Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rohman Soleh

Rohman Soleh itu orang biasa lahir di kota Banyuwangi, Jawa Timur. Sekarang tinggal di Kabupaten selengkapnya

Kurikulum 2013

REP | 03 October 2013 | 14:49 Dibaca: 349   Komentar: 1   0

Pendidikan adalam merupakan ujung tombak dari sebuah negara. Pada suatu negara di seluruh dunia pasti menomorsatukan pendidikan dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal yang dapat melakukan pembaharuan dan memajukan negara tersebut. Sama halnya yang telah dilakukan oleh pemerintah kita di Indonesia ini.

Pemerintah Negeri ini juga sedang mengupayakan cara-cara baru untuk mendidik generasi bangsa dengan berbagai cara, baik secara fisik maupun mental (moral), termasuk di dalamnya mengubah kurikulum. Perubahan kurikulum sebenarnya sah-sah saja, namun pemerintah juga harus mempertimbangkan dampak yang terjadi dari pembuatan kurikulum baru. Seperti halnya yang dialami saat ini para guru atau pendidik merasa bingung dengan pemerintah seiring dengan kabinet baru pasti kurikulum selalu berubah.

Para Pendidik merasa menjadi korban dari program pemerintah, mengapa demikian ?

  1. Para Pendidik di seluruh Indonesia belum semua menguasai bahkan menerapkan 100 % yang terkadang masih ada yang bingung sudah diluncurkan kurikulum baru.
  2. Kurangnya sosialisasi terutama di daerah yang tidak terjangkau dengan media informasi seperti di daerah pelosok.
  3. Daerah timur yang sangat minim terhadap pengetahuan kecanggihan teknologi hendaknya diadakan prioritas khusus.

Selain 3 hal diatas, harusnya ketika kurikulum hendak di luncurkan, pemerintah jauh-jauh hari sudah memberikan sosialisasi ke seluruh Indonesia dengan membentuk tim khusus yang benar-benar berkompeten dalam hal terkait. tidak seperti yang dikatakan oleh narasumber Bapak S0dikun,pada kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) MI dini hari tanggal 01 Oktober 2013 bertempat di MI Al-Mubarokah. Beliau menyampaikan bahwa ketika mengikuti pelatihan di Bandung para nara sumbernya menyampaikan bahwasannya mereka belum tahu persis tentang keadaan kurikulum yang sebenarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga banyak para peserta KKG menyampaikan memang kurikulum 2013 ada yang dikurangi beban sebagai guru tapi sebenarnya malah bertambah bebannya. Mereka banyak menganggap kalau kita benar-benar profesional dalam menjalan tugas sebagai guru yang menggunakan kurikulum 2013 kita harus punya pembantu bagi yang suami istri menjadi Guru, karena biarpun kita berada dirumah masih banyak tugas yang harus dikerjakan yang tidak bisa kita kerjakan di sekolah.

Rapat tadi juga disampaikan oleh para peserta bahwa sebenarnya UN (Ujian Nasional) tidak harus menjadi tolak ukur kelulusan peserta didik, karena pelajaran yang dujikan dalam UN tersebut, sementara tidak sedikit siswa yang pandai diluar pelajaran tersebut, hanya karena 3-4 pelajaran siswa dianggap gagal dalam belajar. Sebenarnya anggota dewan juga sudah menolak dengan adanya UN namun beberapa waktu lalu pemerintak menyatakan ketok palu 2014 tetap melaksanakan UN.

MAU DIBAWA KEMANA NEGERI INI ?

MARI KITA TANYAKAN PADA RUMPUT YANG BERGOYANG.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Bola Lampu Pijar, 135 Tahun Penemuan yang …

Necholas David | | 22 October 2014 | 08:19

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 7 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 7 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 8 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: