Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Deni Ranoptri

Saya adalah salah satu Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan

Cara Pengisian PTK Dapodik 2013

OPINI | 05 October 2013 | 01:19 Dibaca: 3636   Komentar: 0   0

Formulir PTK tidaklah berbeda jauh dengan Formulir cara pengisian data peserta didik pada dapodikdas 2013 yang sebelumnya kami berikan sedikt penjelasan, namun perbedaan tentulah ada karena menyangkut berbagai hal yang tak mungkin dimiliki oleh peserta didik. perhatikan Formulir PTK ini.

Tambah, Ubah, Simpan, Hapus adalah fungsi dan peranan yang sama pada peserta didik. namun pada penugasan ini kita perdalam penjelasannya.
Peninputan adalah hal yang sama pada peserta didik, pada fasilitas penampung dulu jikalau tidak ada bisa ditambahkan. perhatikan gambar berikut.

Formulir adalah laman awal terkait pada hal awal untuk umumnya data yang harus diisi.
Anak, Beasiswa, Diklat, Buku yang telah diterbitkan PTK, Karya Tulis, Tunjangan,Riwayat KGB, dan berbagai isian yang tidak jauh berbeda dengan yang telah lalu.
tinggal kita melengkapinya sebaik mungkin.
namun aplikasi ini kembali lagi mempermudah jikalau PTK tersebut sudah ada pada database sebelumnya maka kita hanya perlu melakukan perubahan baik penambahan maupun pengurangan data PTK yang bersangkutan ataupun pada PTK yang sudah tak aktif lagi pada sekolah Induk.
pada menu Ubah dan Hapus data sangat berfungsi untuk itu

Semoga Bermanfaat

jangan lupa Kunjungi kkgjaro.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 9 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 9 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 13 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 16 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

London in a Day on Foot …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 8 jam lalu

Mengintip Sekelumit Catatan Umar Kayam …

G | 9 jam lalu

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: