Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nani Roslinda

Berusaha ceria, bahagia dan hilangkan buruk sangka bisa bikin awet muda

Pelaksanaan Kurikulum 2013 dan Kendala

OPINI | 30 November 2013 | 23:14 Dibaca: 2001   Komentar: 0   0

Banyak kesibukan kerja membuat saya tidak pernah menulis artikel lagi di Kompasiana, pada hari ini saa y kangen sekali ingin menulis lagi di Kompasiana ini,

Jujur saja, menulis di Kompasiana ini bagi saya memerlukan waktu khusus dan tidak boleh banyak hal yang dipikirkan, kadang-kadang inspirasi juga membuat saya tertarik membaca dan menuangkan tulisan lewat kompasiana.  Lebih banyak tertarik menulis kalimat-kalimat di FB atau status BBM karena dianggap tidak menyita waktu yang banyak dan tidak harus memikirkan alinia satu dengan alinia lain harus dirangkai kalimat-kalimat yang baik.

Selama ini saya tertarik menulis di Kompasiana karena ada teman yang mengajak saya untuk menghadri seminar-seminar menulis yang di selenggarakan oleh Om Jay dkk.  namun kadang-kadang setiap tindakan kita ada titik jenuhnya.  Sama halnya dengan iman kita, saat iman kita melonjak, semua tanjakan dakwah pingin kita lakukan, kita ibadah semangat, namun saat titik jenuh tiba, ada hal -hal penurunan dalam hal beribadah dan penurunan kadar iman.  Begitupun dengan menulis di Kompasiana ini.

Malam ini saya mulai tertarik lagi menulis karena saya tidak memiliki b anyak  tugas dalam mengajar ,  selain itu ada banyak hal yang ingin saya sampaikan mengenai dunia pendidikan yang saya geluti, banyak masalah yang saya hadapi dan saya lihat, mungkin malam ini saya hanya akan menceritakasnnya secara singkat-singkat saja.

Masalah pertama yang ingin saya ceritakan mengenai Kurikulum 2013.   Sekolah tempat saya mengajar sudah menggunakan Kurikulum 2013, mau tidak mau suka atau tidak suka, saya dan teman-teman guru lainnya meaksanakan pembelajaran dengan kurikulum 2013.  Pelatihan demi pelatihan dilaksanakan, dari insttuktur satu, instruktur kedua dan ketiga yang menjelasakan tentang kurikulum 2013 hampir penjelasannya berbeda-beda sehinga sempat membuat saya bimgung, mana sebetulnya yang ingn kami jalani.

Secara umum, pengetahuan saya tentang kurikulum 2013 hanyalah perbedaan dalam hal pendekatan Scientific dan penilaian Autentic.  Dalam kurikulum 2013, pembelajaran scientific dikenal adanya kegiatan mengamati, menanya, menalar, mengasosiasi dan menkomunikasikan (membangun jejaring sosial), kesimpulannya bahwa dalam pembelajaran kurikulum 2013 ini guru tidak langsung menjelaskan materi pelajaran kepada siswa tetapi memancing siswa untuk menggali dengan cara mengamati dan siswa disuruh membaca terlebih dahulum bahan materi yang dipelajari,  guru menanyakan point-point materi yang ingin dibahas, siswa dibagibeberapa kelompok diskusi atau disuruh menggali materi bersama-sama teman, tukar pikiran dan siswa mempersentasikan materi tersebut ke depan kelas, guru meluruskan jawaban dan mulai membuat penjelasan singkat dan menyimpulkan hasil diskus siswa yang mempersentasikan tersebut, kemudian guru dan siswa menugaskan siswa membentuk jejaring sosial sehingga pembelajaran kelihatan aktif dan guru tidak terlalu capek karena hanya sekedar menyimpulkan dan tanya jawab kepada siswa.

Namun demikian saya memiliki kendala dalam melakukan penilaian Autentic katena dalam kurikulum 2013 ini saya menyimpulkan bahwa penilain sikap itu adalah yang pertama dan utama, baru disusul dengan penilai ketrampilan dan pengetahuan, terbalik dengan kurikulum 2006 yang mengutamakan kognitif.  Dalam hal ini tugas guru agak sedikit berat dan perlu ketelitian dalam mengenal siswa satu pesatu, tidak bisa secara clasical.  Banyak hal yang membuat kita mengalami hambatan yaitu aspek-aspek penilaian sikap itu memiliki beberapa unsur misalnya, nilai kedisiplinan, kerjasama dan sikap menghargai pendapat orang lain dll.  Selain itu dalam hal ketrampilan juga, guru harus melakukan penilainan observasi dan portopolio kegiatan dan aspek pengetahuan penilainnya dilakukan dengan mengerti, memahami dan mampu mempresentasikan, ada nilai persentasi dan penilain tugas-tugas. Penilaian ini akan mengakibatkan penilaian sikap yang rekayasa, siswa yang baik dan siswa yang buruk saja yang menjadi patokan perbedaan nilai, sementara nilai yang lainnya standar umum saja.

Berdasarkan cerita di atas, kesimpulan terhadap kurikulum 2013 ini masih sangat perlu  pelatihan- pelatihan intensif terhadap guru atau semua guru  dan pemerintah harus berani mengeluarkan dana yang besar untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan ini.

Pada tahun ini, tepatnya bulan juli 2013 yang lalu, buku yang mengacu kepada pelajaran kurikulum 2013 baru 3 buku matapelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matemarika dan Sejarah.  Ketiga buku ini sudah terbit dan sudah dicetak sebanyak sekolah-sekolah yang sudah ditugaskan menggunakan kurikulum 2013.

Mendengar cerita dari para guru, kurikulum 2013 ini bukannya meringankan tugas guru, malah lebih merepotkan guru, sebagian  besar guru mengatakan seperti itu.  Tuntutan mengenal siswa lebih mendalam dalam mengajar tidak diimbangi keterbatasan jumlah siswa yang diajarkan dikelas melebihi kuaota jumlah kelas biasa.  Penurunan nilai kualitas pendidikan yang dulunya  terkenal mantan RSBI lebih menurun dibanding saat dianugrahi istilah RSBI, Rintisan  sekolah bertaraf Internasional.

Awalnya guru-guru mencoba melakukan pembelajaran Sxientific, namun belakangan ini guru mula kembali cara-cara lama,  kurikuum 2013 ini masih belum jelas dan belum siap dilaksanakan karena keterbatasan dana, waktu, tenaga instruktur ahli, dan pengetahuan terhadap hakekat kurikulum 2013 itu sendiri,  Semo

Semoga pelaksanaan kurikulum 2013 ditahun-tahun berikutnya dapat terlaksana dengan baik dan pelatihan-pelatihannya dapat bermanfaat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 5 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Dipertanyakan Molornya Pembangunan Dermaga …

Mahaji Noesa | 8 jam lalu

Malunya Tuh Disini (Tepok Jidat) …

Atin Inayatin | 8 jam lalu

Abdi Negara dan Gaya Hidup Sederhana …

Dhita Mona | 8 jam lalu

Kau, Aku, Angin …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Wisata Alam Sejarah Klasik Goa Selomangleng …

Siwi Sang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: