Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Lilis Setiyorini

Guru Matematika di SMP Negeri 2 Benjeng Gresik

Jurnal 5: Kurikulum 2013, Bukan Untuk Guru Malas

REP | 11 September 2013 | 21:50 Dibaca: 356   Komentar: 8   3

Materi diklat ke 5 adalah Kurikulum 2013. Ada 4 sub materi yaitu tentang rasional kurikulum 2013, elemen perubahan kurikulum, konsep pendekatan sceintific dan konsep penilaian otentic pada proses dan hasil.

Ada bebrapa alasan mendasar mengapa terjadi perubahan kurikulum dari kurikulum KTSP menuju kurikulum 2013. Dalam rasionalisasi kurikulum 2013, sebagian alasannya adalah adanya tantangan masa depan terhadap mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan . Perkembangan teknologi juga menjadi alasan bagi perubahan kurikulum ini.

Beberapa standar menjadi elemen perubahan kurikulum. Elemen standar isi sudah di proses secara matang oleh Kementrian Pendidikan. Yang harus kita cermati adalah standar prosesnya.  Standar proses ini mencakup peran serta guru yang sangat besar. Dalam proses pembelajarannya, guru harus menggunakan pendekatan saintific dan kontekstual.  Dalam pendekatan ini, siswa dituntut untuk memiliki kreativitas. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:

      • Observing [mengamati]
      • Questioning [menanya]
      • Associating [menalar]
      • Experimenting [mencoba]
      • Networking [Membentuk jejaring]

Yang menjadi pertanyaan, sudah siapkah guru Indonesia melakukannya? Sementara bukan hanya proses , dalam penilaianpun, banyak sekali perubahan yang harus dilakukan.

Menurut saya, perubahan kurikulum itu perlu. Meningkatkan kemampuan guru itu hukumnya wajib. Sebelum kurikulum baru diberlakukan, pemerintah harus meng upgrade kompetensi guru. Bukan hanya kompetensi, tetapi juga harus meng “upgrade’ semangat perubahan pada diri guru. Jangan sampai, kurikulum yang disusun dengan biaya yang tidak sedikit ini, dengan pemikiran para cendikia, menjadi sia-sia karena ketidaksiapan ujung tombaknya dalam menerapkan di lapangan. Jangan sampai plesetan kurikulum-kurikulum sebelumnya  berlaku pada kurikulum 2013.  Kalau dulu ada kurikulum balik kucing (KBK) karena gak jadi dilaksanakan, jangan sampai Kurikulum 2013 menjadi kurikulum “celaka” 13, karena tidak berhasil diterapkan di sekolah.

Kurikulum 2013, memang bukan untuk guru malas. “Semangat Guru Indonesia melaksanakan Kurikulum 2013″

Tags: p4tk

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghitung Peluang Jokowi …

Goenawan | | 16 April 2014 | 04:38

Hamil Ikut UN, Boleh? …

Khoeri Abdul Muid | | 15 April 2014 | 21:42

Mengapa Pembunuhan Kennedy Tak Pernah …

Mas Isharyanto | | 16 April 2014 | 06:25

Menilik Macan Putih, Pahlawan Superhero …

Rokhmah Nurhayati S... | | 15 April 2014 | 21:51

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Yess, Jokowi Berani Menantang 10 Partai …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Inikah Pemimpin yang Kalian Inginkan? …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

The Jakarta Post, The Washington Post dan …

Ira Oemar | 18 jam lalu

Nama Jokowi Muncul di Soal UN, Pencitraan? …

Pical Gadi | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: