Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Must Wildan

sang pencari yang terkadang berhenti dan melanjutkan kembali

Kecerdasan Metakognitif pada Kurikulum 2013

OPINI | 06 October 2013 | 16:10 Dibaca: 530   Komentar: 1   0

Istilah Metakognitif biasa disebut dengan metakognisi (metacognition) lahir pada tahun 1979. Istilah metakognitif ditemukan oleh seorang ilmuwan pendidikan yang bernama flavell. Maksud dari kata ini tidak hanya sebatas kognitif atau berpikir saja tapi satu tingkat lebih tinggi dari berpikir atau biasa disebut dengan thinking about thinking yang artinya berpikir tentang

proses berpikir itu sendiri. Dari sini dapat kita ketahui bahwa metakognitif adalah sebuah kemampuan manusia untuk mengendalikan atau pemantauan pikiran, kalau diterapkan dalam dunia pendidikan bahasa aplikasinya metakognitif merupakan kemampuan  peserta didik atau siswa dalam memonitor (mengawasi), merencanakan serta mengevaluasi sebuah proses pembelajaran. Jika teori metakognitif diterapkan maka seorang siswa diharapkan bisa bersikap mandiri dalam hal materi atau ilmu yang dipelajari, bersikap jujur terhadap kemampuan masing-masing diri baik kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan berani mencoba perkara baru guna menggali pengetahuan dan meningkatkan kemampuannya.

Kecerdasan metakognitif penting dimiliki oleh setiap siswa atau manusia umumnya. Karena kecerdasan metakognitif merupakan upaya sadar diri terhadap minat dan kemampuan siswa.Kecerdasan metakognitif dibagi menjadi dua yaitu.
  1. Kecerdasan metakognitif Self assessment, kecerdasan ini lebih condong kepada kemampuan siswa dalam mengetahui kemampuan kognitifnya atau berpikirnya secara mandiri.
  2. Kecerdasan metakognitif Self management, kecerdasan ini diharapkan seorang siswa mampu mengelola dan mengatur perkembangan kognisi atau berpikirnya tanpa meminta bantuan orang lain.
Kurikulum 2013 sudah mulai dijalankan, menurut para pakar dan perumus kurikulum 2013 inikecerdasan yang akan dibidik adalah kecerdasan metakognitif siswa. Hal ini dikarenakan kurikulum-kurikulum sebelumnya masih mengandalkan orang lain dalam mencerdaskan diri sendiri seorang siswa, meskipun kurikulum yang terakhir sebelum kurikulum 2013 juga diharapkan seorang siswa mampu bersikap mandiri, tapi tetap saja peran guru atau pembimbing lebih besar dari pada peran siswa itu sendiri.
Pada kurikulum 2013 yang baru ini seorang siswa diharapkan mampu bersikap mandiri dan tahu apa yang telah dipelajari, apa yang sedang dipelajari, dan apa yang harus dipelajari. Sebuah contoh penarapan dari kecerdasan metakognitif adalah semisal ada siswa yang sedang belajar tentang organ tubuh manusia, maka siswa harus berpikir sendiri menganalis dari materi tersebut. Apa yang sudah diketahui tentang organ tubuh, dan juga mampu memilah meteri mana yang harus dipelajari dalam materi organ tubuh itu sendiri. Jadi siswa diharapkan mampu kejataman berpikir guna menganalisis dirinya sendiri.
Pada kurikulum 2006 fungsi dan tugas guru adalah sebagai fasilitator dalam kegiatan pembalajaran siswa, lantas bagaimana peran guru dalam kurikulum 2013 ini yang mengedepankan kecerdasan seorang kemandirian siswa?. Untuk ulasan tugas dan peran guru bisa disimak dalam tulisan yang berjudul tugas dan peran guru dalam kurikulum 2013 

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 7 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 10 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 10 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 10 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 11 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 12 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: