Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhamad Khotib

Sy berada di 40 km dari Kota Metro tepatnya di Mengandungsari Kec. Sekampung Udik Lampung Timur

Penilaian Kurikulum 2013

OPINI | 14 September 2013 | 09:08 Dibaca: 2262   Komentar: 2   0

Kurikulum 2013 sudah diluncurkan, sekolah sasaran kurikulum 2013 sudah mulai melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Diklat guru inti pun sudah dilaksanakan ditingkat nasional dan provinsi. Guru sudah memberikan pembelajaran model baru versi kurikulum 2013. Banyak guru mengalami permasalahan dengan model pembelajaran dan kurikulum 2013.

Pembelajaran dimulai dari KI 3 terus ke KI 4. Gunakan elaborasi, ekplorasi dan kompirmasi tidak cukup untuk mendukung pembelajaran sampai ke KI 2dan KI2. Guru diharuskan melakukan pembelajaran berbasis saintifik, mulai dari melihat, membaca, mengamati, mencoba sampai menyimpulkan dan membuat. Pembelajaran saintifik berfungsi untuk melihat keterlibatan siswa dalam proses sehingga kompetensi sikap (KI 2) dan kompetensi religius (KI 1) akan muncul.

Kebingungan semakin bertambah ketika akan menilai dengan model penilaian autentik. Format penilaian dan model raport sampai hari ini belum muncul. Sehingga guru dalam pembelajaran kurikulum 2013 belum bisa melakukan proses penilaian dengan maksimal.

Mungkinkan nanti peserta akan dinilai diakhir semester. Padahal proses penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran teruatam untuk melihat KI1 dan KI2. Model penilaian kurikulum 2013 katanya harus memenuhi 3 ranah penilaian. yaitu kognitif, psikomotor dan afektif.

Deskripsi penilaian harus dilakukan untuk ketiga ranah penilaian.

Rekan ditunggu aja bagaimana juknis penilaian model Kurikulum 2013. mudah-mudahan tidak terlalu lama.

Lebih jelas Klik Aja http://simpelpas.wordpress.com/ atau http://kuliahemka.wordpress.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menikmati Perpaduan Budaya di Velangkanni …

Yswitopr | | 27 April 2015 | 12:32

Selamat Datang Twitter Ads di Indonesia …

Hilman Fajrian | | 27 April 2015 | 13:54

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Saatnya Kompasiana Mengundang Para Peneliti …

Hendra Wardhana | | 27 April 2015 | 12:20

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 4 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Misskomunikasi atau Ada Gerakan Mendegradasi …

Rullysyah | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: