Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ainun Fuadah Diyanah

Mahasiswa Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Tentang Dia

REP | 03 October 2013 | 21:30 Dibaca: 58   Komentar: 0   0

Sering aku melihatnya, entah saat sekelas dengannya di pelajaran tertentu, kadang-kadang di parkiran, kadang juga saat bersama teman-temannya. Saat aku melihatnya, aku pikir dia adalah seseorang yang pendiam, tak banyak tingkah maupun bicara. Bisa jadi menurut orang-orang yang melihatnya dia adalah seseorang yang cuek, dengan teman pun dia pilih-pilih untuk bergaul. Dia tinggi, bahkan lebih tinggi dariku. Kulitnya yang sawo matang dan senyumnya itu loh yang bikin dia terlihat lebih manis, hehe. Itu sih menurutku saat awal aku melihatnya. Tapi, teman-temanku bilang kalau dia itu anak yang pemalas, super cuek lagi, sama tugas aja dia kelihatan gak hirauin gitu. Aku sih gak percaya kalau si dia seperti kata teman-temanku tadi. Tak lama kemudian aku dekat dengannya. Namun, setelah aku mengenalnya dia tak seperti yang aku pikirkan semula dan jauh beda dari yang teman-temanku pikirkan. Yang awalnya aku pikir dia seseorang yang amat sangat pendiam tapi nyatanya dia adalah sosok yang periang, suka bercanda, bahkan menurutku dia gokil banget, aku saja sering tertawa terbahak-bahak kalu sedang bercanda dengannya, hehe alay :D. Apalagi pernyataan teman-temanku bahwa dia adalah sosok anak yang pemalas dan tak pernah hiraukan tugas, wahh… itu benar-benar pernyataan yang salah total, hehe. Dia gak seperti itu kok. Malah menurutku dia lebih rajin daripada aku. Yahh, buktinya aja tugas kelompok yang masih beberapa minggu lagi dia sudah cari referensi mulai dari beberapa minggu sebelumnya dan sudah selesai ngerjainnya. Aku saja baru dapat beberapa referensi namun dia referensinya udah buuuanyak banget. Nah loo, masak seperti itu masih dibilang pemalas ? engga tohh ? hehehe.

Wah wah, sepertinya daritadi serius banget yaa bacanya, hehe. Teman-teman, cerita diatas itu hanya sebuah contoh dari pengenalan objek atau pola. Nah ternyata tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita melibatkan sebuah interaksi yang begitu rumitnya antara sensasi yang kita terima dari stimulus-stimulus di lingkungan kita, dengan persepsi dan memori kita serta pencarian kognitif yang ternyata bertujuan untuk pengenalan terhadap pola tersebut. Dalam pengenalan terhadap objek atau pola, kita tidak hanya melihat pola atau objek dalam bentuk fisik saja misalnya yang kita lihat melalui indera kita. namun pengenalan objek atau pola juga dapat kita kenal melalui pengalaman-pengalaman sebelumnya. Kita berpersepsi tentang seseorang dan mengatakan bahwa orang tersebut cantik, ganteng, manis, dsb tersebut juga merupakan suatu pengenalan objek atau pola.

Dalam memahami dan mempelajari pengenalan pola atau objek terdapat dua teori yang dapat membantu kita memahami bagaimana suatu sensasi diproses menjadi persepsi sebuah pola atau objek. Kedua teori tersebut antara lain : teori persepsi konstruktif (constructive perception) yang menyatakan bahwa manusia “mengkonstruksi” persepsi dengan secara aktif memilih stimuli dan menggabungkan sensasi dengan memori. Nah, yang dimaksud menggabungkan sensasi dengan memori dalam teori diatas maksudnya seperti yang saya jelaskan tadi bahwa dalam pengenalan objek dapat kita kenal melalui pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sedangkan teori selanjutnya adalah teori persepsi langsung (direct perception) yang menyatakan bahwa persepsi terbentuk dari perolehan informasi secara langsung dari lingkungan. Proses dalam pengenalan objek atau pola :

Sensasi - Atensi - Pengenalan Objek/Pola - Persepsi

Kalian pasti bertanya-tanya, atensi sendiri itu apa sih ? Atensi merupakan pemusatan pikiran pada suatu objek dan pada saat yang sama seseorang mengabaikan objek yang lain. Jadi, sebelum kita mengenali sebuah pola dan membuat sebuah persepsi tentang pola tersebut kita pasti lebih dahulu memusatkan pikiran pada satu pola tertentu.

Sumber : Solso, Robert L. dkk. (2007). Psikologi Kognitif. Erlangga: Jakarta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 14 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 15 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 19 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: