Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rohim Almalik

seorang guru harus memegang teguh motto "waktu adalah pedang"

Bersyukur Telah Memilih Kuliah Daripada Bekerja

OPINI | 26 September 2013 | 21:35 Dibaca: 81   Komentar: 0   0

Saya adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara. Berasal dari daerah paling selatan Kalimantan Barat. Sejak kelas dua SD sya dititipkan oleh orang tua saya ke tempat nenek di Pontianak. Semasa sekolah, saya termasuk siswa yang biasa saja, tidak pernah juara kelas. Setelah tamat SMA saya mendaftar UMPTN dan setelah tes saya pulang kampung. Ceritanya saya harus mencari uang untuk mengganti bola sekolah yang hilang akibat kecerobohan saya, jika tidak ijazah SMA saya tidak diberikan.

Di kampung sedang marak penambangan emas liar. Saya ikut bekerja selama 2 minggu. Waktu itu harga emas sedang tinggi, jadi saya mendapatkan banyak uang. Betapa senangnya hati saya saat itu, hilang sudah niat untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Kembali ke Pontianak saya membeli bola baru dan ijazah saya dilepas oleh pihak sekolah. Waktu pengumuman UMPTN saya berdo’a agar tidak lulus, karena saya ingin kembali bekerja di kampung. Saya beli koran setempat yang memuat pengumuman kelulusan UMPTN. Betapa kecewanya hati melihat nama saya tercantum di pengumuman tersebut, lulus di Universitas Tanjungpura FKIP Pendidikan Matematika.

Dengan langkah gontai saya menemui paman dan mengatakan saya tidak ingin melanjutkan kuliah, saya ingin bekerja saja di kampung. Mendengar hal tersebut paman saya marah, beliau bilang banyak orang yang mau kuliah tapi tidak bisa lulus UMPTN, sedangkan saya sudah lulus tapi malah tidak mau kuliah. Karena beliau yang telah mendidik saya dari saya sekolah di Pontianak, akhirnya saya mau mengikuti kemauan beliau, lanjut kuliah.

Setelah tamat kuliah saya langsung tes pegawai negeri dan Alhamdulillah langsung lulus. Sekarang saya adalah seorang guru di SMA Negeri 1 Singkawang. Jika mengingat kejadian saya yang kecewa karena lulus UMPTN, saya merasa sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang dengan kuasa-Nya melalui paman saya memaksa saya untuk memilih kuliah daripada bekerja.

Tags: kerja kuliah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 5 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 5 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 7 jam lalu

The Beatles Konser di BI …

Teberatu | 7 jam lalu

Gandeng KPK, Politik Nabok Nyilih Tangan ala …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: