Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ina Rizqiyana

On my way to be an excellent people, an extraordinary woman, Aamiin :) 95-line

Siapa Bilang Ospek Itu Menegangkan! Ospek Itu Menyenangkan!

REP | 25 September 2013 | 17:56 Dibaca: 202   Komentar: 13   3

OSPEK  (Orientasi dan Pengenalan Kampus) memang sudah menjadi salah satu event tahunan yang wajib diadakan oleh setiap Universitas negeri maupun swasta di Indonesia. Tujuan utama OSPEK ini adalah untuk memperkenalkan  kondisi dan situasi kampus serta memberikan gambaran tentang dunia perkuliahan kepada mahasiswa baru. Selain itu, OSPEK juga menjadi salah satu cara yang paling mutakhir untuk membantu mahasiswa mengubah kebiasaannya ketika masih berstatuskan siswa.

Lantas, apa yang membuat OSPEK itu terdengar menyeramkan?

Ya, beberapa kesaksian dari pendahulu saya (katakanlah : kakak kelas saya semasa SMA) menyebutkan bahwa OSPEK jauh lebih menyeramkan daripada MOS. What? MOS? Apa yang pertama kali muncul di dalam pikiran kalian ketika mendengar nama MOS? Dijemur di lapangan, mengenakan topi caping kardus, rambut dikucir menggunakan pita warna-warni, membuat name-tag, dan masih banyak lagi. Lalu pasti akan muncul pertanyaan semacam ini, “MOS aja kayak gitu, apalagi OSPEK? Tingkatannya udah Mahasiswa!” atau “Ah, MOS aja udah nyiksa, apalagi OSPEK!” dan masih banyak lagi. Benar bukan?

Hmm, memang tidak bisa dipungkiri bahwa paradigma negatif tentang OSPEK sudah menjalar di seluruh lapisan masyarakat. Terlebih beberapa tahun terakhir ini banyak beredar kabar tentang kasus ‘bulllying’ yang dilakulan oleh mahasiswa senior kepada mahasiswa baru pada saat OSPEK. Hal itu tentu saja menambah kewaspadaan para calon Maru (Mahasiswa Baru) ketika akan memasuki bangku perkuliahan. Jujur, saya pribadi pun demikian, bahkan saya hampir membuat beberapa macam alasan agar diperbolehkan untuk tidak mengikuti OSPEK.

Konyol bukan? Ya, tentu saja! Dan bukankah hal itu juga sempat terlintas di dalam benak kalian, para calon Maru!

STOP! Jangan lakukan itu! Nikmati dan jalani! Itulah kunci dan salah satu cara yang kemudian membuat saya kembali optimis untuk mengikuti OSPEK. Kenapa? Yahhh, karena pada dasarnya memang tidak ada satupun hal yang patut ditakutkan dari suatu event bernama OSPEK. Loh, kok bisa? Iyalah, kamu justru akan menyesal seumur hidup kalau tidak mengikuti OSPEK. Terlebih lagi, kamu akan menanggung dosa karena alasan palsu yang sengaja kamu buat agar tidak mengikuti OSPEK. OSPEK itu menyenangkan kok! Percaya deh!!!

Kalau OSPEK itu menyenangkan, mana buktinya? Bukankah di media massa seperti TV , koran dan majalah sering menyebutkan bahwa kasus “bullying” itu rawan terjadi di dalam OSPEK?

Heii! Anda hidup di tahun berapa? Abad berapa? Era kita sudah berubah kawan, hal semacam “bullying” bukan lagi trend untuk masa kita. Universitas macam apa yang menghendaki mahasiswanya melakukan kekerasan terhadap Maru? Coba sebutkan! Kalaupun ada, itu hanyalah pelampiasan mahasiswa senior dan bukan program terencana dari suatu Universitas. Laporkan kepada pihak Universitas!

Percaya deh! Saya pribadi juga Maru tahun 2013. Awalnya, ada banyak hal yang saya takutkan tentang OSPEK, dan saya benar-benar tidak ingin mengikuti OSPEK. Namun, semenjak diberikan penjelasan oleh mahasiswa senior tentang tujuan dan point utama OSPEK, saya menjadi yakin untuk mengikuti OSPEK. Coba saja! Nikmati! Penugasan aneh itu adalah kenikmatan tersendiri yang tidak akan kita rasakan selanjutnya. Laporkan jika ada tindakan kekerasan dari panitia!

Ingat! OSPEK itu menyenangkan! OSPEK itu menggembirakan! Bangun mindset kamu sejak sekarang, jangan sampai hal semacam ini mengganggu pikiranmu dan membuat kamu enggan untuk ikut OSPEK!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Hukum Prabowo-Hatta, Jangan Merusak …

Daniel H.t. | | 20 August 2014 | 11:53

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Keluarga Pasien BPJS: Kenapa Dokter Tulis …

Posma Siahaan | | 20 August 2014 | 12:48

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 5 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 9 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 10 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: