Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ghina Elzanadia Nisrina

Female/Muslim/Psikologi UIN MALIKI MALANG

Persepsi

OPINI | 02 October 2013 | 19:28 Dibaca: 134   Komentar: 0   0

Hai ,, pasti pada kenal nih sama yang namanya K-POP. Yah ,, memang yang namanya demam K-POP di negeri kita ini memang belum turun-turun. Masih saja wajah para bintang Korea ini ikut menghiasi layar TV kita. Kalau kita tanya kepada para remaja, apa sih yang menarik dari para bintang K-POP itu?, pasti mereka akan berebutan menjawab dengan penuh semangat, menyebutkan dan berteriak-teriak tentang apa yang mereka suka dari para artis Korea yang mereka idolakan itu. Tapi jangan salah, ada juga yang mentah-mentah menolak keberadaan K-POP bahkan menghujat keberadaan para artis-artis Korea. Mereka yang tidak suka kebanyakan menilai dari penampilannya. Sebenarnya antara masyarakat yang suka pada K-POP dan yang tidak suka pada K-POP tidak ada yang salah dan yang benar. Mereka semua memiliki pandangan masing-masing untuk memberi tanggapan pada keberadaan K-POP.

Fenomena yang tergamabar diatas itulah yang dinamakan persepsi. Persepsi adalah kegiatan menyortir, menginterpretasikan, menganalisis, dan mengintegrasikan rangsang yang dibawa oleh organ indera. Persepsi mengacu pada interpretasi hal-hal yang kita indera. Proses dalam persepsi bersangkutan langsung dengan individu itu sendiri. Karena sifat persepsi yang individual maka jangan heran jika hasil persepsi setiap orang berbeda-beda. Seperti pada contoh kasus K-POP diatas. Sebagian masyarakat mempersepsikan K-POP sebagai suatu hal yang pantas untuk mereka puja dan mereka senangi. Sedangkan sebagian masyarakat lain mempersepsikan K-POP tidak baik dan hanya membawa pengaruh yang negatif saja bagi masyarakat. Mereka semua memiliki cara pandang yang berbeda-beda untuk menilai para artis korea tersebut. Ada yang menilai dari fashion, acting, wajah, tubuh, dance, gaya bicara, dan lain-lain. Karena cara pandang mereka terhadap para artis tersebut berbeda-beda, mereka mempersepsikannya juga berbeda. Itu semua tergantung dari cara indera mereka menangkap sesuatu yang menurut indera menarik dan perlu untuk dipersepsikan.

Ternyata tanpa terasa ya, dari pengertian dan contoh persepsi diatas dapat disimpulkan bahwa dalam kehidupan kita setiap hari kita sangat sering melakukan persepsi terhadap suatu objek.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 4 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 6 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: