Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rohim Almalik

seorang guru harus memegang teguh motto "waktu adalah pedang"

Bersyukur Telah Memilih Kuliah Daripada Bekerja

OPINI | 26 September 2013 | 21:35 Dibaca: 83   Komentar: 0   0

Saya adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara. Berasal dari daerah paling selatan Kalimantan Barat. Sejak kelas dua SD sya dititipkan oleh orang tua saya ke tempat nenek di Pontianak. Semasa sekolah, saya termasuk siswa yang biasa saja, tidak pernah juara kelas. Setelah tamat SMA saya mendaftar UMPTN dan setelah tes saya pulang kampung. Ceritanya saya harus mencari uang untuk mengganti bola sekolah yang hilang akibat kecerobohan saya, jika tidak ijazah SMA saya tidak diberikan.

Di kampung sedang marak penambangan emas liar. Saya ikut bekerja selama 2 minggu. Waktu itu harga emas sedang tinggi, jadi saya mendapatkan banyak uang. Betapa senangnya hati saya saat itu, hilang sudah niat untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Kembali ke Pontianak saya membeli bola baru dan ijazah saya dilepas oleh pihak sekolah. Waktu pengumuman UMPTN saya berdo’a agar tidak lulus, karena saya ingin kembali bekerja di kampung. Saya beli koran setempat yang memuat pengumuman kelulusan UMPTN. Betapa kecewanya hati melihat nama saya tercantum di pengumuman tersebut, lulus di Universitas Tanjungpura FKIP Pendidikan Matematika.

Dengan langkah gontai saya menemui paman dan mengatakan saya tidak ingin melanjutkan kuliah, saya ingin bekerja saja di kampung. Mendengar hal tersebut paman saya marah, beliau bilang banyak orang yang mau kuliah tapi tidak bisa lulus UMPTN, sedangkan saya sudah lulus tapi malah tidak mau kuliah. Karena beliau yang telah mendidik saya dari saya sekolah di Pontianak, akhirnya saya mau mengikuti kemauan beliau, lanjut kuliah.

Setelah tamat kuliah saya langsung tes pegawai negeri dan Alhamdulillah langsung lulus. Sekarang saya adalah seorang guru di SMA Negeri 1 Singkawang. Jika mengingat kejadian saya yang kecewa karena lulus UMPTN, saya merasa sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang dengan kuasa-Nya melalui paman saya memaksa saya untuk memilih kuliah daripada bekerja.

Tags: kerja kuliah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Java Jazz On The Move” di Kota Batu …

Wahyu Jatmiko | | 04 March 2015 | 23:39

Masjid Vs Televisi; Kisah Kerisauan Moral …

Subronto Aji | | 05 March 2015 | 00:05

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29

Ruki : “Menjadi Ketua KPK Itu …

Abanggeutanyo | | 05 March 2015 | 01:25

Move On Agriculture di Purworejo …

Saryanto Bpi | | 04 March 2015 | 21:26


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 3 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 3 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 5 jam lalu

Ekuivokasi di Sekitar Kisruh Ahok-DPRD …

Nararya | 9 jam lalu

Ahok Vs. M. Taufik dan Kutukan Kulminasi …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: