Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fachri Firdaus

Academic Staff - Universitas Paramadina

Penanggung Jawab Pendidikan Anak

OPINI | 24 October 2013 | 20:41 Dibaca: 206   Komentar: 0   0

Pendidikan Anak,Tanggung Jawab Bersama…

Setiap manusia yang memiliki keturunan tentunya sangat mendambakan keturunannya berhasil dan sukses dalam hidupnya. Jalan menuju tujuan tersebut dibutuhkan pendidikan yang membentuk karakter dan kepribadian serta pengetahuan anak kearah yang baik tentunya.

Agar tercapainya tujuan yang diinginkan kedua orang tua terhadap anaknya, maka orang tua berupaya keras dalam mendidik dan memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Namun perlu disadari bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak oleh kedua orang tuanya tidaklah cukup dan berarti tanpa kerja sama dari pihak lain yang terkait dalam pendidikannya.

Pendidikan anak adalah bukan hanya tanggung jawab dari kedua orang tuanya atau keluarganya tapi tanggung jawab semua kalangan dan memerlukan kerja sama semua individu dan lembaga yang terkait. Jika semua kalangan itu melaksanakan kewajibannya dengan baik maka akan tercipta kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya pendidikan yang benar bagi individu dan program-program pendidikan pun akan bergerak maju. Namun, jika sebaliknya tidak ada kerja sama dan kesepahaman diantara semua kalangan maka dapat dipastikan program-program pendidikan yang telah disusun tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dan siapa saja kah yang ikut bertanggung jawab?…

Berikut ini akan dijelaskan beberapa pihak sebagai penanggungjawab pendidikan anak yaitu sebagai berikut:

  • Keluarga

    Keluarga merupakan pihak terpenting dalam pendidikan anak, yang dimaksud keluarga yaitu orang-orang yang secara terus menerus atau sering tinggal bersama si anak. Diantara keluarga ini ayah dan ibulah yang mempunyai peranan penting dikarenakan yang menjadi penyebab si anak ini terlahir kedunia, maka beban tanggung jawabnya cukup besar dalam menjaga dan memeliharanya. Kedua orang tua dikatakan memiliki kelayakan menjadi ayah dan ibu manakala keduanya bersungguh-sungguh dalam mendidik anak mereka. Oleh karena itu, pendidikan sebagai salah satu bentuk hak terhadap anak yang jika kedua orang tuanya melalaikannya berarti telah menzalimi anaknya dan kelak pada hari kiamat nanti mereka dimintai pertanggungjawabannya.

  • Sekolah

    Sekolah merupakan pendidikan kedua bagi seorang anak karena sekolah tempat anak-anak menghabiskan waktu setengah harinya di tiap hari. Lingkungan sekolah adalah lingkungan yang benar-benar baru dan penting bagi anak yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan teman sebayanya. Orang tua menitipkan anaknya untuk pendidikan melalui sekolah, maka dari itu sekolah memikul tanggung jawab yang berat. Sekolah tidak hanya berkewajiban mengajarkan ilmu kepada para anak didik, tetapi berkewajiban pula untuk mendidik mental dan akhlaknya serta berupaya untuk mencegah mereka supaya tidak terjerumus kepada tindak penyimpangan.

    Pihak sekolah telah menerima tanggung jawab besar ini, maka mereka harus bersungguh-sungguh dalam pelaksanaannya. Jika sekolah melaksanakan penuh kewajiban ini dengan benar, maka mereka akan memperoleh sebaik-baiknya balasan di sisi Allah dan sebaliknya jika mereka melalaikan kewajiban ini maka akan memperoleh siksa dari-Nya.

  • Media

    Media berperan penting dalam pembentukkan karakter anak, sebab media ini hampir setiap harinya menemani hiburan anak. Yang termasuk media disini yaitu dapat berbentuk media massa atau juga media elektronik. Radio, televisi, internet, surat kabar merupakan media yang sangat berpengaruh terhadap perubahan pola tingkah laku anak. Sekarang ini, radio, televisi, internet, surat kabar bisa dihitung hampir kebanyakan keluarga memiliki media tersebut dan bisa dikatakan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok, sarana hiburan, pembimbing, guru, dan sebagai teman. Oleh karena itu media ini sangat penting untuk mendidik dan mengajarkan masyarakat, dan dapat memainkan peran penting dalam pendidikan kebudayaan.

    Jika media ini menampilkan sesuatu tayangan atau tulisan yang menyimpang dan tidak bersifat mendidik maka dapat dipastikan anak-anak yang menjadi konsumen akan mudah menirukan apa yang telah didengar, dibaca, dan dilihatnya.

    Para penulis, sutradara, penyiar adalah orang-orang yang bertanggung jawab sebagai peran di media. Para penulis harus menyadari bahwa dengan tulisan-tulisan mereka, novel-novel, buku-buku, artikel, analisis, pujian, kritikan dan karya mereka telah memberikan pengaruh kepada berbagai lapisan masyarakat, baik pengaruh positif atau pun negatif. Begitu pula sutradara yang merancang, membuat, menampilkan film yang berpengaruh besar dalam pembentukkan karakter penonton. Penyiar juga sama, kata-kata mereka, ucapan mereka semua dapat memberikan dampak yang besar terhadap pendidikan anak.

  • Para Ahli Agama

    Ulama mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam pembentukkan akhlak anak-anak. Jika orang tua adalah penanggungjawab pendidikan bagi anaknya, maka para ulama (ahli agama) sebagai ahli pendidikan dan pengajaran agamanya.

  • Pemerintah

    Diantara para penanggungjawab pendidikan anak, yang mempunyai kewajiban lebih berat dan lebih luas adalah pemerintah. Telah dijelaskan dalam UUD ‘45 pasal 31 ayat 1-5 yang mengatur hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah berperan sangat penting dalam hal kebijakan terkait masalah pendidikan.

    Pemerintah berperan dalam penyusunan kurikulum, program-program pendidikan yang diajarkan dan dilaksanakan program tersebut secara terkoordinasi melalui institusi-institusi pendidikan seperti perguruan tinggi, pendidikan dasar dan menengah, para orang tua, para penyiar, penulis, media surat kabar.

Pendidikan yang benar hanya dapat dilakukan melalui sebuah program pendidikan yang terkoordinasikan dengan baik. Dalam pendidikan, seorang anak didik dipengaruhi oleh karakter, potensi, dan kemampuan yang ada dalam dirinya. Jika faktor-faktor ini dibina oleh para penanggungjawab pendidikan secara baik dan benar maka dapat dipastikan anak memiliki pendidikan yang baik tentunya akan membawa dampak positif terhadap karakter, kepribadian, dan pengetahuan bukan hanya untuk pribadi atau keluarga tetapi untuk kemajuan negara dan bangsa ini. Oleh karena itu, kelima penanggungjawab pendidikan anak ini harus bekerja sama dengan satu komando pemerintah melalui pelaksanaan program-program pendidikan dalam satu koordinasi yang membutuhkan kerja sungguh-sungguh dari semua pihak penanggungjawab pendidikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 18 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 19 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: