Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Metode SnowBall Throwing

OPINI | 16 September 2013 | 02:28 Dibaca: 812   Komentar: 0   0

Metode Snowball Throwing - Ini adalah salah satu metode pembelajaran yang sangat menarik bagi saya dibandingkan dengan metode yang lainya. Meskipun saya menyadari jika semua metode dalam pemebelajaran itu harus menarik dan itu adalah tugas seorang guru dalam menyulapnya dengan tujuan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan.

Ada satu hal yang membuat saya senang dengan metode ini dimana setiap menggunakan metode snowball pasti kelas akan ramai dan kondusif. Biasanya dalam metode ini bisa dipergunakan alat peraga dalam menunjang berjalanya snowball, kita bisa memanfaatkan bola dalam berbagai ukuran asalkan jangan terlalu besar.

Secara singkat prosedur yang lazim dalam metode ini adalah sebgai berikut; Seorang guru memberikan pemaparan pada sebuah materi kemudian memberikan soal dengan bantuan audio, bisa musik atau backsound, ketika musik sudah berbunyi maka bola siap untuk diputar. Disinilah letak keindahan sebuah metode snowball, dimana akan menimbulakan rasa tegang dan membutuhkan konsentrasi si murid dalam menjawab soal yang dibuyarkan oleh alunan musik pengiring.

Metode ini baik digunakan dalam segala kondisi kelas dan materi. Bisa masuk pada pengajaran bangku sekolah bahkan diperguruan tinggi sangat dimungkinkan menggunakan metode snowball sebagai sebuah metode yang layak untuk dicoba.

Berikut adalah ilustrasi dari penggunaan metode snowball yang kami buat beberapa tahun yang lalu:

persi fullnya bisa anda lihat disini

Kesimpulan : Pada dasarnya setiap metode dan model dalam mengajar semuanya bagus jika berada ditangan guru yang kreatif. Guru yang kreatif bagi saya adalah mereka yang tidak menganggap ceramah sebagai metode melainkan sebuah pengantar wajib sebelum memulai pelajaran.

Tulisan yang mungkin berguna buat anda ” Tips sedrehana menjadi guru profesional” bisa dilihat disini

Semoga bermanfaat

Salam ..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartun Kenangan Konferensi Asia Afrika 1955 …

Gustaaf Kusno | | 19 April 2015 | 18:33

Kereta Api Lokal, Sarana Transportasi …

Andrea Dietricth | | 19 April 2015 | 12:39

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Trik Meracik Bad News Menjadi Good News …

Muhammad Armand | | 18 April 2015 | 21:32

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Matematika Beras …

Faisal Basri | 6 jam lalu

Menjawab Logika Jongkok PSSI dan La Nyalla …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Tommy Soeharto Tenar di Medsos, Dari Kisruh …

Hasto Suprayogo | 8 jam lalu

Jangan Remehkan Paspor Indonesia …

Ifani | 10 jam lalu

Media Sosial, Hedonisme dan Prostitusi …

Ariyani Na | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: