Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yongky

Meyakini…Dusta adalah cikal bakal KKN dan Dusta yg disembunyikan, serapat apapun, dibungkus setebal apapun akan berbuah selengkapnya

ITN Malang Ospek Disuruh Bersetubuh

REP | 10 December 2013 | 02:54 Dibaca: 833   Komentar: 7   0

13866177986703425

Aksi Peduli Fikri, ITN Malang- doc Kompas.com

Yg terhormat para Admins dan Kompasianers, Ingat!!! ”Jgn pada Korupsi yaa”.

Ini sungguh sudah keterlaluan dan harus di usut sampai tuntas juga harus ada yang bertanggung jawab sampai Rektornya sekalian bila perlu. Mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur,bernama Fikri Dolasmantya Surya berasal dari Mataram,meninggal dunia diduga akibat disiksa oleh oknum fendem (panitia keamanan ospek) Kemah Bakti Desa (KBD) berlangsung pada 9-13 Oktober 2013. Karena berusaha melindungi mahasiswa lain yang mengikuti ospek kemudian diketahui oleh pihak panitia. Saat itu panitia semakin brutal kepada Fikri, keterangan Lalu Mustaqim Koordinator Aksi protes yang menuntut pihak ITN untuk bertanggung jawab, kepada Kompas.com 9/12/2013.

Fikri mendapatkan perlakuan tidak wajar juga penyiksaan di balik tenda oleh panitia, para saksi mendengar teriakan panitia “Kalau kau mau mati,mati saja kau,biar dikubur disini” jelas Mustaqim. Juga siksaan dengan cara disuruh membelakangi panitia lalu dipukuli dan disiksa oleh fendem,sejak itu kondisi Fikri mulai kesakitan dan jarang hadir dalam acara lain. Sejak 12 Oktober saat acara mahasiswa menyusuri sekitar ladang di goa China Malang Selatan. Hingga malam hari Fikri tidak tampak,informasi yang diterima mahasiswa Fikri berada di posko. Anehnya sejak Fikri tak lagi ikut ospek,perubahan sikap panitia mulai dingin dan tidak kasar bahkan,mahasiswa diberi makan enak begitu juga hari terakhir ospek dibubarkan secara mendadak 13 Oktober,mahasiswa diberi minuman dan makanan banyak.

Para mahasiswa baru tahu setelah berada di kampus ITN, Fikri sudah meninggal dunia dan berada di kamar jenazah RSSA Malang. Delapan orang saksi terdiri dari mahasiswa baru (maba) yang ikut ospek bersama Fikri,mengakui banyak perlakuan yang tidak manusiawi dalam acara orientasi tersebut, demikian keterangan dan pengakuan Mustaqim, disela-sela aksi yang dilakukan mahasiswa Mataram di Malang, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (Amak).

Entahlah dimana moral oknum-oknum fendem atau panitia ospek itu, karena menyuruh mahasiswa baru laki-laki untuk berhubungan intim dengan para mahasiswi baru sebagai suami istri pada umumnya. Juga peserta ospek diberi singkong berbentuk seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral, ini sungguh bejat dan tak bermoral, jelas Mustaqim dan berharap, kasus ini harus diusut tuntas dan pihak ITN harus bertanggung jawab. Namun sayangnya Mustaqim tidak menjelaskan,kenapa aksi ini baru dilakukan hari ini 9/12/2013, setelah sekian lama terjadi.

Apa lagi yang bisa diharapkan dari oknum-oknum mahasiswa ITN tak bermoral semacam ini, diyakini di ITN Malang tidak ada Fakultas premanisme, tidak ada fakultas bebas sex tapi mengapa oknum senior dalam acara ospek memerintahkan dan melakukan jurusan tersebut diatas. Pakai logika manapun ini sesuatu yang tak bisa ditolerir dan dianggap sepele,jangan sampai mental rusak semacam ini menular ke yang lain. Sebaiknya pihak berwajib/ kepolisian Malang mengusut masalah ini, apa lagi disana ada dugaan penyiksaan sampai merenggut nyawa seorang mahasiswa.Apa jadinya negeri ini kelak, bila degadrasi moral semakin menjurus ke budaya biadab.

Dikutip dari Kompas.com 9/12/2013. Salam dari KSK-BM…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 5 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 8 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 8 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 9 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: