Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Deni Ranoptri

Saya adalah salah satu Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan

Cara Pengisian PTK Dapodik 2013

OPINI | 05 October 2013 | 01:19 Dibaca: 3645   Komentar: 0   0

Formulir PTK tidaklah berbeda jauh dengan Formulir cara pengisian data peserta didik pada dapodikdas 2013 yang sebelumnya kami berikan sedikt penjelasan, namun perbedaan tentulah ada karena menyangkut berbagai hal yang tak mungkin dimiliki oleh peserta didik. perhatikan Formulir PTK ini.

Tambah, Ubah, Simpan, Hapus adalah fungsi dan peranan yang sama pada peserta didik. namun pada penugasan ini kita perdalam penjelasannya.
Peninputan adalah hal yang sama pada peserta didik, pada fasilitas penampung dulu jikalau tidak ada bisa ditambahkan. perhatikan gambar berikut.

Formulir adalah laman awal terkait pada hal awal untuk umumnya data yang harus diisi.
Anak, Beasiswa, Diklat, Buku yang telah diterbitkan PTK, Karya Tulis, Tunjangan,Riwayat KGB, dan berbagai isian yang tidak jauh berbeda dengan yang telah lalu.
tinggal kita melengkapinya sebaik mungkin.
namun aplikasi ini kembali lagi mempermudah jikalau PTK tersebut sudah ada pada database sebelumnya maka kita hanya perlu melakukan perubahan baik penambahan maupun pengurangan data PTK yang bersangkutan ataupun pada PTK yang sudah tak aktif lagi pada sekolah Induk.
pada menu Ubah dan Hapus data sangat berfungsi untuk itu

Semoga Bermanfaat

jangan lupa Kunjungi kkgjaro.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 6 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 8 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 8 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 9 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 9 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: