Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Cara Menciptakan Suasana Belajar yang Berkualitas dan Efektif

OPINI | 26 November 2013 | 21:25 Dibaca: 80   Komentar: 0   1

CARA MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG BERKUALITAS DAN EFEKTIF

Untuk memudahkan pemahaman mengenai belajar, maka diawali dengan mengemukakan definisi belajar dari beberapa ahli pendidikan. Belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003). Belajar ialah sebagai suatu proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru atau merubah  kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dan menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi yang dihadapi dalam hidupnya (Sahabuddin, 1997).

Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap (Gredler, 1991). Belajar adalah suatu perkembangan dari seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Belajar itu perubahan-perubahan bersifat pshikhis (Hamalik, 1983).

Belajar dapat pula diartikan secara luas dan secara sempit. Secara luas, belajar diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Secara sempit, belajar diartikan sebagai usaha penguasaan materi pelajaran.

Dilihat dari ciri-ciri belajar, yaitu a) perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar bukan perubahan tingkah laku karena proses kematangan, b) perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar bukan perubahan tingkah laku karena perubahan kondisi fisik, c) hasil belajar bersifat  relatif menetap (Tirtaraharja dalam  Abd. Haling, 2004).

Tujuan Belajar

Tujuan adalah batas cita-cita yang diinginkan dalam suatu usaha, tujuan dapat pula diartikan sesuatu yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan. Tujuan belajar berarti apa yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar.

Pada dasarnya belajar pada diri manusia, merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan serta sasaran yaitu a) tujuannya mengubah tingkah laku ke arah yang lebih berkualitas, b) sasarannya meliputi tingkah laku penalaran (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif). Sardiman (2004), mengemukakan bahwa pada dasarnya tujuan belajar terdapat tiga jenis, yaitu a) untuk mendapatkan pengetahuan, yaitu suatu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Dengan tujuan belajar ini akan lebih tepat sistem presentasi atau pemberian tugas materi pelajaran, b) untuk penanaman konsep dan keterampilan, yaitu suatu cara belajar menghadapi dan menangani objek-objek secara fisik dan psikhis. Pencapaian tujuan belajar ini cenderung dilakukan dengan cara pendemonstrasian, pengamatan, dan pelatihan, c) untuk pembentukan sikap, yaitu suatu kegiatan untuk menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak. Pencapaian tujuan belajar ini, dengan cara pemberian contoh perilaku yang perlu ditiru atau tidak, dengan mengarahkan anak dalam kegiatan mengamati, meniru dan mencontoh.

Belajar, Kematangan, Perubahan Fisik dan Mental

Perbedaan belajar dengan kematangan

Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembagan bawaan. Belajar adalah suatu proses yang disengaja atau disadari. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya.

Perbedaan Belajar dengan perubahan fisik

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja, perubahan itu berupa tidak tahu menjadi tahu, tidak  mengerti menjadi mengerti, dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengerjakan sesuatu. Perubahan fisik yaitu dari kecil menjadi besar, dari kurus menjadi gemuk, dari pendek menjadi tinggi/panjang.

Belajar Menurut Pandangan Aliran Psikologi

Psikologi behavioristik

Belajar merupakan respon terhadap stimulus dari luar. Teori ini dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Pembelajar mengkondisikan sedemikian, sehingga pebelajar atau mau belajar. Pembelajaran yang demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadiah dan hukuman sering pembelajar dalam hal ini relatif tinggi dan peranan pebelajar relatif rendah

Psikologi Humanistik

Belajar sifatnya sangat individual dan pribadi. Teori belajar ini merupakan antitesa pandangan behioristik. Pandangan ini belajar dapat dilakukan sendiri oleh pebelajar. Dalam belajar demikian, pebelajar senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari pembelajar. Peranan pebelajar relatif tinggi dan peranan pembelajar  relatif rendah.

Psikologi Kognitif

Belajar merupakan aktivitas penalaran. Teori belajar ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Pandangan ini perpaduan usaha pribadi dan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimental.

Prinsip-prinsip Belajar

1. Belajar suatu proses aktif dimana terjadi hubungan saling mempengaruhi secara dinamis antar pebelajar dengan lingkungannya.

2. Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan jelas bagi pebelajar. Tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya.

3. Senantiasa ada rintangan dan hambatan dalam belajar, karena itu pebelajar harus sanggup mengatasinya secara tepat

4. Belajar itu memerlukan bimbingan. Bimbingan itu baik dari pembelajar atau tuntutan dari buku pelajaran sendiri

5. Jenis belajar yang paling utama ialah belajar untuk berpikir kritis, lebih baik dari pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.

Faktor Psikologis dalam Belajar

1. Motivasi. Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya ada keinginan untuk belajar.

2. Konsentrasi. Konsentrasi dimaksudkan memusatkan perhatian pada situasi belajar

3. Reaksi. Di dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik maupun mental, sebagai suatu wujud reaksi.

4. Organisasi. Belajar dapat juga dikatakan sebagai kegiatan mengorganisasikan, menata atau menempatkan bagian-bagi-an bahan pelajaran ke dalam suatu kesatuan pengertian. Untuk membantu pebelajar agar cepat dapat mengorganisasikan fakta atau ide-ide dalam pikirannya, maka diperlukan perumusan tujuan yang jelas dalam belajar. Dengan demikian akan terjadi proses  yang logis.

5. Pemahaman. Pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran. Karena itu belajar berarti harus mengerti maksud dan implikasinya, sehingga menyebabkan pebelajar dapat memahami suatu situasi.

6. Ulangan. Untuk mengatasi kelupaan, diperlukan kegiatan ulangan. Mengulang-ulang sesuatu pekerjaan atau yang dipelajari, maka kemungkinan untuk mengingat bahan pelajaran menjadi lebih mendasar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan kita dalam belajar:

1. Niat

Niat sangat besar perannya dalam mempengaruhi sukses tidaknya kita belajar. Niatkan bahwa kita belajar semata-mata untuk memenuhi kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu harus menuntut ilmu, jadi jadikan belajar sebagai bagian dari ibadah.

Mulailah dengan membaca basmalah, Insya Alloh kita akan konsentrasi dalam belajar.

2.  Sekitar

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan belajar diantaranya : orang tua, guru dan teman, walaupun tentu saja kecerdasan kita sendiri sangat mempengaruhi kesuksesan dalam belajar. Namun karena hal tersebut adanya di dalam dan bukan faktor luar maka hal itu tidak disertakan dalam faktor lingkungan sekitar.

Peran orang tua dan guru sangat penting dalam pendidikan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengembangkan sikap yang independen dan kreatif dalam proses belajar dan bukan hasil instan yang hanya berhasil bila ada pengawasan dari orang tua atau guru.Dan faktor lain yang perlu diperhatikan adalah dengan siapa kita bergaul. Carilah teman yang bisa memotivasi kita untuk bersaing dalam menuntut ilmu.

3.  Belajar

Buku-buku yang berkualitas di rumah, di perpustakaan sekolah, turut berperan dalam kesuksesan belajar kita terutama dalam pengembangan minat membaca.Suasana tempat belajarpun akan mempengaruhi kenyamanan kita dalam belajar. Hal lain yang cukup penting dalam proses belajar pada era teknologi ini adalah komputer dan koneksi internet. Begitu banyak informasi berkualitas yang gratis yang tersedia di internet yang dapat kita manfaatkan.

4.  Belajar

Cara belajar yang benar adalah dengan mempelajari bahan pelajaran secara bertahap, sedikit demi sedikit. Setiap kita memperoleh pelajaran maka jangan ditunda -tunda untuk mempelajarinya.Pada umumnya kita masih terbiasa dengan belajar pada saat-saat akhir, sehari sebelum ulangan. Tidak mengherankan bila prestasi belajarnya juga tidak terlalu baik. Salah satu teknik membaca yang perlu diketahui adalah teknik membaca cepat. Dengan teknik ini kita diajarkan untuk membaca indek, daftar isi, judul dan sub judul dan membaca isinya secara cepat dengan hanya menggunakan mata dan jangan menggunakan bibir, dan membaca pertanyaan-pertanyaannya. Dalam waktu yang singkat, kita diharapkan telah mengetahui secara umum apa yang dibahas dalam buku tersebut.

Apa yang diajarkan teknik itu adalah agar kita segera mengetahui isi keseluruhan buku secara umum sehingga bila memerlukan untuk membacanya di lain waktu, kita telah mengetahui di buku mana dan bagian mana kita bisa membacanya kembali. Jadi jangan salah menilai bahwa setelah membaca cepat selesailah tugas kita membaca buku yang dimaksud

Belajar yang Berkualitas

  1. Persiapan yang baik
  2. Memahami tujuan/manfaat belajar
  3. Menggunakan cara yang efisien
  4. Mencatat hal-hal yang esensial
  5. Menggunakan sumber belajar bervariasi
  6. Mengerjakan tugas-tugas seksama
  7. Bergairah belajar
  8. Evaluasi diri

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 7 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 7 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 7 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 8 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: