Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wira Adi

Peserta Diklat Online P4TK Matematika angkatan 1 tahun 2013

Menanti Implementasi Kurikulum 2013

OPINI | 15 September 2013 | 04:42    Dibaca: 205   Komentar: 0   0

Menanti implementasi kurikulum 2013
Barangkali kata yang paling populer di kalangan pendidikan dewasa ini adalah kata “kurikulum”. Ini semua karena akan diberlakukan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013.
Apa sebenarnya kurikulum itu?
Banyak para ahli mengartikan berbeda-beda. Arti kurikulum yang berhasil saya kutip dari UU Sisdiknas adalah sebagai berikut. Pengertian Kurikulum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (Bab I pasal 1 ayat 19). Jadi kurikulum memuat beberapa komponen yaitu tujuan, isi, bahan pelajaran dan cara yang digunakan.
Menurut sejarahnya kurikulum di indonesia sudah berganti beberapa kali. Inilah sejarah kurikulum di indonesia. Pertama diberlakukan kurikulum 1947 dilanjutkan , kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulm 1975, kurikulm 1984, kurikulum 1994 kemudian muncul suplemennya tahun 1996, kurikulm 2004 KBK, kurikulum 2006 KTSP dan kurikulum 2013 yang kita nanti. Semua kurikulum yang akan diberlakukan tentu saja memiliki dasar dan rasionalitas yang meyakinkan dan menganggap kurikulum sebelumnya sudah tidak relevan lagi.
Selama saya menjadi guru telah mengalami banyak perubahan kurikulum. Pertama kali saya jadi guru dihadapkan pada kurikulun 1984 walaupun waktu saya kuliah yang dipelajari adalah kurikulum 1975 yang terkenal dengan Program Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) nya. Begitulah kurikulum silih berganti bahkan ada adagium “ Ganti mentri ganti kurikulum”.
Berdasar pengalaman saya sebagai praktisi pendidikan, sebenarnya tingkat efektifitas kurikulum sangat tergantung pada tingkat implementasinya. Jadi peran guru dalam memahami kurikulum sangatlah besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pendidikan yang berdasar kurikulum yang berlaku. Cara-cara memahamkan guru tentang bagaimana mengimplementasikan kurikulum yang baru merupakan langkah yang sangat penting baik itu melalui diklat, seminar dan lain sebagainya.
Saya berharap semoga kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan berbagai elemen perubahannya dan benar-benar menjadi kurikulum yang memang dibutuhkan dalam rangka menghadapi rialitas sosial dan dan ekonomi serta persaingan global yang semakin sengit.Demikian juga tidak cepat usang karena hanya ganti mentri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Berita Foto] Duel 7500 Pendekar Silat di …

Hendra Wardhana | | 01 June 2015 | 08:39

Menyemai Jiwa Wirausaha Selagi Muda …

Isson Khairul | | 01 June 2015 | 09:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

FIFA Tutup Mata Bola Dikuasai Mafia Politik …

Edo Media | | 01 June 2015 | 04:11

Mengemas Curhat jadi Tulisan Bermanfaat …

Listhia H Rahman | | 31 May 2015 | 23:22


TRENDING ARTICLES

Tidak Ada Ruginya Sanksi FIFA …

Rifki Radifan | 1 June 2015 07:04

Jokowi dan Reformasi Sepak Bola Indonesia …

Suyono Apol | 1 June 2015 06:20

Buwas Dipecat …

Axtea 99 | 1 June 2015 03:05

Bella Shofie, Resmi Dinikahi dengan Dokumen …

Seneng Utami | 1 June 2015 00:42

Perang Opini Pemerintah vs PSSI Menyangkut …

Erwin Alwazir | 1 June 2015 00:35


Subscribe and Follow Kompasiana: