.
  7. Bacalah buku-buku pengembangan diri dan motivasi.
  8. Carilah benda atau memorabilia yang dapat menenangkan Anda, misalkan foto tertentu masa kecil Anda, boneka kesayangan, atau cukup secangkir minuman hangat sebelum Anda memulai aktivitas sehari-hari.

Nah pembaca kreatif, belajarlah meningkatkan kecerdasan pribadi Anda untuk mengenal diri Anda lebih baik lagi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Mencari Azan ke Kampung Segambut …

Rita Kunrat | 8 jam lalu

Wonderful Indonesia: Menelusuri Jejak …

Casmudi | 8 jam lalu

Memanfaatkan Halaman Rumah untuk Tanaman …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Jangan-jangan Jokowi (juga) Kurang Makan …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Susi yang Bikin Heran …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: