Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nelly Yuliana

Pembina anak negeri

Alat Peraga Matematika di SMK

REP | 20 September 2013 | 14:53 Dibaca: 327   Komentar: 0   0

Secara umum perkembangan kognitif siswa SMK hampir sama dengan siswa SMA yang rata-rata telah masuk ke dalam tahap operasi formal. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Berarti siswa telah mampu menyeimbangkan dengan karakter matematika yang abstrak. Khusus karakter SMK sendiri, yang merupakan sekolah kejuruan dengan muatan kurikulum yang lebih menekankan kepada penguasaan kecakapan hidup berupa keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa, maka hal ini akan berpengaruh kepada perkembangan kognitif siswa SMK juga. Interaksi siswa terhadap lingkuangannya dalam hal ini SMK akan memberikan interaksi dan menciptakan pengalaman fisik yang merupakan salah satu faktor yang memperngaruhi perkembangan kognitif siswa.

Siswa SMK dengan karakter sekolah kejuruannya secara tidak langsung turut berperan membentuk gaya belajar siswanya menjadi dominan kinestetik. Meskipun tidak dipungkiri gaya belajar visual dan audio itu tetap ada. Berdasarkan gaya belajar tersebut, maka penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika SMK sangat dibutuhkan. Gunanya untuk menghantarkan siswa kepada pemahaman konsep matematika yang abstrak. Telah banyak penelitian yang mengungkapkan hasil bahwa penggunaan alat peraga ini dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.

P4TK Matematika dengan diklat online-nya menjadikan materi alat peraga sebagai salah satu materi diklatnya. Materi diklat mengungkap bahwa alat peraga dalam pembuktian pythagoras ternyata dapat dibuat dengan sederhana. Jenis alatnya juga beragam. Guru dapat memilih mana yang dapat dengan mudah dibuat dan mudah pula digunakan untuk menjelaskan kepada siswa. Alat peraga yang dibahas juga adalah tangram. Penggunaan Tangram dalam pembelajaran dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Tangram dapat disusun sedemikian sehingga menjadi bentuk-bentuk yang lucu dan menarik. Peserta juga diberikan materi alat peraga berupa batang Napier yang membantu siswa dalam proses perkalian. Materi alat peraga yang terakhir dibahas adalah pembuatan kartu domino matematika, ini dimaksudkan untuk pemantapan konsep. Jadi permainan domino diberikan setelah siswa memahami konsep matematika. Dengan domino ini, guru dapat menyesuaikan materi konsep apa yang diberikan. Materi logaritma, trigonometri, bahkan hampir semua materi dapat dibuatkan dominonya.

Alat peraga dengan segala fungsinya ini ternyata dapat dengan mudah dibuat guru matematika. Cukup dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat, ditambah kreatifitas guru saja. Jadi mari menjadi guru yang kreatif, kreatif untuk mencari cara yang kreatif untuk membelajarkan siswa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Tukang Ojek yang Membawa Perdamaian di Kota …

Uwais Azufri | | 27 August 2014 | 14:30

Artis Cantik Penginjak Bendera ISIS …

Den Hard | | 27 August 2014 | 12:26

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 10 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: